Paviliun Indonesia di COP30 Resmi Dibuka, Tawarkan Potensi Karbon 90 Juta Ton

Paviliun Indonesia di COP30 Resmi Dibuka, Tawarkan Potensi Karbon 90 Juta Ton

Paviliun Indonesia di COP30 Belem dibuka, tawarkan 90 juta ton karbon berkualitas senilai US$7,7 miliar

(Bisnis.Com) 11/11/25 12:36 34964

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup secara resmi membuka Paviliun Indonesia pada konferensi iklim PBB COP30 di Belem, Brasil. Karbon berkualitas dengan volume 90 juta ton dengan potensi nilai US$7,7 miliar di paviliun tersebut.

Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo, yang hadir dan membuka secara resmi Paviliun Indonesia, menyampaikan bahwa paviliun tersebut akan menjadi pusat kegiatan diskusi, pertemuan bilateral, presentasi program, dan kolaborasi internasional dalam sebelas hari ke depan.

“Kami membuka seluas-luasnya kesempatan bagi berbagai pihak untuk berpartisipasi,” ujar Hashim pada Senin (10/11/2025) waktu setempat, dikutip dari siaran pers.

Lebih lanjut, Hashim menyampaikan harapannya agar kehadiran Paviliun Indonesia dapat menjadi sarana memperkuat kontribusi Indonesia dalam aksi iklim global.

“Kami berharap Indonesia Pavilion dapat menjadi ruang representasi kontribusi Indonesia bagi dunia, serta memperkuat posisi kita dalam aksi iklim global,” terang Hashim.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq dalam sambutannya mengemukakan bahwa Paviliun Indonesia adalah wujud konkret komitmen nasional dalam menghubungkan ambisi global dengan aksi nyata di tingkat tapak.

“Kami tidak hanya hadir untuk bernegosiasi, tetapi untuk menunjukkan bahwa Indonesia siap menjadi jembatan hijau dunia yang menghubungkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat global melalui pasar karbon berintegritas tinggi,” kata Hanif.

Mengusung tema Accelerating Substantial Actions of Net Zero Achievement through Indonesia High Integrity Carbon, Paviliun Indonesia menampilkan lebih dari 50 sesi strategis yang mencakup dialog tingkat menteri, CEO talks, serta forum Seller Meet Buyer yang mempertemukan penjual dan pembeli kredit karbon dari seluruh dunia.

Konsep Seller Meet Buyer ini untuk pertama kalinya dihadirkan dalam sejarah Paviliun Indonesia di COP. Melalui platform ini, Indonesia memfasilitasi transaksi langsung dan transparan dalam kerangka High Integrity Carbon Market Framework, dengan potensi nilai ekonomi mencapai US$7,7 miliar per tahun dan potensi 90 juta ton unit karbon berkualitas (Quality Carbon Units) yang siap diperdagangkan.

“Pasar karbon bukan sekadar transaksi ekonomi. Ini adalah cara kami menegakkan integritas dan membangun kepercayaan dunia terhadap sistem karbon Indonesia,” tambah Hanif.

Selama dua pekan pelaksanaan COP30, Paviliun Indonesia menjadi etalase diplomasi hijau Indonesia yang menampilkan inisiatif lintas sektor dari kehutanan, energi, industri, hingga pengelolaan limbah. Paviliun juga menampilkan kerja sama bilateral dengan mitra strategis seperti Inggris dan The Royal Foundation untuk memperkuat pendanaan hijau dan transfer teknologi rendah emisi.

“Diplomasi lingkungan tidak lagi berhenti di meja negosiasi. Ini saatnya implementasi nyata. Indonesia siap berjalan di garis depan bersama mitra dunia menuju masa depan yang berkeadilan dan rendah emisi,” tambah Hanif.

#indonesia-cop30 #paviliun-indonesia #potensi-karbon #90-juta-ton #konferensi-iklim #aksi-iklim-global #pasar-karbon #transaksi-karbon #diplomasi-hijau #komitmen-nasional #net-zero-achievement #high-in

https://hijau.bisnis.com/read/20251111/651/1927852/paviliun-indonesia-di-cop30-resmi-dibuka-tawarkan-potensi-karbon-90-juta-ton