Perluas Akses Kredit, Perbankan Bisa Optimalkan Sinergi P2P Lending

Perluas Akses Kredit, Perbankan Bisa Optimalkan Sinergi P2P Lending

Perbankan nasional dapat memperluas akses kredit dengan kolaborasi P2P lending, menjangkau segmen mikro lebih efisien, dan diversifikasi portofolio.

(Bisnis.Com) 15/04/26 12:37 191980

Bisnis.com, JAKARTA — Perbankan nasional dinilai bisa menggandeng platform peer-to-peer (P2P) lending untuk memperluas akses pembiayaan dengan biaya efisien dengan tetap menggunakan tata kelola dan manajemen risiko yang kuat.

Ketua Bidang Pengembangan Produk Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Michellina Laksmi Triwardhany, mengatakan kolaborasi ini memungkinkan bank menjangkau nasabah baru dengan lebih cepat dan efisien, tanpa harus membangun seluruh infrastruktur dari awal.

“Ada keunggulan dari P2P lending yang bisa dikombinasikan dengan kemampuan bank supaya bank bisa memberikan pembiayaan produktif. Dengan menggunakan kemampuan P2P lending, bank bisa leverage dan perluas aksesnya,” ujar Michellina atau yang akrab dipanggil Dhany dalam keterangannya, dikutip Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, P2P lending dapat lebih mudah menjangkau segmen mikro atau ultramikro yang sering kesulitan mengakses pembiayaan dari bank. Kerja sama ini juga membuka peluang diversifikasi portofolio, penguatan ekosistem, hingga pembagian risiko.

Adapun, kolaborasi tersebut memerlukan standar kemitraan yang jelas sebagai acuan bersama karena setiap bank memiliki risk appetite dan pendekatan bisnis masing-masing. Standar tersebut, lanjutnya, menjadi fondasi agar kolaborasi berjalan sehat dan berkelanjutan.

Berdasarkan data White Paper Perbanas dan Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), rasio kredit terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara-negara lain di kawasan.

Pada periode 2024–2025, rasio kredit Indonesia tercatat sekitar 36,4%, jauh di bawah rata-rata negara berpendapatan menengah atas di Asia Timur dan Pasifik yang mencapai 74,46%.

Dhany menilai kondisi ini menunjukkan masih besarnya ruang ekspansi pembiayaan formal, terutama bagi segmen underbanked dan pelaku usaha skala kecil yang belum sepenuhnya terlayani bank.

Di sisi lain, industri P2P lending mencatat pertumbuhan paling cepat dalam beberapa tahun terakhir, dengan laju pertumbuhan tahunan sekitar 34% pada periode 2019–2024.

Dhany menyebut model kolaborasi bank dan P2P lending kini semakin berkembang, seperti joint financing, channeling, hingga banking-as-a-service. Dari sisi produk, kolaborasi juga mencakup white label lending dan ecosystem lending, seperti pembiayaan invoice, supply chain financing, BNPL, dan payday loan.

Menurutnya, variasi model tersebut memungkinkan bank tetap berada dalam kerangka kehati-hatian, sekaligus memperluas jangkauan pembiayaan ke sektor-sektor produktif yang membutuhkan proses lebih cepat dan fleksibel.

“Kalau dijalankan dengan tata kelola yang kuat, kolaborasi ini bisa menjadi akselerator inklusi keuangan sekaligus tetap menjaga kualitas aset perbankan,” kata Dhany.

#bank-p2p-lending #akses-kredit #kolaborasi-perbankan #pembiayaan-produktif #sinergi-p2p-lending #platform-p2p-lending #pembiayaan-mikro #diversifikasi-portofolio #ekosistem-pembiayaan #risiko-pembiaya

https://finansial.bisnis.com/read/20260415/563/1966804/perluas-akses-kredit-perbankan-bisa-optimalkan-sinergi-p2p-lending