RI Hadapi El Nino Godzilla, Mentan Klaim Stok Beras Tembus 15 Bulan
Kementan menyatakan Indonesia siap menghadapi El Nino Godzilla 2026 dengan stok beras 15 bulan.
(Bisnis.Com) 23/04/26 14:32 200506
Bisnis.com, KARAWANG — Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga meskipun Indonesia berpotensi menghadapi fenomena El Nino Godzilla.
Seperti diketahui, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan potensi kemunculan fenomena super El Nino atau Godzilla pada 2026 berisiko memperpanjang musim kemarau dan mengganggu ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah sentra produksi padi seperti Pantai Utara (Pantura) Jawa.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan optimisme tersebut didukung oleh posisi cadangan beras pemerintah (CBP) dan total ketersediaan beras nasional yang sangat kuat.
“Sekarang kita akan menghadapi El Nino Godzilla. Yaitu 6 bulan, stok kita [CBP] 5 juta ton. Terbesar sepanjang sejarah. Kemudian di horeka [hotel, restoran, dan catering] 12,5 juta ton. Standing crop 11 juta. Total kalau tidak salah ini 28 juta [ton], itu setara 11 bulan, sedangkan kekeringan itu 6 bulan. Artinya aman. Jadi aman kan?” kata Amran saat ditemui di sela-sela meninjau Gudang Bulog di JDP Karawang1 Logistic Park, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026).
Amran menjelaskan, dengan asumsi masa kering berlangsung selama enam bulan, stok beras nasional yang setara 11 bulan konsumsi sudah cukup untuk menjaga stabilitas pasokan. Bahkan, produksi tetap berjalan selama musim kering berkat dukungan infrastruktur irigasi.
“Karena kering 6 bulan, tapi stok kita ketahanan 11 bulan. Berarti aman. Sekarang pada saat musim kering, kita masih berproduksi 2 juta ton per tahun. Karena ada irigasi. Ada sawah irigasi, pompanisasi jalan, irigasi jalan. Nah, itu berarti 6 juta – 12 juta ton. 12 juta katakan ya 4 bulan, 5 bulan. Berarti bisa sampai April tahun depan kekuatan pangan beras kita. Jadi, aman. Karena 11 tambah 4, ya 15 bulan,” ujarnya.
Adapun, per Kamis (23/4/2026), stok beras yang dikuasai Perum Bulog, baik CBP maupun komersial, telah mencapai 5.000.198 ton, melampaui target penugasan setara beras 4 juta ton.
Selain memperkuat stok, pemerintah juga mengoptimalkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga harga beras tetap terkendali di tingkat konsumen.
“[SPHP] ini dibatasi karena ini adalah subsidi pemerintah supaya penyeimbang. Jadi ini pasti menurunkan harga. Ini menurunkan harga kenapa? Ini kita jual Rp13.000 [per kilogram]. Yang jual Rp17.000, pasti turun. Jadi kita isi terus, tapi ambil dua miniman per orang cukup untuk satu rumah tangga. Kalau tidak dibatasi, diborong, dijual kembali,” jelasnya.
Di sisi lain, Kementan juga menyoroti praktik kecurangan dalam distribusi beras yang merugikan masyarakat.
Amran mengungkapkan adanya temuan pengemasan ulang beras subsidi maupun beras kualitas rendah yang dijual sebagai premium. Selain itu, juga adanya praktik penipuan lain melalui penjualan beras menir yang dikemas ulang menjadi beras premium dengan harga jauh lebih tinggi.
Bulog Kuasai 15% Beras Nasional
Dari sisi penguasaan stok, Amran menyebut CBP sebesar 5 juta ton yang saat ini dikuasai Bulog setara dengan sekitar 15% dari total produksi beras nasional yang mencapai 34 juta ton per tahun.
“Kalau produksi kita 34 juta ton, [artinya] 5 juta ton [yang dikuasai Bulog] adalah 15% [dari produksi beras nasional],” katanya.
Dia menyebut capaian stok beras nasional saat ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga, mulai dari Kementan, Perum Bulog, hingga aparat penegak hukum dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Adapun untuk mendukung penyimpanan, pemerintah juga terus menambah kapasitas gudang melalui kerja sama dengan pihak swasta. Saat ini, kapasitas gudang operasional Bulog mencapai 3.074.769 ton, dengan tambahan sewa/fillial gudang hingga 2.735.096 ton. Kini, sisa kapasitas gudang mencapai 809.667 ton.
“Sekarang kita sudah sewa gudang seluruh Indonesia 2 juta ton. Kapasitas gudang kita hanya 3 juta ton. Sekarang sudah kita sewa 2 juta ton dan sekarang sudah penuh. Tinggal 800.000 [ton] dan kita sudah sewa lagi kurang lebih 1 juta ton kapasitasnya,” pungkasnya.
#el-nino-godzilla #dampak-el-nino-godzilla #stok-beras #ketahanan-pangan #produksi-beras #kementan #mentan #produksi-padi #cadangan-beras-pemerintah #menteri-pertanian #irigasi-sawah #harga-beras #bulo