OJK Soroti Keterbatasan Akses Pembiayaan UMKM, Peran Industri Penjaminan Didorong

OJK Soroti Keterbatasan Akses Pembiayaan UMKM, Peran Industri Penjaminan Didorong

OJK dorong industri penjaminan untuk tingkatkan akses pembiayaan UMKM yang terbatas, dengan target 90% portofolio penjaminan untuk UMKM pada 2028.

(Bisnis.Com) 16/04/26 19:03 193754

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menaruh perhatian terhadap penguatan industri penjaminan seiring dengan besarnya peran sektor tersebut dalam memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk pembangunan nasional.

Direktur Eksekutif Pengawasan Penjaminan, Dana Pensiun, dan Pengawasan Khusus OJK Asep Iskandar mengungkapkan penyaluran pembiayaan untuk sektor UMKM pada Desember 2025 baru mencapai 18,42% dari total pembiayaan dari berbagai lembaga jasa keuangan.

Menilik datanya, porsi tersebut setara dengan Rp1.809,33 triliun. Adapun, kredit terbesar diberikan oleh bank umum sebesar Rp1.505,31 triliun dan diikuti oleh perusahaan pembiayaan mencapai Rp149,28 triliun.

“Tentu mungkin dengan melihat angka ini sebetulnya ada hal yang bisa ditingkatkan lagi terkait dengan porsi pembiayaan UMKM dari para lembaga jasa keuangan,” katanya dalam acara daring dengan tema ‘Penguatan Ekosistem Penjaminan Kredit UMKM untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Nasional’, Kamis (16/4/2026).

Asep berpendapat bahwa alasan utama yang membuat UMKM terbatas dalam mengakses sumber pembiayaan disebabkan karena ketidakmampuan dalam menyediakan jaminan seperti agunan.

“Dan kendala administrasi yang terkait dengan kegiatan usahanya, sehingga dinilai unbankable,” bebernya.

Oleh sebab itu, OJK menilai keberadaan industri penjaminan menjadi jembatan bagi sektor UMKM kepada lembaga penyalur pembiayaan dalam memberikan jaminan pemenuhan kewajiban finansial, untuk mendukung UMKM yang feasible namun unbankable menjadi bankable.

Asep mengatakan, sebenarnya ada tiga peran perusahaan penjaminan dalam rangka menunjang UMKM. Pertama, untuk bisa meningkatkan ketertarikan atau attractiveness dari UMKM bagi sektor pembiayaan.

Kemudian akses terhadap lembaga pembiayaan [accessibility], yang mana dengan bantuan perusahaan penjaminan aksesnya semakin dibuka atau ditingkatkan. Kemudian yang terakhir adalah untuk membangun kapasitas serta kelola dan manajemen risiko pada sektor UMKM,” ungkapnya.

Oleh karena itu, OJK sudah menerbitkan Peta Jalan (Roadmap) Industri Penjaminan 2024—2028 yang target makronya adalah terciptanya pemurnian usaha penjaminan, 90% portofolio perusahaan penjaminan diperuntukkan bagi UMKM dan koperasi, dan proporsi outstanding penjaminan terhadap PDB meningkat menjadi 3,5%.

#ojk #akses-pembiayaan #pembiayaan-umkm #industri-penjaminan #peran-ojk #umkm-indonesia #penjaminan-kredit #kredit-umkm #lembaga-keuangan #pembiayaan-bank #penjaminan-usaha #umkm-unbankable #roadmap-pe

https://finansial.bisnis.com/read/20260416/215/1967156/ojk-soroti-keterbatasan-akses-pembiayaan-umkm-peran-industri-penjaminan-didorong