Set-Jetting Jadi Tren Wisata Baru, Lokasi Syuting Film Jadi Destinasi Favorit Wisatawan

Set-Jetting Jadi Tren Wisata Baru, Lokasi Syuting Film Jadi Destinasi Favorit Wisatawan

Set-jetting, tren wisata ke lokasi syuting film, semakin populer berkat platform streaming dan media sosial, mendorong pariwisata global dan lokal seperti Danau Toba.

(Bisnis.Com) 14/04/26 18:30 191227

Bisnis.com, JAKARTA — Set-jetting menjadi tren wisata berbasis lokasi film atau serial televisi yang semakin diminati wisatawan dalam beberapa tahun terakhir, yaitu perjalanan ke destinasi yang muncul dalam tayangan populer, seiring meningkatnya konsumsi konten hiburan di berbagai platform digital.

Mengutip dari Caribbean Tourism Organization, fenomena set-jetting atau wisata berbasis film diartikan sebagai perjalanan ke destinasi yang muncul dalam tayangan tertentu.

Fenomena ini didorong oleh globalisasi industri hiburan yang mampu meningkatkan popularitas lokasi yang sebelumnya kurang dikenal sekaligus menghidupkan kembali minat wisata yang sempat menurun.

Fenomena ini terbukti mampu mendorong peningkatan minat wisata ke berbagai tempat yang sebelumnya hanya dikenal lewat layar. Sejumlah destinasi yang menjadi latar film dan serial populer bahkan mengalami lonjakan kunjungan setelah tayang.

Di Indonesia, dampak tersebut terlihat dari film Ngeri-Ngeri Sedap yang mengambil lokasi syuting di Danau Toba, Sumatera Utara. Film yang tayang pada 2022 itu ikut memperkenalkan keindahan alam dan budaya suku Batak dan keindahan Danau Toba kepada penonton yang lebih luas.

Seiring dengan popularitas film tersebut, jumlah wisatawan mancanegara ke Sumatera Utara pun mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa tayangan visual memiliki pengaruh besar dalam membentuk minat perjalanan wisatawan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara, jumlah wisatawan domestik tercatat sebanyak 1.119.916 pada 2022. Angka tersebut melonjak menjadi 1.249.123 pada 2023, dari data tersebut adanya peningkatan signifikan setelah Danau Toba, Sumatera Utara mendapat sorotan di layar.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga mampu menjadi alat promosi pariwisata yang efektif. Cerita dan visual yang ditampilkan dapat membangun imajinasi sekaligus rasa penasaran untuk melihat langsung lokasi aslinya.

Banyak wisatawan tertarik datang karena ingin merasakan suasana yang sama seperti dalam film. Mereka tidak hanya ingin melihat tempatnya, tetapi juga merasakan pengalaman yang sebelumnya hanya mereka nikmati sebagai penonton.

Selain itu, set-jetting memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan wisata konvensional. Wisatawan tidak sekadar berkunjung, melainkan mencoba menghidupkan kembali momen atau adegan yang mereka sukai dari sebuah tayangan.

Meski demikian, kondisi nyata dilapangan tidak selalu sama dengan yang ditampilkan di film atau serial. Beberapa destinasi memiliki sisi lain yang tidak terlihat di layar, sehingga pengalaman wisata bisa berbeda dari ekspektasi awal.

Karena itu, wisatawan disarankan untuk tidak sepenuhnya menjadikan film sebagai patokan saat berkunjung. Pengalaman yang lebih berkesan justru hadir ketika wisatawan berinteraksi langsung dengan budaya dan kehidupan masyarakat setempat.

Meski ada perbedaan antara ekspektasi dan realitas, potensi set-jetting masih sangat besar ke depan. Seiring berkembangnya industri hiburan global dan meningkatnya mobilitas wisatawan, tren ini diperkirakan akan terus tumbuh dan memberi dampak positif bagi sektor pariwisata.

Tren ini tidak muncul begitu saja, melainkan didorong oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Perkembangan teknologi serta perubahan perilaku wisatawan menjadi pendorong utama meningkatnya minat terhadap set-jetting.

Mengutip dari Kick Push Travel, berikut faktor yang membuat fenomena set-jetting semakin populer:

- Pengaruh Platform Streaming Global

Layanan seperti Netflix dan Disney+ membuat lokasi syuting dari berbagai negara semakin mudah diakses oleh penonton di seluruh dunia. Hal ini memperluas eksposur destinasi yang sebelumnya kurang dikenal menjadi tujuan wisata baru.

- Visual Tayangan yang Semakin Sinematik

Film dan serial kini menampilkan visual yang lebih estetis dan detail, mulai dari pemandangan alam hingga sudut kota yang menarik. Tampilan ini memicu rasa penasaran penonton untuk melihat langsung keindahan lokasi tersebut.

- Tren travel Berbasis Cerita (storytelling)

Wisatawan kini tidak hanya mencari tempat populer, tetapi juga pengalaman yang memiliki makna dan cerita pribadi. Mereka ingin merasakan langsung suasana yang sebelumnya hanya dilihat dalam alur cerita film atau serial.

- Pengaruh Media Sosial

Konten bertema lokasi film, seperti “tempat asli dari adegan ini”, banyak dibagikan di TikTok dan Instagram. Hal ini membuat destinasi tersebut cepat viral dan semakin menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

- Dukungan Industri Pariwisata

Banyak destinasi mulai menyediakan paket wisata khusus berbasis lokasi film atau serial untuk menarik pengunjung. Strategi ini membantu wisatawan mendapatkan pengalaman yang lebih terarah dan sesuai dengan tayangan yang mereka sukai.

#set-jetting #tren-wisata #lokasi-syuting #destinasi-wisata #wisata-film #wisatawan #film-populer #danau-toba #sumatera-utara #wisata-berbasis-film #pariwisata-indonesia #pengaruh-film #pengalaman-wisa

https://lifestyle.bisnis.com/read/20260414/361/1966510/set-jetting-jadi-tren-wisata-baru-lokasi-syuting-film-jadi-destinasi-favorit-wisatawan