Harga Pangan Masih Jadi Pemicu Utama Inflasi April 2026
Harga pangan menjadi pemicu utama inflasi April 2026 yang tercatat mencapai 0,13%. Berikut perinciannya.
(Bisnis.Com) 05/05/26 18:22 212104
Bisnis.com, JAKARTA — Komoditas pangan masih menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan pada April 2026, menandakan tekanan harga kebutuhan pokok belum sepenuhnya mereda meski laju inflasi bulanan mulai melambat.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) terjadi seiring kenaikan harga di seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat kenaikan tertinggi di antara kebutuhan utama masyarakat sebesar 3,06%.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan kelompok pangan menjadi kontributor dominan terhadap inflasi nasional.
"Kelompok tersebut memberikan andil sebesar 0,90% terhadap inflasi tahunan April 2026," ujar Ateng dalam keterangannya, Selasa (4/5/2026).
Komoditas pangan yang paling besar mendorong inflasi tahunan antara lain ikan segar sebesar 0,22%, daging ayam ras 0,20%, beras 0,18%, minyak goreng 0,08%, serta telur ayam ras 0,06%.
Selain itu, tomat, daging sapi, dan jeruk juga tercatat memberi tekanan harga masing-masing sebesar 0,03%.
Di sisi lain, sejumlah komoditas hortikultura justru menahan laju inflasi. Cabai merah menjadi penyumbang deflasi terbesar sebesar 0,13%, diikuti bawang putih 0,09% dan bawang merah 0,07%.
Secara bulanan, inflasi April 2026 tercatat sebesar 0,13%, sedangkan inflasi secara tahunan mencapai 2,42%.
Meski inflasi bulanan relatif terkendali, pergerakan harga pangan masih menunjukkan tekanan struktural, terutama dari komoditas protein hewani dan beras yang memiliki bobot besar dalam konsumsi rumah tangga.
Pada April secara bulanan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru mencatat deflasi sebesar 0,06%, didorong turunnya harga daging ayam ras, cabai rawit, dan telur ayam ras. Namun, harga minyak goreng, tomat, dan beras masih naik dan menjadi sumber tekanan baru.
Kondisi tersebut menunjukkan stabilisasi pangan belum merata antar komoditas. Ketika sebagian harga hortikultura turun karena pasokan membaik, harga pangan strategis lain masih bertahan tinggi.
Situasi ini menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama karena komponen pangan tetap paling cepat dirasakan rumah tangga berpendapatan rendah.
#inflasi-pangan #harga-pangan #inflasi-april-2026 #komoditas-pangan #inflasi-tahunan #inflasi-bulanan #bps-inflasi #kelompok-makanan #harga-beras #harga-minyak-goreng #harga-daging-ayam #harga-telur-ay