Mastel Siapkan Peta Jalan Nasional untuk Perangi Disinformasi Digital
Mastel merumuskan Peta Jalan Nasional untuk melawan disinformasi digital, dengan dukungan Inggris, guna menjaga stabilitas demokrasi dan kohesi sosial.
(Bisnis.Com) 20/06/26 19:50 255350
Bisnis.com, JAKARTA — Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) merumuskan strategi penanganan risiko sistemik disinformasi digital melalui penyelenggaraan PIMHIE International Learning Showcase di Jakarta.
Keduanya tengah menyusun Policy Paper serta Peta Jalan Nasional (National Roadmap) untuk membangun ekosistem informasi yang sehat. Upaya integratif tersebut dirancang untuk meredam penyebaran konten manipulatif terorganisasi, sekaligus mengantisipasi lonjakan penetrasi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mengancam stabilitas demokrasi dan kohesi sosial di tingkat nasional maupun regional.
Ketua Umum MASTEL, Sarwoto Atmosutarno, menyatakan gangguan informasi merupakan tantangan masif yang tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Penguatan ketahanan siber di dalam negeri menuntut adanya integrasi visi yang kuat dari seluruh elemen ekosistem digital.
"Policy Paper yang dihasilkan melalui Program PIMHIE merupakan hasil proses kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi upaya memperkuat ketahanan informasi di Indonesia," ujar Sarwoto dikutip, Sabtu (18/6/2026).
Urgensi penataan ruang digital ini didukung oleh Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO). Deputy Head of FCDO British Embassy Jakarta, Matthew Perrement, menilai pembenahan tata kelola informasi harus menyentuh akar operasional dari penyebaran hoax itu sendiri. Menurutnya, laju disinformasi kini telah berevolusi menjadi tantangan global yang kian rumit.
"Perlu pemanfaatan teknologi, penguatan instrumen hukum, pendidikan publik, serta dukungan terhadap jurnalisme yang berkualitas. Langkah-langkah tersebut perlu dilakukan secara proporsional agar tetap menjaga prinsip keterbukaan, kebebasan berekspresi, dan nilai-nilai demokrasi," kata Matthew.
Di sisi lain, derasnya arus informasi digital diakui memicu krisis kepercayaan baru di tengah masyarakat. Country Director BBC Media Action Indonesia and Pacific, Rachael McGuin, mengungkapkan fenomena penurunan kepercayaan publik ini menjadi agenda krusial yang juga melanda kawasan Asia Tenggara.
Menanggapi situasi tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital mempercepat perumusan benteng regulasi guna mengawal pemanfaatan teknologi baru.
Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kemkomdigi, Molly Prabawaty, yang hadir mewakili Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, menggarisbawahi bahwa kehadiran AI generatif bertindak sebagai pisau bermata dua di industri media.
Kemampuan AI untuk menghasilkan dan menyebarkan konten manipulatif dalam skala besar menuntut respons yang lebih komprehensif dan kolaboratif.
“Karena itu, pemerintah terus memperkuat berbagai upaya, mulai dari penyusunan pedoman etika AI, hingga peningkatan kerja sama dengan platform digital dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga integritas informasi di ruang digital," jelas Molly.
Riset terbaru dari BBC Media Action menunjukkan media arus utama masih menjadi tumpuan utama dengan tingkat kepercayaan publik mencapai 71%, berbanding jauh dengan figur influencer yang hanya meraup 32%. Kendati demikian, mayoritas jurnalis di Indonesia mulai mencemaskan dampak AI terhadap penurunan kualitas jurnalistik dan potensi hilangnya lapangan kerja apabila tidak segera disertai standarisasi operasi yang jelas.
Guna merespons dinamika tersebut, Neil R. Tobing mempresentasikan dokumen Indonesia’s National Roadmap on Addressing Disinformation. Dokumen taktis ini merekomendasikan lima pilar utama, meliputi akselerasi literasi digital, penguatan jaringan cek fakta, jurnalisme berkualitas, pengetatan tata kelola platform digital, hingga komitmen keberlanjutan riset berbasis bukti nyata.
#mastel #disinformasi-digital #peta-jalan-nasional #ekosistem-informasi #penetrasi-teknologi #kecerdasan-buatan #ketahanan-siber #kolaboratif #tata-kelola-informasi #hoax #jurnalisme-berkualitas #krisi