Induk Berau Coal Incar Rp2 Triliun dari Penerbitan Sukuk Mudharabah

Induk Berau Coal Incar Rp2 Triliun dari Penerbitan Sukuk Mudharabah

PT Armadian Tritunggal, induk PT Berau Coal, targetkan Rp2 triliun dari Sukuk Mudharabah untuk modal kerja dan pembiayaan operasional tambang.

(Bisnis.Com) 11/10/25 15:55 182

Bisnis.com, JAKARTA — Induk usaha PT Berau Coal, PT Armadian Tritunggal membidik dana Rp2 triliun dari penerbitan Sukuk Mudharabah.

Rencana penerbitan surat utang syariah itu merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Armidian Tritunggal dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp5 triliun.

Sukuk tersebut akan diterbitkan dalam dua seri, yaitu seri A dengan tenor 3 tahun dan seri B dengan tenor 5 tahun.

Sebagai informasi, PT Armadian Tritunggal merupakan perusahaan dengan kegiatan utama aktivitas perusahaan holding. Adapun, pemegang saham PT Armadian Tritunggal saat ini adalah PT Berau Coal Energy Tbk. sebesar 99,9% dan PT Banua Karsa Mitra 0,1%. Sebagai informasi, PT Berau Coal Energy Tbk. resmi delisting dari Bursa Efek Indonesia pada November 2017.

Armadian Tritunggal merupakan induk usaha perusahaan tambang batu bara PT Berau Coal. PT Berau Coal melaksanakan operasi penambangan batu bara dengan luas area konsesi 78.004 hektare di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Saat ini, PT Berau Coal memiliki empat tambang aktif, yaitu Lati, Binungan, Sambarata, dan Gurimbang.

Produksi batu bara PT Berau Coal mencapai 29,7 juta ton pada 2023, 35,9 juta ton pada 2024 dan 9,97 juta ton pada Januari—April 2025. Pasar penjualan batu bara PT Berau Coal adalah pasar domestik dan pasar internasional, seperti China, India, dan negara-negara Asia lainnya.

Berdasarkan prospektus yang dikutip Sabtu (11/10/2025), PT Armadian Tritunggal akan menggunakan dana hasil penerbitan Sukuk Mudharabah untuk pembiayaan kepada PT Berau Coal dengan akad Mudharabah.

PT Berau Coal selanjutnya akan menggunakan dana tersebut untuk modal kerja, yaitu pembayaran kepada pemerintah terkait dengan Dana Hasil Produksi Batubara (DHPB) dan pajak, kontraktor pertambangan, vendor pengangkutan, pemasok, karyawan, dan modal kerja lainnya dalam rangka melaksanakan kegiatan usaha.

Aliran dana segar itu diperlukan lantaran PT Berau Coal menggunakan modal kerja terlebih dahulu untuk melunasi kewajiban kepada PT Armadian Tritunggal untuk melunasi Sukuk Mudharabah I Armadian Tritunggal Tahun 2023 senilai Rp2 triliun.

#berau-coal #sukuk-mudharabah #armadian-tritunggal #penerbitan-sukuk #surat-utang-syariah #penawaran-umum-berkelanjutan #tambang-batu-bara #kalimantan-timur #produksi-batu-bara #pasar-internasional #mo

https://market.bisnis.com/read/20251011/92/1919446/induk-berau-coal-incar-rp2-triliun-dari-penerbitan-sukuk-mudharabah