Rapor Hijau Keuangan Emiten Prajogo Pangestu Kuartal I/2026

Rapor Hijau Keuangan Emiten Prajogo Pangestu Kuartal I/2026

Emiten Prajogo Pangestu mencatat pertumbuhan kinerja keuangan pada kuartal I/2026, dengan BRPT dan TPIA mencatat lonjakan laba, sementara CDIA mengalami penurunan laba meski pendapatan naik.

(Bisnis.Com) 02/05/26 08:45 208950

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten terafiliasi konglomerat Prajogo Pangestu cenderung mencatatkan pertumbuhan kinerja sepanjang kuartal I/2026.

PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) misalnya mencatatkan lonjakan pendapatan dan laba bersih. Hal itu sejalan dengan pertumbuhan kinerja keuangan entitas usaha di sektor petrokimia, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA).

Sementara itu, anak usaha TPIA, yakni PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) menderita penurunan laba bersih meski pendapatan meningkat.

Di sektor energi baru terbarukan (EBT), PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih seiring dengan peningkatan kapasitas listrik perseroan.

Sejalan dengan BREN, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), yang bergerak di bidang pertambangan khususnya batu bara, membukukan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang Januari-Maret 2026.

Kinerja CUAN tak lepas dari peningkatan performa anak usahanya, PT Petrosea Tbk. (PTRO), yang bergerak di bidang kontraktor batu bara, hingga jasa dan konstruksi rekayasa.

Berikut ulasan selengkapnya kinerja emiten Prajogo Pangestu pada kuartal I/2026.

BRPT

PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) membukukan laba bersih sebesar US$90,48 juta atau setara Rp1,53 triliun (kurs jisdor Rp16.999 per dolar AS) sepanjang kuartal I/20262026. Nilai tersebut melejit ratusan persen sejalan dengan kinerja pendapatan solid yang dibukukan perseroan.

Melansir laporan keuangan kuartal I/2026 yang tidak diaudit, BRPT mencatat pendapatan sebesar US$2,57 miliar atau meroket 232,18% secara year on year (YoY). Kinerja ini didorong oleh utamanya oleh pendapatan dari pasar ekspor yang punya eksposur terbesar di pendapatan perseroan.

Perinciannya, pendapatan dari ekspor petrokimia dan kilang tumbuh 926,52% YoY dari US$195,17 juta menjadi US$2 miliar. Di sisi lain, pendapatan dari pasar domestik susut 2,04% YoY menjadi US$566,78 juta.

Pendapatan dari pasar domestik tersebut terdiri dari segmen petrokimia dan kilang yang turun 6,24% YoY menjadi US$165,16 juta, kemudian segmen energi dan sumber daya pihak ketiga naik 9,76% YoY menjadi US$165,16 juta, serta segmen lainnya pihak ketiga meningkat 13,56% YoY menjadi US$1,34 juta.

Di sisi lain, terdapat sejumlah komponen beban yang dibukukan perseroan, antara lain adalah bahan baku, beban produksi dan manufaktur yang nilainya mencapai US$1,88 miliar, melesat 211,57% YoY. Kemudian, perseroan juga membukukan beban penjualan sebesar US$19,76 juta atau naik 94,49% YoY. Di sisi lain, BRPT mencatat keuntungan kurs mata uang asing sebesar US$10,32 juta atau naik 32,82% YoY.

Laba sebelum pajak perseroan dalam triwulan I 2026 tercatat sebesar US$335,25 juta, melonjak 496% YoY. Sementara itu, laba periode berjalan tercatat sebesar US$270,82 juta atau meroket 817,41% YoY.

Dari sisi bottom line, emiten afiliasi Prajogo Pangestu ini membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih sebesar US$90,48 juta. Laba bersih ini melejit 459,90% YoY dibanding laba bersih kuartal I/2025 sebesar US$16,16 juta.

Menilik neraca keuangan, aset BRPT per akhir Maret 2026 naik 1,53% year to date (YtD) menjadi sebesar US$17,62 miliar. Jumlah liabilitas perseroan juga meningkat 0,01% YtD menjadi US$11,31 miliar, sementara jumlah ekuitas naik 4,39% YtD menjadi US$6,31 miliar.

Rapor Hijau Keuangan Emiten Prajogo Pangestu Kuartal I/2026

TPIA

PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) membukukan laba bersih sebesar US$146,13 juta atau setara Rp2,47 triliun sepanjang Januari-Maret 2026. Perseroan sukses membalikkan rugi bersih pada periode sebelumnya sejalan dengan pendapatan yang meroket.

Melansir laporan keuangan triwulan pertama 2026 yang tidak diaudit, TPIA meraup total pendapatan US$2,40 miliar atau setara Rp40,74 triliun. Pendapatan ini melejit 284,4% year on year (YoY) dari pendapatan periode sebelumnya sebesar US$662,09 juta.

Pendapatan perseroan paling besar tertumpu pada penjualan komoditas ke luar negeri. Penjualan energi yang pada kuartal I/2025 tidak ada, di tahun ini tercatat sebesar US$1,45 miliar. Sedangkan penjualan kimia tumbuh 180,9% YoY menjadi US$548,13 juta.

Sementara itu, pendapatan dari penjualan ke pasar domestik kompak koreksi. Penjualan energi turun 0,4% YoY menjadi US$2,56 juta dan penjualan kimia koreksi 14,8% YoY menjadi US$338,44 juta.

Kemudian, pendapatan segmen infrastruktur untuk pasar domestik melejit 120,2% YoY menjadi US$59,29 juta, sementara untuk pasar luar negeri yang tahun lalu nihil dalam kuartal I/2026 membukukan nilai US$4,41 juta.

Di sisi lain, terdapat sejumlah komponen beban seperti bahan baku, beban produksi dan manufaktur yang meningkat 215,8% YoY menjadi US$1,87 miliar, beban penyusutan melambung 239,2% YoY, dan beban penjualan yang naik 95,4% YoY menjadi US$19,74 juta. Sementara itu, terdapat keuntungan kurs mata uang US$8,91 juta, melejit 406,3% YoY seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Walau sejumlah pos beban mengalami kenaikan, pertumbuhan pendapatan yang signifikan membuat TPIA mencatat laba sebelum pajak sebesar US$230,51 juta, berbalik dari rugi sebelum pajak sebesar US$31,86 juta pada periode sebelumnya.

Sementara itu, laba periode berjalan yang dibukukan TPIA mencapai US$205,08 juta, membaik dibandingkan dengan rugi periode berjalan sebesar US$23,58 juta pada kuartal I/2025.

Dari sisi bottom line, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih tercatat sebesar US$146,13 juta. Angka ini juga berbalik positif dibandingkan dengan rugi bersih US$25,64 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Menilik neraca keuangan perseroan, aset TPIA triwulan pertama 2026 meningkat 1,5% year to date (YtD) menjadi US$12,51 miliar. Total liabilitas perseroan turun 0,2% YtD menjadi US$7,65 miliar, sedangkan total ekuitas naik 4,3% YtD menjadi sebesar US$4,86 miliar.

CDIA

PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) mencatat laba bersih sebesar US$8,40 juta atau setara Rp142,37 miliar (kurs Rp16.949) pada kuartal I/2026. Meski pendapatan tumbuh dua digit, laba perseroan justru tertekan akibat lonjakan sejumlah pos beban.

Melansir laporan keuangan kuartal I/2026 yang tidak diaudit, CDIA membukukan pendapatan sebesar US$41,24 juta, meningkat 19,1% year on year (YoY). Mayoritas segmen pendapatan meningkat, seperti penjualan daya listrik dan jasa kelistrikan lainnya tumbuh 7,7% YoY menjadi US$22,77 juta, jasa sewa kapal naik 44,7% YoY menjadi US$13,88 juta.

Berikutnya, segmen pendapatan sewa gudang dan segmen jasa lainnya tercatat masing-masing US$0,41 juta dan US$0,39 juta. Kedua segmen ini pada kuartal pertama 2025 belum membukukan pendapatan. Di sisi lain, segmen penjualan bahan bakar turun tipis 0,4% YoY menjadi US$2,55 juta serta segmen sewa tangki dan dermaga turun 8,2% YoY menjadi US$1,23 juta.

Sementara itu, beban pokok pendapatan tercatat naik 22,5% YoY menjadi sebesar US$31,16 juta. Dari sini, laba kotor CDIA masih tumbuh 9,3% YoY dari US$9,21 juta menjadi US$10,07 juta.

Perseroan dalam triwulan pertama 2026 juga mencatat sejumlah kenaikan pos beban, seperti beban penjualan yang meningkat 6,1% YoY menjadi US$0,35 juta, beban umum dan administrasi naik 37,4% YoY menjadi US$4,92 juta, sampai beban keuangan yang meningkat 64,1% YoY menjadi US$10,19 juta.

Usai laba kotor dihitung dengan sejumlah pos beban dan pendapatan lainnya, CDIA menorehkan laba tahun berjalan sebesar US$9,48 juta. Di sini, nilainya sudah terkoreksi sebesar 68,6% YoY dibandingkan dengan kinerja kuartal I/2025 sebesar US$30,23 juta.

Dari sisi bottom line, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih tercatat sebesar US$8,40 juta. Laba bersih yang diraup CDIA tersebut menyusut 70,2% YoY dari laba bersih periode tahun lalu sebesar US$28,17 juta.

Menilik neraca keuangan, aset CDIA per akhir Maret 2026 naik 9% year to date (YtD) menjadi sebesar US$1,90 miliar. Total liabilitas perseroan meningkat 26,1% YtD menjadi US$766,44 juta, sedangkan total ekuitas menurun 0,1% YtD menjadi sebesar US$1,13 miliar.

Rapor Hijau Keuangan Emiten Prajogo Pangestu Kuartal I/2026

BREN

PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) membukukan laba bersih sebesar US$43,01 juta atau sekitar Rp728,98 miliar (kurs Rp16.949 per dolar AS) pada Januari-Maret 2026. Laba bersih tersebut tumbuh dua digit secara tahunan, sejalan dengan pendapatan perseroan yang meningkat.

Melansir laporan keuangan kuartal I/2026 yang tidak diaudit, pendapatan BREN naik 9,8% year on year (YoY) menjadi US$165,16 juta. Mayoritas pendapatan tersebut didapat dari kontrak dengan pelanggan, senilai US$112,46 juta, atau tumbuh 10,1% YoY.

Perinciannya, penjualan listrik naik 15,4% YoY menjadi US$80,16 juta dan penjualan uap terkoreksi tipis 1,1% YoY menjadi US$32,30 juta.

Berikutnya, dari segmen pendapatan sewa operasi BREN membukukan kenaikan 10,2% YoY menjadi US$42,23 juta. Sedangkan dari segmen pendapatan sewa, pembiayaan meningkat 4,4% YoY menjadi US$10,47 juta.

Di sisi lain, BREN juga mencatat sejumlah pos beban, yakni beban depresiasi dan amortisasi naik 10,2% YoY menjadi US$25,75 juta, beban keuangan turun 4,9% YoY menjadi US$27,79 juta, lalu ada beban pajak penghasilan yang meningkat 11% YoY menjadi US$38,61 juta.

Kenaikan sejumlah pos beban yang diikuti dengan pertumbuhan solid pendapatan membuat laba periode berjalan BREN dalam triwulan pertama 2026 naik, tepatnya sebesar 24% YoY dari US$42,40 juta menjadi US$52,57 juta.

Sementara dari sisi bottom line, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih tercatat sebesar US$43,01 juta, meningkat 25,6% dari US$34,24 juta dalam periode yang sama tahun lalu.

Menilik neraca keuangan, BREN per akhir Maret 2026 membukukan kenaikan aset sebesar 1,9% year to date (YtD) sebesar US$3,94 miliar. Jumlah liabilitas perseroan naik 0,7% YtD menjadi US$3 miliar, sedangkan jumlah ekuitas tumbuh 6% YoY menjadi US$936,44 juta.

CUAN

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) membukukan laba bersih sebesar US$5,69 juta sepanjang kuartal pertama 2026. Raihan tersebut sejalan dengan pendapatan perseroan yang melesat dua digit.

Melansir laporan keuangan kuartal I/2026 yang tidak diaudit, CUAN membukukan total pendapatan sebesar US$371,33 juta, atau meningkat 73,6% secara year on year (YoY).

Seluruh core bisnis CUAN mencatat pertumbuhan kinerja. Penjualan batu bara yang berkontribusi paling besar, tumbuh 123,8% YoY menjadi US$129,52 juta. Berikutnya, sektor penambangan juga meningkat 55,8% YoY menjadi US$109,19 juta.

Sementara itu, segmen konstruksi dan rekayasa membukukan kontribusi pendapatan sebesar US$106,43 juta, atau meningkat 54% YoY.

Adapun, ekspansi CUAN melalui anak usahanya, PT Petrosea Tbk. (PTRO) di segmen lini bisnis baru Engineering, Procurement, Construction, and Installation (EPCI) minyak dan gas (migas) lepas pantai sejak kuartal kedua tahun lalu sekarang semakin menunjukkan kontribusinya.

Dalam kuartal pertama 2026, segmen bisnis EPCI minyak bumi dan gas lepas pantai menyumbang pendapatan US$13,59 juta, di mana kuartal satu 2025 lalu masih nihil.

Sementara itu, pendapatan segmen jasa turun 25,5% YoY menjadi US$12,10 juta dan segmen lain-lain mengalami koreksi 23,1% YoY menjadi US$0,50 juta.

Di sisi lain, CUAN juga mencatat kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 59,9% YoY dari US$197,01 juta menjadi US$315,06 juta.

Laba bruto perseroan melonjak 232,6% YoY menjadi US$56,27 juta, sejalan dengan pertumbuhan solid di sisi top line meskipun ada kenaikan signifikan di pos beban pokok pendapatan.

Sementara di sisi bottom line, laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih CUAN tercatat sebesar US$5,69 juta. Raihan laba bersih ini meroket 232,7% dari laba bersih periode sebelumnya sebesar US$1,71 juta.

Menilik neraca keuangan, sampai dengan akhir Maret 2026 CUAN membukukan total aset sebesar US$2,76 miliar atau meningkat 2,5% secara year to date (YtD), Sementara itu, total liabilitas CUAN naik 3,2% YtD menjadi US$2,13 miliar, dan jumlah ekuitas tumbuh tipis sebesar 0,3% YtD menjadi US$628,24 juta.

Rapor Hijau Keuangan Emiten Prajogo Pangestu Kuartal I/2026

PTRO

PT Petrosea Tbk. (PTRO) melaporkan hasil kinerja kuartal I/2026. PTRO mencetak laba bersih US$1,38 juta atau setara Rp23,54 miliar (kurs Jisdor Rp16.231 per dolar AS) sepanjang 3 bulan pertama 2026.

Berdasarkan laporan keuangan per akhir Maret 2026, PTRO mencetak pendapatan sebesar US$284,13 juta atau setara Rp4,82 triliun. Pendapatan ini meningkat 84,24% secara tahunan (yoy) dari sebesar US$154,21 juta.

Pendapatan ini diperoleh PTRO dari pendapatan penambangan sebesar US$140,56 juta, konstruksi dan rekayasa senilai US$106,43 juta, pendapatan jasa senilai US$13,59 juta, dan lain-lain senilai US$9,19 juta.

Berdasarkan pelanggannya, pendapatan PTRO diperoleh dari BP Berau Ltd. senilai US$70,29 juta, PT Freeport Indonesia US$53,6 juta dan PT Kideco Jaya Agung sebesar US$50,86 juta.

Beban usaha langsung PTRO sepanjang kuartal I/2026 juga meningkat menjadi US$247,44 juta, dari sebelumnya sebesar US$138,12 juta. Beban usaha ini naik 79,15% secara tahunan.

Meskipun demikian, laba kotor PTRO tercatat melejit 127,94% menjadi US$36,69 juta, dari sebelumnya sebesar US$16,09 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Alhasil, laba bersih PTRO tercatat naik menjadi US$1,38 juta atau setara Rp23,54 miliar sepanjang kuartal I/2026. Laba bersih ini meningkat 50,54% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$920.000.

Di sisi lain, jumlah aset PTRO juga tercatat meningkat menjadi US$1,60 miliar di akhir Maret 2026, dari US$1,58 miliar di akhir Desember 2026.

Sementara itu, jumlah liabilitas PTRO naik menjadi US$1,29 miliar di 31 Maret 2026, dari sebelumnya US$1,27 miliar di 31 Desember 2025.

Adapun total ekuitas PTRO turun menjadi US$306,55 juta di akhir kuartal I/2026, dari sebelumnya sebesar US$307,45 juta di akhir tahun 2025.

#prajogo-pangestu #barito-pacific #chandra-asri #barito-renewables #petrindo-jaya-kreasi #petrosea #laba-bersih #pendapatan-meningkat #kinerja-keuangan #sektor-petrokimia #energi-terbarukan #pertumbuha

https://market.bisnis.com/read/20260502/192/1970793/rapor-hijau-keuangan-emiten-prajogo-pangestu-kuartal-i2026