Apresiasi TPST Banyumas, Pemerintah Pusat Siap Dukungan Pengolahan Sampah
Presiden Prabowo mengunjungi TPST Banyumas, mengapresiasi sistem pengolahan sampah efektif, dan menjanjikan dukungan pusat untuk pengembangan teknologi.
(Bisnis.Com) 28/04/26 17:56 205505
Bisnis.com, BANYUMAS – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) BLE di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Selasa (28/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, dia menyampaikan kekagumannya terhadap sistem pengolahan sampah yang dinilai efektif, serta membuka peluang dukungan dari pemerintah pusat untuk pengembangan lebih lanjut.
Dalam peninjauan itu, Prabowo didampingi sejumlah pejabat, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Faisol Nurofiq.
Dia menjelaskan bahwa meskipun fasilitas di TPST tersebut tidak mengandalkan teknologi canggih, hasil yang dicapai tetap optimal. Karena itu, dia mendorong agar model pengelolaan ini dapat direplikasi di daerah lain. Saat ini, disebutkan sudah ada sejumlah wilayah yang mulai mengikuti program serupa.
"Saya dapat laporan dari Gubernur di Jawa Tengah sudah ikut kurang lebih 13 [kabupaten] ya," kata Prabowo.
Presiden Ke-8 RI itu juga menegaskan kesiapan pemerintah pusat untuk berkontribusi dalam penguatan teknologi pengolahan sampah di berbagai daerah.
"Jadi ini dari pemerintah pusat akan mendorong dan saya akan turunkan bantuan langsung untuk kita kembangkan perbaiki kembangkan agar lebih efektif," kata Prabowo.
Selain fokus pada pengelolaan sampah, ia juga menyoroti potensi pemanfaatan hasil olahan, khususnya plastik, untuk kebutuhan program pemerintah. Salah satu yang dipertimbangkan adalah penggunaan genteng berbahan daur ulang untuk renovasi rumah.
"Gentengnya lumayan efektif, katanya cukup murah dan ini bisa masuk anggaran kita untuk bantuan perbaikan rumah. Anggaran perbaikan rumah sekarang 1 rumah Rp 20 juta jadi ini satu rumah kita perhitungkan Rp 4 - 5 juta," tuturnya.
Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat dengan mengurangi penggunaan atap seng berkarat, yang dinilai kurang layak dan berdampak pada kenyamanan hidup.
Sementara itu, kunjungan ini juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis ekonomi sirkular. TPST BLE Banyumas sendiri menjadi contoh penerapan konsep tersebut, dengan mengolah sampah dari hulu ke hilir menjadi berbagai produk bernilai guna.
“Jadi ini saya kira sangat efektif, ya. Menjadi contoh untuk banyak provinsi, banyak kabupaten, bahkan dari negara lain ada yang ke sini,” tandas Prabowo.
Dia juga menekankan bahwa sistem yang diterapkan memanfaatkan komponen lokal dalam satu rangkaian pengolahan yang terintegrasi.
“Sebagian besar produk lokal dan dalam satu rangkaian sistem, dari rumah tangga sampai ke kabupaten. Jadi ini saya kira sangat efektif, ya,” tandas Prabowo.
Fasilitas di TPST BLE mencakup berbagai mesin seperti pre shredder, tromol screen, pencacah organik, alat pembersih sampah, serta konveyor untuk menunjang proses pemilahan. Keberadaan fasilitas ini juga turut membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Dari hasil pengolahan tersebut, TPST BLE mampu menghasilkan beragam produk seperti genteng plastik, paving block, maggot, pupuk organik (kasgot), hingga bahan bakar alternatif refuse-derived fuel (RDF).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengembangkan ekonomi hijau serta mendorong kemandirian daerah melalui pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, dengan mengubah sampah menjadi potensi ekonomi.
#tpst-banyumas #prabowo-subianto #pengolahan-sampah #pemerintah-pusat #dukungan-pengembangan #sistem-pengelolaan-sampah #teknologi-pengolahan-sampah #ekonomi-sirkular #genteng-daur-ulang #pengelolaan-s