Pemodal Jepang Siap Investasi US$1,4 Miliar di Sektor Farmasi, Bangun Industri Bahan Baku Obat
Pemodal Jepang investasi US$1,4 miliar di farmasi Indonesia untuk produksi bahan baku obat, kurangi impor dari China dan India, dukung sektor kesehatan.
(Bisnis.Com) 13/05/26 10:20 219855
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tengah memfasilitasi rencana investasi asing asal Jepang senilai US$1,4 miliar di sektor farmasi untuk membangun industri bahan baku obat atauactive pharmaceutical ingredients(API) di Indonesia.
Langkah itu ditempuh di tengah tingginya ketergantungan industri farmasi nasional terhadap impor bahan baku dari China dan India.
Direktur Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Cahyo Purnomo mengatakan investasi tersebut menjadi bagian dari prioritas pemerintah dalam memperkuat sektor kesehatan nasional sekaligus mendorong transformasi industri farmasi domestik.
Menurutnya, pemerintah saat ini tidak hanya mengejar peningkatan investasi di sektor manufaktur tradisional seperti otomotif dan elektronik, tetapi juga mulai mengarahkan investasi asing ke sektor kesehatan yang dinilai strategis.
“Pemerintah sudah memberikan panduan bagaimana sektor kesehatan juga memiliki peran penting, di antaranya melalui berbagai proses transformasi,” kata Cahyo dalam seminar Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bersama Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Dia menjelaskan investasi jumbo dari Jepang itu diarahkan untuk memperkuat produksi API di dalam negeri. Selama ini, industri farmasi Indonesia masih bergantung pada pasokan impor bahan baku obat dari China dan India.
Pemerintah pun berupaya menarik lebih banyak investor Jepang agar memperluas portofolio investasinya ke sektor farmasi, alat kesehatan, hingga layanan kesehatan.
Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai insentif fiskal maupun nonfiskal. Insentif fiskal mencakup tax holiday, tax allowance, hingga berbagai keringanan pajak khususnya di kawasan ekonomi khusus (KEK).
Sementara itu, insentif nonfiskal berkaitan dengan kemudahan perizinan usaha dan dukungan administratif lainnya bagi investor.
Cahyo menambahkan sektor kesehatan kini menjadi salah satu prioritas investasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal itu sejalan dengan target pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8% dalam beberapa tahun mendatang.
Dia menyebut realisasi investasi Indonesia pada 2025 mendekati US$120 miliar. Adapun target investasi tahun ini ditingkatkan menjadi US$136 miliar dan dipatok mencapai US$213 miliar pada 2029.
Khusus sektor kesehatan, realisasi investasi pada 2025 tercatat mencapai US$574 juta atau menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Jepang pun menjadi salah satu investor terbesar di sektor kesehatan Indonesia setelah Singapura dan Korea Selatan.
#investasi-farmasi #bahan-baku-obat #industri-farmasi-indonesia #investasi-jepang #sektor-kesehatan #active-pharmaceutical-ingredients #ketergantungan-impor #transformasi-industri-farmasi #insentif-fis