Airlangga Klaim Ekonomi Digital Indonesia Tak Takut Hambatan Tarif

Airlangga Klaim Ekonomi Digital Indonesia Tak Takut Hambatan Tarif

Indonesia terus memperkuat ekonomi digital melalui kerja sama local currency transaction (LCT) melalui QRIS.

(Bisnis Tempo) 16/10/25 17:46 5879

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim sektor ekonomi digital Indonesia tidak takut terhadap hambatan tarif akibat perang dagang. Airlangga mengatakan potensi nilai sektor ekonomi digital Indonesia saat ini mencapai US$ 150 miliar.

"Kita di sektor digital ini sangat menguasai. Bahkan ekonomi digital kita (nilainya) US$ 150 miliar. Dan ekonomi digital tidak takut terhadap tarif-tarifan,” kata Airlangga dalam acara Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis, 16 Oktober 2025. Dia menyebutkan salah satu indikator perkembangan ekonomi digital adalah bisnis logistik dan pergudangan yang tumbuh 8 persen.

Selain itu, Airlangga mengatakan bahwa Indonesia terus memperkuat ekonomi digital melalui kerja sama local currency transaction (LCT) melalui Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS. Indonesia telah menjalin kerja sama dengan Malaysia, Thailand, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan United Arab Emirates.

Saat ini, kata Airlangga, QRIS telah digunakan oleh 56 juta pengguna. Dia juga mengklaim penggunaan QRIS telah melampaui penggunaan kartu kredit. “Makanya berbagai operator mulai jengah melihat bagaimana kita bisa bergerak cepat,” kata dia.

Pada Agustus lalu, Bank Indonesia telah meluncurkan QRIS lintas negara Indonesia-Jepang. Menurut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, sebanyak 500 ribu turis baik dari Indonesia mapun Jepang tidak perlu lagi menggunakan yen atau rupiah dalam bertransaksi. “Pergi ke mana pun, ke Okachimachi, Donki, Shibuya, ke mana pun, mereka hanya akan membutuhkan handphone untuk menggunakan QRIS,” ucap Perry dalam sambutannya di Jakarta, dikutip dari siaran langsung YouTube Bank Indonesia, Senin, 25 Agustus 2025.

Saat ini, QRIS telah dapat digunakan di Thailand, Malaysia, dan Singapura. Hingga Juni 2025, Bank Indonesia mencatat volume transaksi QRIS antarnegara dengan Thailand mencapai 994.890 transaksi dengan nominal sebesar Rp 437,54 miliar. Kemudian, volume transaksi QRIS Indonesia-Malaysia mencapai 4,31 juta transaksi dengan nominal sebesar Rp 1,15 triliun. Sementara itu, volume transaksi QRIS Singapura-Indonesia mencapai 238.216 transaksi dengan nominal sebesar Rp 77,06 miliar.

#ekonomi-digital #airlangga #qris #perang-dagang #kartu-kredit #tarif

https://tempo.co/ekonomi/airlangga-klaim-ekonomi-digital-indonesia-tak-takut-hambatan-tarif-2080246