Implementasi AI yang Lebih Kompleks Butuh Investasi Berkelanjutan di 5G
Implementasi AI kompleks butuh investasi berkelanjutan di infrastruktur 5G untuk mendukung ekonomi digital. Transformasi digital Indonesia perlu integrasi infrastruktur, platform, dan talenta.
(Bisnis.Com) 09/04/26 08:48 185941
Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan teknologi asal Swedia, Ericsson, menyampaikan implementasi kecerdasan buatan (AI) yang lebih kompleks menuntut komitmen investasi berkelanjutan pada infrastruktur teknologi informasi, khususnya 5G, agar laju ekonomi digital dapat tereskalasi secara maksimal.
President Director Ericsson Indonesia Nora Wahby mengatakan integrasi AI dalam pengoperasian jaringan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan elemen kunci. Analisis dan otomatisasi berbasis AI memungkinkan operator memprediksi pola lalu lintas data, mendeteksi anomali, hingga melakukan pemulihan mandiri (self-healing) pada jaringan sebelum gangguan dirasakan pelanggan.
"Aplikasi AI mendorong kebutuhan akan jaringan dengan performa lebih tinggi. Sebaliknya, jaringan yang semakin canggih memungkinkan penerapan AI yang lebih kompleks dan dapat diskalakan," ujar Nora, dikutip Kamis (9/4/2026).
Sebelumnya, studi terbaru Ericsson ConsumerLab 2026 menyebut porsi pengguna Indonesia yang memanfaatkan AI multimodal—yakni penggunaan AI lintas format seperti teks, suara, dan visual—diproyeksikan akan meningkat dua kali lipat dalam periode yang sama.
Pada 2025, hanya 21% pengguna yang menggunakan AI di multimodal. Namun ketika 2030, angkanya akan meningkat menjadi 41%.
Kemudian, dari sisi perilaku penggunaan, sekitar 46% waktu penggunaan AI diperkirakan akan terjadi di luar rumah pada 2030. Masyarakat tidak hanya bergantung pada konektivitas Wi-Fi di kantor atau di rumah untuk menggunakan AI.
Tren ini menandakan ke depan beban trafik data ke depan, sebagian dipikul oleh jaringan seluler baik 4G maupun 5G.
Secara komparatif, jaringan telekomunikasi di Indonesia sedang mengalami pergeseran paradigma. Jika sebelumnya jaringan hanya dipandang sebagai infrastruktur statis untuk konektivitas dasar, kini evolusi core berbasis cloud-native dan implementasi Far Edge mengubahnya menjadi platform dinamis yang dapat diprogram.
Investasi pada infrastruktur nasional yang krusial ini memerlukan dukungan kerangka kebijakan jangka panjang dan koordinasi lintas sektor.
Nora menilai cakupan 5G mid-band yang luas menjadi sangat krusial untuk menghadirkan pengalaman konsumen yang unggul serta mempercepat digitalisasi sektor korporasi (enterprise).
Nora juga mengatakan investasi fisik saja tidak cukup. Indonesia menghadapi tantangan besar dalam memanfaatkan bonus demografi yang diprediksi mencapai puncaknya pada 2045, di mana 65% populasi berada pada usia produktif. Guna mendukung target nasional mencetak 9 juta talenta digital pada 2030, pengembangan kapasitas tenaga kerja harus berjalan beriringan dengan pembangunan hardware.
Ericsson, melalui kolaborasi dengan pemerintah dan pemimpin teknologi seperti Qualcomm, aktif mendorong inisiatif hackathon 5G + AI. Langkah ini bertujuan memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dan profesional muda dalam mengelola ekosistem digital yang kompleks.
Nora menegaskan keputusan yang diambil hari ini mengenai pembangunan, pengamanan, dan pengembangan jaringan akan menentukan seberapa cepat Indonesia melangkah menuju 2045. Transformasi digital Indonesia bukan sekadar soal pemutakhiran teknologi, melainkan upaya membangun bangsa digital yang mengintegrasikan infrastruktur, platform, manusia, dan kemitraan secara harmonis.
“Transformasi digital Indonesia berarti membangun bangsa digital yang memungkinkan infrastruktur, platform, manusia, dan kemitraan saling menguatkan satu sama lain,” kata Nora.
#ai-kompleks #investasi-berkelanjutan #infrastruktur-teknologi #jaringan-5g #ekonomi-digital #integrasi-ai #otomatisasi-ai #ai-multimodal #jaringan-seluler #cloud-native #far-edge #kebijakan-jangka-pan