Telkomsel: Segmen Enterprise Tumbuh Sesuai Rencana Kuartal I/2026
Telkomsel mencatat pertumbuhan segmen enterprise sesuai rencana di Q1 2026, didorong adopsi teknologi di tengah ekonomi global yang fluktuatif.
(Bisnis.Com) 14/04/26 08:05 190370
Bisnis.com, JAKARTA – PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) menyampaikan kinerja bisnis di segmen korporasi atau enterprise tetap berada dalam jalur pertumbuhan yang direncanakan sepanjang kuartal I/2026. Bisnis terjaga di tengah volatilitas global.
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi mengatakan strategi perusahaan yang memposisikan diri sebagai mitra teknologi terintegrasi menjadi kunci utama dalam menjaga resiliensi bisnis dan memenuhi kebutuhan efisiensi operasional para pelanggan korporasi di seluruh Indonesia.
Kondisi ekonomi global yang fluktuatif ternyata tidak menyurutkan permintaan layanan digital di sektor bisnis. Sebaliknya, tekanan biaya operasional justru mendorong perusahaan-perusahaan untuk mempercepat adopsi teknologi guna memangkas pengeluaran yang tidak perlu.
Fahmi menjelaskan kinerja tiga bulan pertama tahun ini menunjukkan ketangguhan yang signifikan. Menurutnya, kebutuhan di segmen ini meningkat karena para pelaku industri berupaya menjaga kesinambungan operasional dan keamanan data di tengah ketidakpastian ekonomi. Meskipun perusahaan tidak merinci angka pertumbuhan atau revisi target secara spesifik, fokus utama Telkomsel tetap pada penyediaan dampak yang terukur bagi setiap pelanggan bisnis.
“Untuk 2026, sektor yang kami lihat tetap potensial untuk dioptimalkan mencakup layanan keuangan, transportasi dan logistik, manufaktur, pertambangan, ritel, hingga hospitality, dengan pendekatan use-case yang relevan per industri,” ujar Fahmi kepada Bisnis, Selasa (14/4/2026).
Potensi sektor-sektor tersebut bagi industri telekomunikasi sangatlah besar, mengingat ketergantungan pada konektivitas stabil dan integrasi data kini menjadi kebutuhan primer, bukan lagi sekunder. Sektor manufaktur dan pertambangan, misalnya, membutuhkan jaringan privat untuk otomatisasi mesin, sementara sektor transportasi sangat bergantung pada pelacakan aset secara real-time. Estimasi nilai pasar dari digitalisasi sektor-sektor ini diprediksi terus meningkat seiring dengan kebutuhan industri untuk melakukan transformasi digital end-to-end demi menjaga daya saing di pasar global.
Secara komparatif, pertumbuhan di segmen enterprise pada awal 2026 ini menunjukkan pola yang lebih stabil jika dibandingkan dengan segmen ritel atau konsumen individu yang lebih rentan terhadap fluktuasi daya beli masyarakat akibat inflasi. Jika segmen ritel sangat dipengaruhi oleh sentimen pengeluaran rumah tangga, segmen korporasi justru cenderung melakukan investasi teknologi sebagai langkah defensif untuk menghadapi krisis biaya hidup.
Dari sisi prioritas solusi, Telkomsel mengedepankan portofolio yang paling dibutuhkan industri saat ini, termasuk pengembangan 5G dan private network, dukungan keamanan siber secara end-to-end, serta penerapan data analytics dan AI. Langkah ini merupakan jawaban atas meningkatnya serangan siber dan kebutuhan akan pengambilan keputusan berbasis data yang lebih akurat.
Dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pengambilan keputusan bisnis, solusi-solusi tersebut antara lain adalah smart manufacturing, IoT connectivity, telematics, in-car entertainment, fleet management, hingga digital advertising dan data solutions.
“Seluruh kapabilitas tersebut dikembangkan melalui kolaborasi dan kemitraan strategis guna menghadirkan solusi yang terintegrasi serta relevan bagi kebutuhan bisnis di berbagai sektor industri,” kata Fahmi.
#telkomsel-enterprise #segmen-korporasi #pertumbuhan-bisnis #layanan-digital #adopsi-teknologi #efisiensi-operasional #keamanan-data #transformasi-digital #sektor-manufaktur #jaringan-privat #pelacakan