Kadin Ungkap Proyeksi Perekonomian Jawa Timur Positif pada 2026
Kadin Jatim optimis ekonomi 2026 tumbuh 5,3% didukung konsumsi, investasi, dan ekspor. Inflasi stabil 2-3%, investasi meningkat, dan ekspor positif.
(Bisnis.Com) 01/12/25 13:18 56446
Bisnis.com, SURABAYA – Ketua Umum Kamar Dagang dan Investasi (Kadin) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menyebut pihaknya percaya diri bahwa Jawa Timur akan memasuki tahun 2026 dengan fundamental ekonomi yang sangat solid sekaligus menjadi momentum pertumbuhan untuk semakin menguat.
Ia menjelaskan, angka Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim pada 2026 diproyeksikan bakal menyentuh 5,3%. Prediksi itu sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia untuk ekonomi nasional pada rentang 4,9% hingga 5,7%.
"Pertumbuhan ini didukung oleh konsumsi domestik yang solid, investasi yang meningkat, serta kinerja ekspor yang membaik. Grafik pertumbuhan riil PDRB Jawa Timur 2019-2026 menunjukkan, pada tahun 2020 kita mengalami kontraksi akibat pandemi. Namun, pemulihan berlanjut hingga proyeksi 2026 mendekati level pra-pandemi," kata Adik, Senin, (1/12/2025).
Kadin Jatim juga memperkirakan besaran inflasi pada 2026 cenderung stabil pada kisaran 2%–3%. Diprediksi pula, daya beli masyarakat pun tetap terjaga dan kuat.
"Meski demikian, potensi kenaikan harga komoditas pangan menjelang hari raya akan tetap diwaspadai, misalnya harga telur, minyak goreng, dan tarif angkutan yang historis melonjak saat Nataru. Secara keseluruhan, inflasi Jatim 2026 diyakini terkendali dan tidak menjadi ancaman terhadap daya beli masyarakat," ucap dia.
Sementara realisasi investasi juga diharapkan dapat melampaui capaian 2025, apalagi dengan berlanjutnya berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) serta kemudahan perizinan yang makin membaik.
Adik menegaskan, dengan keberlanjutan PSN di wilayah Jatim, misalnya pembangunan jalan tol, kawasan industri baru, hilirisasi smelter, serta gencarnya promosi investasi oleh Pemprov Jatim maka realisasi investasi akan meningkat pada 2026.
"Investasi pada sektor manufaktur khususnya menjadi motor penting. Dengan berbagai kemudahan perizinan dan insentif yang disediakan, tren investasi 2026 diproyeksikan naik moderat melampaui capaian 2025, yang dapat menopang ekspansi kapasitas produksi dan penciptaan lapangan kerja baru," ujar Adik.
Sementara pada sektor perdagangan luar negeri, Kadin memproyeksikan aktivitas ekspor Jawa Timur diperkirakan tumbuh positif pada 2026.
Pemulihan negara mitra dagang utama dan manfaat hilirisasi akan menjadi pendorong utama, meskipun impor diproyeksikan juga turut meningkat seiring aktivitas industri.
"Sepanjang 2025, ekspor barang dan jasa tumbuh 6,9% hingga 7,2%, menjadikannya salah satu komponen pendorong pertumbuhan terbesar dari sisi permintaan. Jawa Timur juga mempertahankan posisinya sebagai pengekspor perikanan terbesar nasional, dengan komoditas utama seperti udang dan tuna," kata dia.
Komoditas ekspor andalan Jatim cukup beragam, mulai hasil manufaktur, seperti produk olahan makanan, bahan kimia, tekstil, hingga produk logam, hingga hasil pertanian dan perikanan.
Bahkan, Jawa Timur tercatat pengekspor perikanan terbesar nasional, di mana pada 2022 ekspor perikanan Jatim mencapai 381 ribu ton (tertinggi se-Indonesia) dengan komoditas unggulan udang (84,6 ribu ton) dan ikan tuna (54,2 ribu ton).
Investasi menjadi salah satu pilar penting pertumbuhan 2026. Pada Semester I-2025 saja, realisasi investasi telah mencapai Rp74,6 triliun dan tumbuh 4,1% (year-on-year/y-o-y).
Dengan kontribusi investasi Jatim mencapai 7,9% terhadap total nasional, Jatim konsisten menjadi salah satu tujuan utama penanaman modal. Pembangunan infrastruktur, perluasan kawasan industri, dan proyek hilirisasi diperkirakan semakin memperkuat tren tersebut di 2026.
Kadin juga membeberkan sektor ketenagakerjaan diperkirakan tetap stabil pada 2026. Dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5%, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berpotensi terjaga pada kisaran 3,5% sampai 4%.
Adik menyebut, pihaknya menyarankan agar peningkatan kualitas sumber daya menjadi salah satu fokus utama karena tingkat pengangguran yang tercatat masih relatif tinggi pada lulusan SMK dan perguruan tinggi.
Oleh sebab itu, penguatan link-and-match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri dapat dijadikan salah satu fokus yang strategis agar pertumbuhan ekonomi pada 2026 dapat inklusif dan mampu menyerap tenaga kerja secara optimal.
"Secara keseluruhan, tren positif yang terlihat dalam tiga tahun terakhir menunjukkan Jawa Timur berada pada jalur yang tepat menuju 2026. Fondasi ekonomi yang kuat, kinerja konsumsi yang stabil, stabilitas harga yang terjaga, penurunan kemiskinan yang berkelanjutan, dan aliran investasi yang meningkat menjadi modal utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan," pungkasnya.
#jawa-timur-ekonomi #proyeksi-ekonomi-jatim #pertumbuhan-ekonomi-jatim #pdrb-jatim-2026 #investasi-jawa-timur #ekspor-jatim-2026 #inflasi-jatim-2026 #proyek-strategis-nasional-jatim #sektor-manufaktur