Ikhtiar Medco (MEDC) Memperkuat Ketahanan Energi Nasional
Medco Energi memperkuat ketahanan energi nasional dengan meningkatkan produksi migas, mengembangkan proyek gas strategis, dan ekspansi energi terbarukan.
(Bisnis.Com) 21/05/26 12:26 227484
Bisnis.com, JAKARTA — Berawal dari perusahaan kontraktor pengeboran pertama di Indonesia, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) kini telah bertransformasi menjadi salah satu pemain utama di sektor energi nasional.
Dengan portofolio bisnis utama yang beragam, mulai dari minyak dan gas bumi (migas), kelistrikan, hingga pertambangan tembaga dan emas, emiten energi afiliasi Keluarga Panigoro itu turut andil dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Selama hampir 5 dekade beroperasi secara komersial di Indonesia atau tepatnya pada 13 Desember 1980, Medco Energi saat ini memasok sekitar 21% kebutuhan migas nasional.
“Minyak dan gas tetap menjadi tulang punggung utama kami, dengan produksi operasional lebih dari 350.000 barel setara minyak per hari,” kata Direktur dan CEO Medco Energi Roberto Lorato dalam Global Executive Talk bertema The End of Easy Energy: The New Reality of Oil and Gas pada 50th IPA Convex 2026, Rabu (20/5/2026).
Di sisi lain, imbuhnya, gas saat ini menyumbang lebih dari 70% portofolio perusahaan, sejalan dengan posisi sumber energi itu yang dinilai mampu menggantikan batu bara sekaligus mendukung kestabilan energi terbarukan.
“Tugas kami sebenarnya tidak berubah, menyediakan energi dan sumber daya alam yang terjangkau, andal, dan semakin berkelanjutan. Yang berubah adalah tingkat kesulitannya. Karena itu, kami harus tetap fokus pada eksekusi yang sempurna melalui penerapan teknologi maju, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan [artificial intelligence/AI] untuk mengoptimalkan operasi,” ujar Roberto.
Terlebih, Medco juga telah berkomitmen memperkuat ketahanan energi nasional dengan meningkatkan produksi migas hingga 18%, pengembangan proyek gas strategis, ekspansi ketenagalistrikan, dan pertumbuhan energi terbarukan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam IPA Convex 2026 yang mengusung tema 50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth, yang menekankan pentingnya kemitraan jangka panjang dalam membangun sektor energi Indonesia dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Kemudian, dalam sesi diskusi bertema MedcoEnergi Today: Value. Focus. Growth, Senior VP Business Support MedcoEnergi, Iwan Prajogi menegaskan bahwa perseroan berada pada posisi yang kuat untuk terus berkontribusi pada kebutuhan energi Indonesia.
Hal itu setidaknya terlihat dari produksi migas Medco yang pada kuartal I/2026 mencapai sebesar 170.000 barel setara minyak per hari (boepd) atau naik sekitar 18% dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar 156.000 boepd.
“Produksi migas pada Kuartal Pertama 2026 meningkat signifikan dibandingkan total produksi 156.000 boepd pada 2025. Semua proyek pengembangan berjalan sesuai jadwal,” kata Iwan.
Kendati demikian, Iwan menegaskan bahwa keberlanjutan pasokan energi membutuhkan eksekusi proyek yang disiplin, portofolio yang seimbang, serta kemitraan yang kuat antara pelaku industri, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Lima dekade kemitraan energi Indonesia menjadi fondasi penting untuk melangkah ke era pertumbuhan berikutnya. Medco Energi berkomitmen untuk terus mengambil peran melalui pengembangan proyek yang terukur, andal, dan mendukung ketahanan energi nasional,” tuturnya.

Sebagai gambaran, Iwan memaparkan, di Sumatra Selatan pengembangan gas terus berlanjut. Corridor PSC berproduksi penuh di bawah kepemilikan 70%, sementara Sakakemang PSC bergerak menuju FID pada kuartal III/2026 dengan produksi perdana ditargetkan pada 2027.
Sementara itu di Sulawesi, Senoro Phase 2A ditargetkan beroperasi penuh pertengahan tahun ini. Di tingkat regional, Bualuang Phase-1 di Thailand dijadwalkan onstream pada kuartal II/2026. Perusahaan juga memperluas peran strategis melalui operatorship Cendramas PSC di Malaysia yang akan efektif pada September 2026.
Di sektor ketenagalistrikan, Ijen Geothermal bersiap memasuki Phase 2 dengan penambahan 35 MW menuju kapasitas 70 MW. Ekspansi Batam IPP berproses menuju 300 MW, dan Sumbawa Solar PV 26 MWp yang saat ini berada dalam tahap pengkajian potensi ekspansi.
Dengan energi terbarukan kini menyumbang 26% dari total kapasitas terpasang, perseroan berada pada jalur menuju target 30% pada 2030.
Medco Energi menargetkan produksi 165.000—170.000 boepd dan penjualan listrik 4.550 GWh pada 2026. “Semua proyek sudah berjalan, dan melalui pendekatan yang disiplin dan terukur, MedcoEnergi berkomitmen untuk terus berkontribusi pada ketahanan energi nasional sekaligus mendukung transisi energi secara berkelanjutan,” kata Iwan.
Dari sisi keberlanjutan ini Medco Energi meraih peringkat MSCI ESG “AAA” yang menempatkan perseroan dalam kelompok 11% perusahaan global di sektor Oil & Gas Exploration & Production yang meraih peringkat tertinggi dari MSCI.
Memastikan Ketersediaan Gas Bumi
Adapun, Medco Energi kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan energi domestik melalui penandatanganan sejumlah kesepakatan komersialisasi gas bumi pada ajang IPA Convex ke-50.
Kesepakatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Medco Energi untuk memastikan ketersediaan pasokan gas bumi bagi pemenuhan kebutuhan energi di Indonesia.
Untuk Blok Sakakemang, Medco E&P Sakakemang B.V., mewakili mitra KKKS Wilayah Kerja Sakakemang serta sebagai penjual gas bagian negara, menandatangani kerangka Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Atau PGN dan PT Pertamina Patra Niaga.
Volume penjualan gas mencapai total 159 TBTU untuk periode 2027–2037 dengan estimasi nilai sekitar US$1,296 miliar. Pengembangan Lapangan Sakakemang direncanakan terkoneksi dengan Wilayah Kerja (WK) Corridor yang dioperasikan oleh Medco E&P Grissik Ltd. guna mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas domestik yang telah tersedia.
Pada kesempatan yang sama, Medco Energi melalui afiliasinya, Medco E&P Grissik Ltd., mewakili para mitra Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Kerja Corridor, juga menandatangani Amandemen Keempat Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PGN.
Amandemen tersebut mencakup perpanjangan penyaluran gas bumi dari Blok Corridor untuk kebutuhan Bahan Bakar Gas (BBG) di wilayah Sumatra Selatan, Riau, Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat sesuai dengan alokasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebesar 4 BBtud hingga 2030.
“Rangkaian kesepakatan ini mencerminkan komitmen Medco Energi untuk terus mendukung pemanfaatan gas bumi bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan lapangan, optimalisasi infrastruktur, dan kerja sama dengan berbagai pihak,” kata Ronald Gunawan, Direktur & Chief Operating Officer Medco Energi.
#medco-energi #ketahanan-energi #energi-nasional #minyak-dan-gas #produksi-migas #energi-terbarukan #portofolio-energi #gas-bumi #proyek-gas #ekspansi-ketenagalistrikan #pertumbuhan-energi #kemitraan-e