Gubernur BI Bilang Redenominasi Rupiah Butuh Persiapan Lama

Gubernur BI Bilang Redenominasi Rupiah Butuh Persiapan Lama

Redenominasi akan memperhatikan berbagai aspek, termasuk stabilitas politik, ekonomi, dan sosial, kesiapan hukum, logistik, dan teknologi informasi.

(Bisnis Tempo) 12/11/25 14:32 36382

GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan rencana redenominasi rupiah atau penyederhanaan nilai mata uang tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Ia menyebut, kebijakan tersebut membutuhkan waktu dan persiapan yang matang agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap perekonomian.

“Redenominasi memerlukan timing dan persiapan yang lebih lama. Untuk saat ini, kami lebih fokus menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Perry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu, 12 November 2025.

Bank Indonesia dan pemerintah sebelumnya memasukkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Redenominasi Rupiah ke dalam Program Legislasi Nasional Jangka Menengah 2025–2029. RUU ini merupakan inisiatif pemerintah berdasarkan usulan BI, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kemenkeu 2025–2029 yang diteken Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 3 November 2025. RUU tersebut ditargetkan rampung pada 2027.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, redenominasi bertujuan menyederhanakan jumlah digit rupiah tanpa mengubah daya beli maupun nilai tukar terhadap barang dan jasa. “Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi transaksi, memperkuat kredibilitas rupiah, serta mendukung modernisasi sistem pembayaran nasional,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin, 10 November 2025.

Denny mengatakan pelaksanaan redenominasi akan memperhatikan berbagai aspek, termasuk stabilitas politik, ekonomi, dan sosial, serta kesiapan hukum, logistik, dan teknologi informasi. Ia menambahkan BI tetap berkomitmen menjaga kestabilan nilai rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi selama proses tersebut berlangsung.

“Proses redenominasi akan dirancang secara matang dengan koordinasi lintas lembaga, termasuk pemerintah dan DPR,” ujarnya.

Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi menilai manfaat redenominasi yang disebut akan mempermudah pencatatan keuangan belum terbukti secara empiris. Menurut dia, keuntungan redenominasi lebih bersifat psikologis dan simbolik.

Ia menyoroti risiko yang bisa muncul selama masa transisi. “Ketika uang lama dan baru beredar bersamaan, bisa timbul kebingungan di masyarakat, potensi kesalahan administrasi, bahkan peluang kecurangan,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Minggu, 9 November 2025.

Anastasya Lavenia Yudi berkontribusi dalam penulisan artikel ini

#redenominasi #redenominasi-rupiah #bank-indonesia #bi #perry-warjiyo

https://tempo.co/ekonomi/gubernur-bi-bilang-redenominasi-rupiah-butuh-persiapan-lama-2088851