Hasan Nasbi Kembali ke Istana, Kini Jadi Penasihat Khusus Komunikasi Presiden
Hasan Nasbi dilantik sebagai Penasihat Khusus Komunikasi Presiden Prabowo, fokus memperkuat strategi komunikasi pemerintah dan meluruskan informasi publik.
(Bisnis.Com) 27/04/26 19:05 204355
Bisnis.com, JAKARTA — Hasan Nasbi resmi kembali ke lingkar Istana setelah dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam reshuffle kabinet Merah Putih, Senin (27/4/2026).
Hasan mengaku kembali bertemu dengan para pejabat lain yang dilantik dalam kesempatan tersebut.
“Ketemu lagi dengan teman-teman di Istana. Barusan kami berenam baru saja selesai menjalani pelantikan oleh Bapak Presiden,” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa posisi yang diembannya adalah penasihat khusus, bukan utusan khusus seperti yang sempat beredar.
“Tadi teman media nanya kan utusan khusus apa bukan? Saya bilang mungkin khusus-khusus, tapi bukan utusan, tapi jadi penasihat khusus,” katanya.
Perkuat Strategi Komunikasi Pemerintah
Dalam perannya, Hasan akan fokus memperkuat strategi komunikasi pemerintah agar pesan kebijakan lebih efektif tersampaikan ke publik. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga.
“Sebagai pembantu Presiden saya akan kerja sama yang erat dengan abang Kabakom yang baru Bang Qodari, mungkin juga dengan Bu Menkomdigi dan Wamenkomdigi untuk memperkuat bidang komunikasi,” ujarnya.
Hasan menyebut, penguatan komunikasi menjadi penting di tengah dinamika informasi publik yang semakin kompleks.
“Supaya pesan-pesan yang ingin diketahui publik bisa jauh lebih baik lagi, bisa lebih sampai dan bisa dipahami masyarakat,” katanya.
Selain itu, dia menilai pemerintah juga perlu aktif meluruskan informasi yang keliru di tengah masyarakat.
“Termasuk juga nanti dari pemerintah harus juga meluruskan hal-hal, berita-berita pemahaman atau info yang tidak benar terhadap pemerintah,” ujarnya.
Fokus pada Strategi dan Substansi
Hasan menjelaskan bahwa perannya lebih menitikberatkan pada aspek strategis dan substansi komunikasi, sementara fungsi operasional tetap berada di lembaga terkait.
“Kalau ototnya ada di Bakom, ada di Menkomdigi, kita mungkin akan bantu pemerintah dalam soal strategi, soal yang sifatnya mungkin ke substansi,” katanya.
Siap Jika Diminta Jadi Jubir Istana
Terkait kemungkinan kembali menjadi juru bicara pemerintah, Hasan menyatakan kesiapan jika mendapat penugasan langsung dari Presiden.
“Yang jadi jubir kan ada Pak Mensesneg, ada Ka Bakom itu yang setahu saya jadi jubir. Tapi kalau diperintahkan Presiden untuk maju lagi saya siap,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia juga membuka kemungkinan untuk kembali aktif berinteraksi dengan media jika diminta oleh pimpinan lembaga terkait.
“Kalau diperintahkan Ka Bakom lagi maju lagi ketemu teman media, insyaallah saya siap,” kata Hasan.
#hasan-nasbi #istana #penasihat-khusus #komunikasi-presiden #strategi-komunikasi #pemerintah #media #koordinasi-lintas-lembaga #informasi-publik #pesan-kebijakan #meluruskan-informasi #substansi-komuni