Rasio Penyewaan Melonjak, Mitratel (MTEL) Jaga Ruang Ekspansi

Rasio Penyewaan Melonjak, Mitratel (MTEL) Jaga Ruang Ekspansi

Mitratel (MTEL) meningkatkan rasio penyewaan menara menjadi 1,57 kali pada Q1 2026, mendukung pertumbuhan laba di tengah terbatasnya ekspansi organik.

(Bisnis.Com) 10/05/26 10:30 217204

Bisnis.com, JAKARTA — PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) alias Mitratel mulai mengandalkan strategi kolokasi menara untuk menjaga pertumbuhan laba di tengah industri menara telekomunikasi yang semakin matang dan ruang ekspansi organik yang kian terbatas.

Kenaikan tenancy ratio menjadi penopang utama efisiensi sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan dengan margin tinggi.

Tenancy ratio (rasio penyewaan) adalah metrik dalam industri menara telekomunikasi yang menunjukkan rata-rata jumlah penyewa (operator seluler) pada setiap menara yang dimiliki. Angka ini dihitung dengan membagi total jumlah penyewaan (tenants) dengan total jumlah menara (sites).

Berdasarkan data perseroan, tenancy ratio Mitratel naik menjadi 1,57 kali pada kuartal I/2026. Peningkatan itu ditopang pertumbuhan kolokasi sebesar 11,3% secara tahunan menjadi 23.006 unit.

Kenaikan tenancy ratio tersebut dinilai menjadi indikator penting di tengah industri menara yang mulai memasuki fase konsolidasi. Alih-alih agresif membangun menara baru, operator kini lebih fokus mengoptimalkan utilisasi aset eksisting untuk menjaga profitabilitas.

Analis Panin Sekuritas Aqil Triyadi menilai strategi kolokasi memberi kualitas pertumbuhan yang lebih sehat bagi perusahaan menara karena tambahan tenant dapat meningkatkan pendapatan tanpa diikuti lonjakan biaya operasional yang signifikan.

“Untuk perusahaan menara yang sudah mature, kuncinya bukan lagi semata-mata menambah jumlah tower secara agresif, tetapi bagaimana aset yang sudah ada bisa menghasilkan pendapatan lebih besar. Ketika tenancy ratio naik, incremental revenue dari tenant tambahan biasanya memiliki margin yang lebih tinggi,” ujar Aqil, dikutip Minggu (10/5/2026).

Dia menambahkan peluang pertumbuhan tenancy ratio masih terbuka seiring ekspansi layanan fixed wireless access (FWA) melalui program Internet Rakyat.

Menurutnya, operator FWA seperti MyRepublic dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) membutuhkan percepatan pembangunan jaringan sehingga lebih efisien menyewa menara eksisting ketimbang membangun infrastruktur baru.

“Kolaborasi antara penyedia menara dan ekosistem FWA hanya soal waktu karena mereka butuh akselerasi dengan biaya yang lebih murah,” katanya.

MTEL memiliki posisi yang relatif diuntungkan dalam menangkap peluang tersebut. Lebih dari 59% portofolio menara perseroan berada di luar Pulau Jawa, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), yang masih menjadi fokus perluasan jaringan operator seluler.

Hingga akhir Maret 2026, MTEL mengelola 40.327 menara atau tumbuh 1,9% secara tahunan. Di saat pertumbuhan jumlah menara mulai melambat, peningkatan kolokasi dinilai menjadi strategi yang lebih efektif untuk menjaga pertumbuhan pendapatan dan laba.

Pada kuartal I/2026, MTEL membukukan pendapatan Rp2,29 triliun atau naik 1,4% secara tahunan. Sementara itu, laba bersih tumbuh lebih tinggi sebesar 3,6% menjadi Rp545 miliar, dengan EBITDA margin tetap tinggi di level 82,7%.

Selain bisnis menara, perseroan juga memperkuat jaringan fiber optic yang tumbuh 17,3% menjadi 72.842 kilometer billable length untuk mendukung kebutuhan kapasitas jaringan dan pengembangan layanan 5G.

#menara-telekomunikasi #rasio-penyewaan #mitratel-mtel #kolokasi-menara #tenancy-ratio #pertumbuhan-laba #industri-menara #ekspansi-organik #operator-seluler #pertumbuhan-kolokasi #konsolidasi-industri

https://market.bisnis.com/read/20260510/192/1972797/rasio-penyewaan-melonjak-mitratel-mtel-jaga-ruang-ekspansi