Telkomsel Selektif Gelar 5G di Tengah Pelemahan Rupiah
Telkomsel fokus investasi pada 5G, AI, dan serat optik di tengah pelemahan rupiah, dengan pengembangan 5G selektif dan berbasis kebutuhan untuk pengalaman pelanggan.
(Bisnis.Com) 30/05/26 14:40 235696
Bisnis.com, JAKARTA — PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) menjadikan pengembangan 5G, artificial intelligence (AI), dan serat optik sebagai fokus utama investasi pada tahun ini di tengah pelemahan nilai rupiah.
Berdasarkan data TradingView, nilai tukar rupiah ditutup melemah sebesar 0,53% ke posisi Rp17.879 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan offshore, Jumat (22/5/2026).
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi mengatakan perusahaan tetap berfokus menghadirkan layanan yang berdampak langsung terhadap pengalaman pelanggan.
Fokus tersebut dilakukan melalui penguatan konektivitas broadband, pengembangan 5G yang lebih selektif dan berbasis kebutuhan, serta pemanfaatan AI untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional.
“Untuk 5G, arah pengembangannya bukan sekadar memperluas cakupan, tetapi memastikan implementasinya relevan di area dengan kebutuhan tinggi dan melayani use case yang nyata,” kata Fahmi kepada Bisnis pada Jumat (29/5/2026).
Saat ini Telkomsel telah menghadirkan layanan 5G di lebih dari 107 kota/kabupaten dengan lebih dari 6.380 BTS 5G. Fahmi menambahkan Telkomsel terus memperkuat pemanfaatan 5G untuk mendukung berbagai platform AI yang relevan dalam keseharian, seperti Sacred Octagon, ChatGPT, hingga SISCAMLING.
Di saat yang sama, AI juga diprioritaskan untuk memperkuat otomasi jaringan, personalisasi layanan, dan respons layanan pelanggan yang lebih cepat melalui kapabilitas seperti Autonomous Network, Veronika, serta integrasi fitur berbasis AI di MyTelkomsel.
Sementara itu, lanjut Fahmi, penguatan jaringan serat optik tetap penting sebagai fondasi konektivitas rumah, konvergensi fixed-mobile, dan backbone digital jangka panjang. Hal itu sejalan dengan strategi investasi yang lebih disiplin dan tetap diarahkan pada bisnis inti konektivitas digital.
Ke depan, Fahmi menilai peluang pertumbuhan terbesar masih berasal dari layanan digital connectivity, terutama mobile broadband, fixed broadband/fiber, dan layanan konvergensi yang memungkinkan pelanggan tetap terhubung secara seamless baik di rumah maupun saat berada di luar rumah.
Dari sisi bisnis, kondisi tersebut tercermin dari kontribusi digital business yang telah mencapai lebih dari 95% terhadap pendapatan mobile, pertumbuhan trafik data sebesar 15% secara tahunan, serta penetrasi layanan konvergensi yang telah mencapai sekitar 59%.
Selain itu, peluang pertumbuhan juga dinilai kuat pada pengembangan AI-driven services dan enterprise digital solutions, termasuk konektivitas, cybersecurity, dan solusi berbasis data yang semakin dibutuhkan pelaku usaha maupun industri.
“Pada prinsipnya, selain berupaya mewujudkan ekspansi yang setara dan merata, kami pun terus mendorong pertumbuhan yang lebih disiplin, berbasis kualitas, dan diarahkan pada aspek yang manfaatnya paling nyata bagi pelanggan serta paling sehat secara bisnis dalam jangka panjang,” ujar Fahmi.
#5g-telkomsel #pengembangan-5g #ai-telkomsel #serat-optik #pelemahan-rupiah #konektivitas-broadband #layanan-5g #bts-5g #platform-ai #otomasi-jaringan #personalisasi-layanan #jaringan-serat-optik #mobi