#30 tag 24jam
Shopee Super Awards 2025 Bawa Panggung Penghargaan ke Lokasi Para Pemenang, Seru!
Shopee Super Awards 2025 hadirkan konsep seremoni berbeda dengan kehadiran sosok Mr Shopee! - Bagian all [542] url asal
#shopee-super-awards #parade-kurir #ekonomi-digital-indonesia #inews-id-stories
JAKARTA, iNews.id — Suasana penuh kemeriahan kembali mewarnai ajang penghargaan tahunan Shopee Super Awards (SSA) 2025. Tahun ini, Shopee menghadirkan konsep seremoni yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan kehadiran sosok ikonik Mr Shopee.
Lebih spesialnya lagi, kehadiran Mr Shopee bersama iringan parade kurir untuk mengantarkan plakat penghargaan secara simbolis, langsung kepada para pemenang di depan rumah atau kantor mereka membuat momen yang tak terlupakan. Hal ini adalah salah satu bentuk apresiasi bagi para pemenang yang telah menorehkan kontribusi nyata dalam membangun ekosistem Shopee.
Kehadiran Mr. Shopee di lokasi sontak menghadirkan suasana meriah dan penuh kejutan. Karpet oranye digelar, konfeti menghiasi udara, dan sorak kebahagiaan menyambut, menciptakan suasana layaknya seremoni di panggung megah, namun berlangsung secara personal dan intim di tempat para pemenang.
Setiap plakat yang diserahkan juga dipersonalisasi secara eksklusif, mengabadikan nama penerima sebagai simbol perjalanan, dedikasi, dan dampak yang telah mereka ciptakan dalam membangun ekosistem Shopee serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Direktur Eksekutif Shopee Indonesia, Christin Djuarto, menyampaikan “Bagi kami, apresiasi terbaik adalah yang hadir di tempat perjuangan itu bermula," ucapnya.
"Tahun ini, Shopee menghadirkan panggung kehormatan langsung di kediaman para pemenang Shopee Super Awards 2025 untuk merayakan setiap langkah kecil yang telah ditempuh, sekaligus menegaskan bahwa Shopee selalu hadir mendampingi perjalanan mereka. Kami berharap proses pengantaran ini bisa menjadi hal yang berkesan bagi para penerima penghargaan," ujarnya.
Shopee Super Awards 2025: Apresiasi Nyata untuk Mereka yang Bertumbuh Bersama
Kejutan ini tak hanya menjadi simbol apresiasi, tetapi juga menghadirkan momen emosional yang membekas bagi para penerima penghargaan. Para pemenang Shopee Super Awards 2025 dari berbagai kategori merasakan secara langsung makna penghargaan yang hadir dekat dengan perjalanan mereka, sekaligus menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Shopee yang terus membersamai proses pertumbuhan bisnis dan karya mereka.
Salah satunya TNT Beauty Shop, penerima penghargaan Super FMCG Seller, mengungkapkan "Kami sangat bersyukur keuletan tim dan kepercayaan customer benar-benar terbayarkan bersama dengan Shopee. Atas segala dukungannya, kami akan terus tumbuh dan memberikan yang terbaik untuk customer kami."
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh brand kecantikan, Wardah, penerima Super Livestreaming Brand memaknai penghargaan ini fondasi perjalanan ke depannya.
“Kami bersyukur dapat sampai di tahap ini dan meyakini bahwa penghargaan ini menjadi awal sekaligus fondasi baru bagi kami untuk terus berprogres dan menjadi lebih baik kedepannya,” kata perwakilan Wardah.
Tak hanya seller dan brand, apresiasi ini juga menyentuh para kreator yang tumbuh bersama Shopee dalam membangun koneksi dan cerita di setiap konten. Salah satunya, Lila Azminaa, penerima penghargaan Super Lifestyle Live Creator langsung di studionya.
“Penghargaan ini sangat berarti bagi saya dan tim. Seluruh jerih payah dalam membangun personal branding terbayarkan bersama Shopee yang terus hadir sebagai platform yang membuka banyak peluang,” tutur Lila.
Ajang Shopee Super Award 2025 yang mengusung semangat inovasi, pertumbuhan, dan kolaborasi, sekaligus menjadi wujud komitmen #ShopeeAdaUntukSemua dalam mendukung penguatan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Pada tahun ini, Shopee Super Awards 2025 memberikan penghargaan kepada para pemenang dan nominasi dari 42 kategori, yang mencakup berbagai segmen, mulai dari Brand, Seller, UMKM, Logistic Partner, Bank Partner, Seller Mentor, Shopee Shop Partner, Enabler Partner, MCN Partner, Affiliate Creator, Affiliate Celebrity Creator, Live Creator,Video Creator, YouTube Shopping Creator, Creator Lifetime Award - 5 Million Order Club, hingga ShopeeFood Merchant.
Temukan daftar pemenang Shopee Super Awards 2025 dalam 42 Kategori terpilih di Link.
Editor: Anindita Trinoviana
Grab Indonesia 2025: Ketika Platform Digital Jadi Bantalan Sosial dan Pertumbuhan Ekonomi
Grab Indonesia menutup 2025 dengan satu benang merah yang konsisten: menghadirkan kemudahan mobilitas sekaligus memperluas peluang hidup bagi jutaan orang. - Bagian all [1,097] url asal
#grab-indonesia #pertumbuhan-ekonomi #ekonomi-digital #inews-id-stories
JAKARTA, iNews.id - 2025 menjadi penanda penting dalam perjalanan ekonomi digital Indonesia. Di tengah dinamika global yang masih dibayangi ketidakpastian, transformasi teknologi, dan tekanan ekonomi rumah tangga, platform digital bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan telah menjelma menjadi infrastruktur sosial dan ekonomi.
Di antara pemain utama ekosistem ini, Grab Indonesia menutup 2025 dengan satu benang merah yang konsisten: menghadirkan kemudahan mobilitas sekaligus memperluas peluang hidup bagi jutaan orang.
Catatan Akhir Tahun Grab Indonesia 2025 bukan sekadar laporan kinerja korporasi, melainkan refleksi atas bagaimana teknologi, jika dikelola dengan keberpihakan, dapat menjadi pengungkit pemerataan dan inklusi. Dari jalanan kota hingga dapur UMKM, dari mitra pengemudi hingga pelajar penerima beasiswa, perjalanan Grab sepanjang 2025 merekam kisah tentang ekonomi yang bergerak dari bawah.
Ekosistem yang Sentuh Seperempat Indonesia
Industri transportasi dan pengantaran online kini menyumbang sekitar 2 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional. Dalam lanskap tersebut, Grab berkontribusi sekitar 50 persen di industri ride-hailing. Namun angka yang paling mencolok adalah satu dari empat masyarakat Indonesia kini berinteraksi dengan Grab, baik sebagai pengguna maupun sebagai mitra pengemudi dan merchant. Artinya, platform ini telah menjadi bagian dari keseharian jutaan keluarga Indonesia.
Di tengah realitas ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, Grab menjadi ruang baru bagi mereka yang kehilangan pekerjaan, terpinggirkan oleh usia, atau terkendala akses pendidikan.
Data internal Grab 2025 menunjukkan bahwa lebih dari separuh mitra pengemudi berusia di atas 36 tahun, bahkan mayoritas di atas 45 tahun, kelompok usia yang kerap menghadapi diskriminasi di pasar kerja formal. Sekitar 69 persen mitra hanya berpendidikan SMA/SMK, dan hampir separuhnya sebelumnya tidak memiliki sumber penghasilan tetap.
Yang paling menyentuh adalah peran perempuan. Sebanyak 182.500 mitra pengemudi Grab adalah perempuan, sebagian besar ibu tunggal dan tulang punggung keluarga. Bagi mereka, fleksibilitas bukan sekadar fitur, melainkan kebutuhan hidup.
UMKM: Mesin Ekonomi yang Diperkuat Digital
Sepanjang 2025, Grab terus menegaskan perannya sebagai akselerator UMKM. Delapan dari sepuluh merchant GrabFood adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Di GrabMart, lebih dari separuh merchant berasal dari UMKM lokal. Sejak 2020 hingga 2024, ekosistem merchant Grab telah menciptakan sekitar 4,6 juta lapangan kerja. Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan di tengah keterbatasan sektor formal.
Program Kota Masa Depan menjadi salah satu wajah kolaborasi ini. Melalui enam rangkaian workshop pelatihan UMKM yang menjangkau 16 kota tier-2 dan tier-3, Grab mendorong pelaku usaha lokal untuk tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas lewat digitalisasi. Di kota-kota yang sering luput dari sorotan ekonomi nasional, teknologi justru membuka pintu baru bagi pertumbuhan.
Ekosistem Terintegrasi: Mobilitas, Keuangan, dan Kesehatan
Sepanjang 2025, Grab memperkuat ekosistem terintegrasi yang mencakup mobilitas, pengantaran, belanja, layanan finansial, hingga kesehatan. GrabCar, GrabBike, GrabFood, GrabExpress, GrabMart, GrabJastip, hingga GrabHealth dan GrabKios menjadi simpul-simpul yang saling terhubung.
Dalam layanan finansial, sinergi Grab-OVO-Superbank terus berkembang. Digital payment, pembiayaan mikro, hingga akses investasi ritel memperluas inklusi keuangan. Jutaan agen GrabKios di lebih dari 500 kota menjadi ujung tombak layanan keuangan digital, terutama di wilayah yang belum terjangkau perbankan konvensional.
2025: Tahun Aksi Sosial dan Kebangsaan
Tahun ini juga ditandai oleh inisiatif sosial berskala nasional. Program “1080 Grab Indonesia” yang mengusung tema Semua Bisa Berdaya, Semua Bisa Sejahtera melibatkan lebih dari 5.000 mitra pengemudi di 80 kota, dari Aceh hingga Papua. Perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol pengakuan atas peran mitra sebagai penggerak ekonomi rakyat.
Melalui GrabScholar, lebih dari 3.400 pelajar dari 171 kota, mulai dari jenjang SD hingga universitas mendapat akses pendidikan. Program Generasi Campus 2025 menjangkau 15.700 peserta di enam kota, memberi ruang bagi anak muda untuk mengekspresikan passion melalui aksi sosial berkelanjutan.
Di tingkat global, Grab membawa wajah Indonesia ke Times Square lewat penayangan billboard Nasdaq pada Desember 2025, mempromosikan pariwisata dan kuliner Nusantara ke panggung dunia.
Mitra “Naik Kelas”: Dari Ojol ke Peluang Baru
Salah satu narasi terkuat sepanjang 2025 adalah upaya sistematis mendorong mitra untuk “naik kelas”. Melalui program magang GrabRental, sebanyak 1.700 mitra pengemudi ojek online beralih menjadi pengemudi taksi online, dengan peningkatan pendapatan hingga 2,5 kali lipat.
Akses pembiayaan juga diperluas. Sejak 2023, OVO Finansial telah menyalurkan lebih dari Rp6 triliun pendanaan kepada lebih dari 445.000 mitra UMKM dan pengemudi melalui GrabModal. Di ranah kreatif, GrabAcademy bekerja sama dengan Meta melatih mitra pengemudi menjadi content creator dan KOL, membuka sumber pendapatan baru di ekonomi kreator.
Pemberdayaan Perempuan sebagai Fokus Utama
Di sepanjang 2025 ini pemberdayaan perempuan bukan slogan, melainkan agenda nyata. Program Ibu Sudah OKE! (ISO) dari GrabExpress membantu ibu pelaku usaha dengan ongkir flat dan paket pengiriman terjangkau. Komunitas Mompreneur dalam Klub Juragan GrabExpress telah memberdayakan lebih dari 2.000 pelaku usaha perempuan.
Melalui gerakan SERABI (Sekumpulan Perempuan Bisa), Grab memberdayakan lebih dari 1.100 UMKM perempuan di 13 kota, didukung teknologi AI GrabMerchant, akses pembiayaan, dan peluang pendapatan tambahan. Program #MelajuSyantiek sendiri telah menjangkau lebih dari 25.000 mitra pengemudi perempuan—mayoritas ibu tunggal dan mahasiswi yang membutuhkan fleksibilitas kerja.
Kolaborasi dengan Pemerintah: Dari Kesehatan hingga Gizi
Kemitraan dengan pemerintah menjadi elemen kunci sepanjang 2025. Grab bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi mitra pengemudi. Program Kota Masa Depan bersama KemenUMKM telah menjangkau 15 kota dan mendukung lebih dari 200.000 UMKM.
Dalam program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), Grab-OVO mengalokasikan dana CSR lebih dari 1 juta Dolar AS, menjangkau 4.500 murid dan guru di 29 sekolah, serta melibatkan lebih dari 20 UMKM di sembilan kota. Grab juga menjadi institusi swasta pertama yang menjalankan MBG bagi anak berkebutuhan khusus.
Menjaga Integritas Finansial di Era Digital
Di sektor finansial, 2025 menjadi tahun penting bagi penguatan tata kelola. Melalui gerakan GEBUK JUDOL (Gerakan Bareng Ungkap Judi Online), OVO bersama pemerintah memblokir lebih dari 7.000 akun terkait judi online dan menurunkan transaksi ilegal hingga 97 persen.
Inovasi QRIS di ekosistem Grab mencatat lebih dari 40 juta transaksi sepanjang 2025, menandakan adopsi pembayaran digital yang semakin masif. Puncaknya, IPO Superbank mencetak rekor sebagai IPO bank digital terbesar 2025 dengan tingkat oversubscription mencapai 318 kali, pencapaian juga menjadi sinyal kuat kepercayaan pasar terhadap ekosistem digital Indonesia.
Ekonomi Digital yang Berpihak
Menutup 2025, Grab Indonesia menunjukkan bahwa ekonomi digital bukan hanya soal efisiensi dan skala, tetapi juga tentang keberpihakan. Ketika teknologi diposisikan sebagai alat pemberdayaan, dia mampu menjadi bantalan sosial, pembuka peluang, sekaligus penggerak pertumbuhan.
Di tengah perdebatan tentang masa depan kerja, perlindungan sosial, dan regulasi platform, perjalanan Grab sepanjang 2025 menawarkan satu pelajaran penting: kolaborasi antara teknologi, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci agar ekonomi digital tidak meninggalkan siapa pun di belakang.
Jika 2025 adalah tahun konsolidasi, maka tahun-tahun ke depan akan menjadi ujian sejauh mana warisan ini dapat dijaga agar transformasi digital benar-benar menjadi milik semua.
Editor: Anindita Trinoviana
Pajak Ekonomi Digital Terkumpul Rp 44,5 Triliun
Pemerintah sudah mengumpulkan Rp 44,5 triliun pajak digital dari PMSE, kripto dan fintech peer to peer lending atau pinjaman online (pinjol). [404] url asal
#pajak #digital #ekonomi-digital #djp #kripto
(Bisnis Tempo - Ekonomi) 30/12/25 16:20
v/88763/
DIREKTORAT Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak dari sektor usaha ekonomi digital hingga 30 November 2025 mencapai Rp 44,55 triliun. Pajak digital tersebut berasal dari pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE), pajak kripto, pajak fintech peer to peer lending atau pinjaman online (pinjol), dan pajak dari transaksi pengadaan barang dan jasa melalui sistem informasi pengadaan pemerintah (pajak SIPP).
“Realisasi penerimaan pajak digital yang mencapai Rp 44,55 triliun mencerminkan semakin besarnya kontribusi ekonomi digital terhadap penerimaan negara,” ucap Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Rosmauli lewat keterangan resmi yang dikutip Selasa, 30 Desember 2025.
Sampai 30 November 2025, dari seluruh pemungut yang telah ditunjuk, sebanyak 215 PMSE telah melakukan pemungutan dan penyetoran PPN PMSE. Nilai total setoran pajak terbagi atas pajak PMSE dengan total sebesar Rp 34,54 triliun. Terdiri atas setoran Rp 731,4 miliar pada 2020, Rp 3,9 triliun pada 2021, Rp 5,51 triliun pada 2022, Rp 6,76 triliun pada 2023, Rp8,44 triliun pada 2024, serta Rp 9,19 triliun hingga 2025.
Sedangkan penerimaan pajak kripto telah terkumpul sebesar Rp 1,81 triliun. Penerimaan tersebut berasal dari Rp 246,45 miliar penerimaan tahun 2022, Rp 220,83 miliar penerimaan tahun 2023, Rp 620,4 miliar penerimaan 2024, dan Rp 719,61 miliar penerimaan 2025. Penerimaan pajak kripto tersebut terdiri dari pajak penghasilan atau PPh 22 sebesar Rp 932,06 miliar dan PPN dalam negeri sebesar Rp 875,23 miliar.
Pajak fintech juga telah menyumbang penerimaan sebesar Rp 4,27 triliun sampai November 2025. Penerimaan dari pajak fintech berasal dari Rp 446,39 miliar tahun 2022, Rp 1,11 triliun penerimaan tahun 2023, Rp 1,48 triliun penerimaan tahun 2024, dan Rp 1,24 triliun penerimaan tahun 2025. Pajak fintech tersebut terdiri atas PPh 23 atas bunga pinjaman yang diterima wajib pajak dalam negeri (WPDN) dan bentuk usaha tetap BUT sebesar Rp 1,17 triliun dan PPh 26 wajib pajak luar negeri (WPLN) sebesar Rp 724,5 miliar, dan PPN dalam negeri atas setoran masa sebesar Rp 2,37 triliun.
Sedangkan penerimaan pajak atas usaha ekonomi digital lainnya berasal dari penerimaan Pajak SIPP. Sampai November 2025 pajak SIPP terkumpul sebesar Rp 3,94 triliun. Penerimaan dari pajak SIPP tersebut berasal dari Rp402,38 miliar penerimaan tahun 2022, sebesar Rp 1,12 triliun penerimaan tahun 2023, lalu Rp 1,33 triliun penerimaan tahun 2024, dan Rp 1,09 triliun penerimaan tahun 2025.
Kisah Sukses Wirausaha Muda bersama Shopee Dukung Pertumbuhan Ekonomi Digital
Shopee memberikan wadah dan juga sorotan bagi anak muda Indonesia dengan berbagai potensi yang luar biasa. - Bagian all [1,104] url asal
JAKARTA, iNews.id – Di balik setiap bisnis yang tumbuh, di balik jutaan pesanan saat ini, terdapat satu keputusan besar yang dilakukan yakni keberanian untuk memulai. Merintis di usia yang masih muda, menghadapi keterbatasan, ruang sederhana, tantangan, hingga komitmen untuk terus bertahan bukanlah hal mudah.
Untuk menemani dan mendorong pertumbuhan bisnis para penjual, Shopee memberikan wadah dan juga sorotan bagi anak muda Indonesia dengan berbagai potensi yang luar biasa.
Inilah Sukses Berkarya Sebelum 30, rangkuman kisah perjalanan para generasi muda yang berani membuka peluang, berkarya, dan memberi dampak sebelum usia 30 tahun bersama Shopee.
Selama satu tahun ke belakang, lebih dari puluhan pengusaha muda telah disorot melalui artikel maupun video khusus Sukses Berkarya Sebelum 30 yang Shopee persembahkan. Dari berbagai kategori, mulai dari fashion, kecantikan, home and living, kuliner hingga kerajinan lokal, masing-masing menghadirkan kisah yang mewakili wajah baru UMKM Indonesia.
Adi Rahardja, Senior Director of Business Development Shopee Indonesia mengatakan, “Tahun ini kami telah melihat banyak anak muda yang semakin menginspirasi, menjadi wajah baru penggerak ekonomi digital."
Mereka tidak hanya menciptakan produk berkualitas, lanjutnya, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan, menghadirkan kesempatan baru, dan menyalakan harapan bagi banyak orang di sekelilingnya.
"Kami pun bangga bisa menjadi rumah dan teman untuk perjalanan bisnis mereka. Maka dari itu, lewat penayangan video Sukses Berkarya Sebelum 30 yang kami tayangkan di YouTube Shopee Indonesia, dihadirkan sebagai penghargaan untuk mereka, sekaligus ajakan bagi anak muda lain untuk berani mewujudkan mimpi dan mengambil berbagai peluang yang ada," ujarnya.
Memulai bisnis di usia 20-an, tidak ada yang benar-benar siap menghadapi jatuh-bangun pertama dalam bisnis. Dengan latar belakang yang berbeda, mereka memulai langkah pertama dari titik awal yang penuh tantangan.
Prosesnya tidak mudah, dibutuhkan waktu dan langkah awal yang berani untuk melalui uji coba berkali-kali, mencari strategi yang tepat, hingga menemukan solusi bisnis yang mampu membuat bisnis tetap bertahan. Seperti kisah para UMKM muda Shopee yang terukir dalam video singkat berdurasi 2:30 menit ini.
Salah satunya adalah kisah David pemilik Hairum, brand perawatan dan kecantikan lokal yang lahir dari filosofi sederhana bahwa merawat diri dimulai dari rambut. Pada 2022, di usia 22 tahun, ia memulai bisnis bersama saudara dan lima teman terdekat.
Tanpa investor dan tanpa tim besar, mereka hanya memiliki keyakinan bisa membuat produk yang benar-benar peduli terhadap permasalahan rambut. Namun dibalik pertumbuhan, ada masa ketika segalanya terasa berat: salah kirim, ditipu, hingga burnout.
Keraguan sempat hadir, namun titik terang muncul saat semakin banyak pelanggan menemukan produk mereka melalui Shopee, bukan hanya membeli produk, tetapi berbagi cerita, testimoni, dan membangun kepercayaan.
Sementara itu, Sambal Nagih pun membawa kisahnya sendiri. Usaha yang lahir dari keyakinan Anita Hartati bahwa sambal bukan hanya rasa pedas, tetapi rasa rumah, rasa kebersamaan, dan identitas budaya.
Baginya, rasa pedas itu bukan hanya di lidah, tetapi juga dalam berbagai tantangan dan perjalanan bisnisnya: dari proses produksi, pemasaran, hingga memenangkan kepercayaan konsumen di pasar kuliner yang sangat kompetitif.
Sampai akhirnya Sambal Nagih bergabung di Shopee, menjadi jembatan untuk mengantarkan rasa “rumah” ke lebih banyak keluarga di berbagai kota, sambil menjaga cita rasa budaya di tengah modernisasi.
Sementara Susanne Melvina, Intresse menambah warna lain dalam video, yang berangkat dari kecintaan mendalam terhadap tenun. Dari awal, pendirinya percaya bahwa kain bukan sekadar kain, setiap helai menyimpan cerita, warisan budaya, dan harapan untuk generasi berikutnya.
Namun keyakinan itu tidak serta-merta menghapus kekhawatiran tentang pertanyaan: “Masih ada ruang kah untuk tenun di zaman sekarang?”. Di tengah tren fashion modern, ada rasa takut bahwa budaya justru perlahan terlupakan.
Namun kekhawatiran itu pula yang akhirnya menjadi alasan untuk terus bergerak. Bersama Shopee, Intresse menemukan cara baru untuk lebih dekat dengan para pelanggan khususnya generasi muda. Saat ini, produknya bisa terjual dari Aceh hingga Papua.
Ada pula sosok di balik Kacamata Demodas, Priyanto Utomo atau di panggil Tommy yang memulai usaha dengan keyakinan bahwa kacamata tidak hanya membantu orang melihat lebih jelas, tetapi juga tampil percaya diri dengan gaya mereka. Perjalanannya tidak mudah.
Menjual kacamata itu cocok-cocokan: orang ingin mencoba dulu, melihat apakah bentuknya pas di wajah. Belum lagi stigma bahwa brand lokal kacamata sering dianggap sebelah mata.
Di tengah tantangan tersebut, Shopee menjadi ruang baru untuk menunjukkan kualitas: memperkenalkan frame secara live, menjawab pertanyaan real-time, dan memberikan edukasi mengenai kacamata kepada para pelanggan.
Bukipet juga tumbuh dari mimpi besar dan cinta pada hewan. Di usia 25 tahun, Asep Ruswandi memulai bisnis pakaian, mainan, dan perawatan hewan, berangkat dari keyakinan sederhana bahwa hewan peliharaan juga layak mendapat kenyamanan.
Walaupun bisnis ini kerap dipandang sebelah mata dan dianggap sulit untuk mendapatkan panggung, Asep tetap memilih untuk percaya pada mimpinya.
Shopee membuat perjalanan itu menjadi lebih mudah, mempertemukan produknya dengan para pecinta hewan, membuka ruang interaksi yang lebih personal, dan mempercepat kepercayaan konsumen.
Keberhasilan seller muda di Shopee bukan hanya hasil dari produk yang ditawarkan, tetapi juga kemampuan mereka beradaptasi terhadap dunia digital yang terus berubah.
Mereka cepat belajar, mengoptimalkan berbagai kampanye yang dihadirkan Shopee secara efektif, hingga fitur interaktif seperti Shopee Live, Shopee Video, Shopee Affiliate, untuk menjangkau audiens yang lebih luas serta menciptakan pengalaman belanja yang personal dan interaktif.
Dari fase awal yang dipenuhi keraguan dan berbagai eksperimen, kini mereka memasuki tahap pertumbuhan yang lebih matang.
- Hairum kini melihat lebih dari 80 persen penjualannya berasal dari Shopee. Bahkan Hairum menjadi salah satu penjual di kategori Kecantikan yang sukses meraih total penjualan mencapai puluhan ribu produk.
- Sedangkan Demodas, di tahun 2024 sampai 2025, omzet naik hampir 100 persen, disertai peningkatan kapasitas produksi dan penyerapan tenaga kerja baru.
- Sementara Bukipet, mencatat lonjakan pesanan 6x lipat saat 12.12 Birthday Sale 2024 dan menjadi penjual nomor satu di kategori pakaian hewan peliharaan. Dengan 77 persen penjualan berasal dari Shopee
- Saat Kampanye Big Ramadan Sale 2025, Sambal Nagih sukses meningkatkan pesanan hingga 3x lipat dan berhasil memperluas jangkauan ke berbagai daerah di Indonesia.
- Sedangkan Intresse penjualan lewat Shopee Live meningkat 4x lipat pada kampanye Big Ramadan Sale 2025. Langkah besar ini secara efektif memperluas jangkauan dan pangsa pasar Intresse ke taraf nasional baik dari Aceh sampai Papua.
Setiap bulan, jutaan pesanan dari UMKM muda terhubung melalui Shopee. Di balik angka tersebut, terdapat lapangan kerja baru yang tercipta, keluarga yang terbantu, serta mimpi yang kembali mendapatkan ruang untuk berkembang.
Saksikan kisah Sukses Berkarya Sebelum 30 selengkapnya di YouTube Shopee Indonesia untuk melihat bagaimana perjalanan para kreator muda ini membentuk wajah baru kewirausahaan lokal.
“Melalui Shopee, para pelaku usaha muda dapat terhubung langsung dengan pelanggan, berinteraksi secara real-time, membangun kepercayaan, dan memperluas pasar tanpa batas geografis. Karya mereka kini tidak hanya diterima oleh masyarakat Indonesia tetapi juga telah menembus pasar internasional,” tutur Adi.
Untuk menemukan lebih banyak produk lokal berkualitas, kunjungi https://shopee.co.id/m/shopee-pilih-lokal
Editor: Rizqa Leony Putri
MNC Life Dukung Transformasi Keuangan Digital di Mandiri BFN Fest 2025, Perkuat Ekosistem Fintech
AFTECH menggelar perhelatan terbesar tentang ekosistem keuangan digital Indonesia, Mandiri BFN Fest 2025. - Bagian all [637] url asal
#mnc-life #aftech #pandu-sjahrir #fintech #ekonomi-digital #layanan-keuangan
JAKARTA, iNews.id - Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) resmi menggelar perhelatan terbesar tentang ekosistem keuangan digital Indonesia, Mandiri Bulan Fintech Nasional (BFN) Fest 2025. Sejumlah regulator, pelaku industri, investor, akademisi, dan berbagai mitra strategis hadir dalam perhelatan ini.
Kehadiran mereka dalam rangka upaya memperkuat inovasi digital, meningkatkan inklusi keuangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui kolaborasi lintas sektor. Hal itu sesuai dengan tema besar yang diusung yaitu, “From Clicks to Crops, From Code to Concrete: Realizing Inclusive Growth through Trusted Digital Finance Innovation".
Ketua Umum AFTECH, Pandu Sjahrir menuturkan, Mandiri BFN Fest 2025 menandai babak baru penguatan ekosistem fintech Indonesia. Sebagai konferensi dan expo fintech terbesar di Indonesia, penyelenggaraan BFN Fest 2025 merupakan kelanjutan dari dialog strategis yang telah berlangsung dalam FEKDI dan IFSE 2025, yang diselenggarakan Bank Indonesia dan OJK pada awal November.
Pandu menambahkan, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen dan respons positif industri terhadap arahan pemerintah dan regulator dalam upaya memperluas literasi, mendorong inklusi, dan memperkuat fondasi ekonomi digital nasional.
“Fintech bukan hanya soal inovasi, tetapi bagaimana inovasi tersebut memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan sektor riil. Mandiri BFN Fest menjadi ruang kolaborasi terbesar untuk memperluas edukasi, meningkatkan kepercayaan publik, serta memastikan layanan fintech berkembang secara aman, bertanggung jawab, dan berdampak bagi ekonomi,” ujar Pandu di Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Dia memberikan apresiasi kepada OJK, Bank Indonesia, Bank Mandiri sebagai sponsor utama, serta MNC Life dan seluruh mitra lokal dan internasional yang telah berpartisipasi dalam memperkuat ekosistem fintech Indonesia.
“Kolaborasi lintas sektor ini menjadi fondasi untuk memperluas akses layanan keuangan yang lebih murah, tepat guna dan aman, serta memastikan inovasi fintech memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan sektor riil. Bersama, kita bangun ekonomi digital Indonesia yang lebih inklusif, aman, dan berkelanjutan,” katanya.
Salah satu sesi penting dalam rangkaian konferensi ini adalah “From Funds to Fields: Co-Investing Model Driving Productive Growth”, yang membahas bagaimana model co-investing dapat memperkuat pembiayaan produktif dan memperluas dampak ekonomi di sektor riil. Sesi ini menghadirkan para pemimpin industri, seperti Eddi Danusaputro selaku Chairman AMVESINDO; Miguel Soriano, PhD, Senior Upstream Officer, Financial Institutions Group & Country Anchor for Indonesia & Timor-Leste, IFC; Erika Dianasari Go, Partner dari Alpha JWC Ventures; Abiola Jimoh sebagai Co-Founder & Co-CEO, XCHANGEBOX.
Sebagai bagian dari grup keuangan terintegrasi di bawah PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) serta anggota aktif AFTECH, PT MNC Life Assurance (MNC Life) turut mendukung penuh penyelenggaraan BFN 2025 melalui partisipasi aktif dalam sesi diskusi investasi tersebut.
Risye Dilianti, selaku Managing Director Insurance Business Group & President Director MNC Life, yang juga menjabat sebagai Vice Chairman for Non-Fintech Financial Providers & Digital Economy Ecosystem AFTECH, dipercaya menjadi moderator diskusi panel tersebut.
Risye menekankan, peran MNC Life memperkuat dalam menghubungkan inovasi fintech, proteksi digital, dan akses keuangan masyarakat. Risye menegaskan pentingnya kolaborasi investasi untuk mendorong pertumbuhan produktif di berbagai sektor.
"Co-investing bukan hanya strategi pendanaan, tetapi jembatan untuk memperluas kesempatan dan produktivitas. Ketika ekosistem fintech, regulator, dan investor berjalan seirama, manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh dunia usaha dan masyarakat. MNC Life berkomitmen mendukung upaya ini melalui inovasi digital, literasi keuangan, dan produk proteksi yang relevan serta mudah diakses,” kata Risye.
Risye menjelaskan, pendekatan digital-first yang diterapkan MNC Life melalui aplikasi MotionLife menjadi fondasi dalam menjangkau masyarakat dengan produk perlindungan yang sederhana, terjangkau, dan seamless, sejalan dengan perkembangan ekosistem keuangan digital Indonesia.
Mandiri BFN Fest 2025 menghadirkan lebih dari 100 narasumber, 45 booth inovasi fintech, 24 sesi edukasi publik, layanan cek skor kredit SLIK OJK, literasi anti-scam, pelatihan keamanan digital, hingga sesi konsultasi. Acara ini berlangsung pada 10–11 Desember 2025 di The Kasablanka Hall, Jakarta, dan dibuka gratis untuk masyarakat umum, UMKM, hingga korporasi nasional.
Kolaborasi strategis antara AFTECH, regulator, investor, pelaku teknologi, dan perusahaan keuangan seperti MNC Life menegaskan bahwa transformasi digital Indonesia bergerak menuju ekosistem yang inklusif, berintegritas, dan berkelanjutan, selaras dengan visi Indonesia Emas 2045.
Editor: Aditya Pratama
Pajak Ekonomi Digital Terkumpul Rp 43,7 Triliun
Ditjen Pajak mencatat nilai pajak ekonomi digital atas pajak PMSE mencapai 33,88 triliun. [390] url asal
#pajak-ekonomi-digital #ppn #pinjaman-online #kripto #fintech #kementerian-keuangan
(Bisnis Tempo - Ekonomi) 04/12/25 09:05
v/60359/
DIREKTORAT Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat hingga 31 Oktober 2025, penerimaan pajak dari sektor usaha ekonomi digital mencapai Rp 43,75 triliun. Pajak digital tersebut berasal dari pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE), pajak kripto, pajak fintech peer to peer lending atau pinjaman online (pinjol), dan pajak dari transaksi pengadaan barang dan jasa melalui sistem informasi pengadaan pemerintah (pajak SIPP).
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Rosmauli mengatakan pemerintah akan terus mengoptimalkan pajak ekonomi digital agar semakin adil, sederhana dan efektif. “Realisasi Rp 43,75 triliun menegaskan bahwa ekonomi digital telah menjadi salah satu motor penting penerimaan negara,” ujar Rosmauli lewat keterangan resmi, Rabu, 3 Desember 2025.
Nilai total setoran pajak terbagi atas pajak PMSE dengan total sebesar Rp 33,88 triliun. Jumlah tersebut terdiri atas setoran Rp 731,4 miliar pada 2020, Rp 3,9 triliun pada 2021, Rp 5,51 triliun pada 2022, Rp 6,76 triliun pada 2023, Rp 8,44 triliun pada 2024, serta Rp 8,54 triliun hingga 2025.
Sedangkan penerimaan pajak kripto telah terkumpul sebesar Rp 1,76 triliun. Penerimaan tersebut berasal dari Rp 246,45 miliar penerimaan tahun 2022, Rp 220,83 miliar penerimaan tahun 2023, Rp 620,4 miliar penerimaan 2024, dan Rp 675,6 miliar penerimaan 2025. Penerimaan pajak kripto tersebut terdiri dari pajak penghasilan atau PPh 22 sebesar Rp 889,52 miliar dan PPN dalam negeri sebesar Rp 873,76 miliar.
Pajak fintech juga telah menyumbang penerimaan sebesar Rp 4,19 triliun. Penerimaan dari pajak fintech berasal dari Rp 446,39 miliar tahun 2022, Rp 1,11 triliun penerimaan tahun 2023, Rp 1,48 triliun penerimaan tahun 2024, dan Rp 1,15 triliun penerimaan tahun 2025.
Pajak fintech tersebut terdiri atas PPh 23 atas bunga pinjaman yang diterima wajib pajak dalam negeri (WPDN) dan bentuk usaha tetap BUT sebesar Rp 1,16 triliun dan PPh 26 wajib pajak luar negeri (WPLN) sebesar Rp 724,45 miliar, dan PPN dalam negeri atas setoran masa sebesar Rp 2,3 triliun.
Penerimaan pajak atas usaha ekonomi digital lainnya berasal dari penerimaan Pajak SIPP yang sebesar Rp 3,92 triliun. Penerimaan dari pajak SIPP tersebut berasal dari Rp 402,38 miliar penerimaan tahun 2022, sebesar Rp 1,12 triliun penerimaan tahun 2023, lalu Rp 1,33 triliun penerimaan tahun 2024, dan Rp 1,07 triliun penerimaan tahun 2025.
Shopee Rayakan 10 Tahun Berdayakan UMKM, Penjualan Tembus 270 Miliar Dolar AS secara Global
Shopee merayakan ulang tahun yang ke-10 dengan meluncurkan laporan dampak perdananya dan serial dokumenter. - Bagian all [871] url asal
JAKARTA, iNews.id — Shopee, platform e-commerce terkemuka di Asia Tenggara, Taiwan, dan Brasil, merayakan ulang tahun yang ke-10 dengan meluncurkan laporan dampak perdananya ‘Shopee: Satu Dekade Ciptakan Dampak bagi Penjual’, dan serial dokumenter terbarunya, ‘Shopee: Melestarikan Warisan Budaya’.
Kedua inisiatif tersebut menyoroti bagaimana bisnis dan komunitas lokal di seluruh dunia memanfaatkan Shopee dan ekonomi digital untuk berkembang, melestarikan nilai budaya dan meningkatkan kualitas hidup dalam satu dekade terakhir.
Memberdayakan Bisnis Lokal dalam Ekonomi Digital
Sejak diluncurkan pada 2015, Shopee berkomitmen untuk membantu para penjual agar dapat berkontribusi dan sukses dalam ekonomi digital. Selama satu dekade terakhir, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), telah mengembangkan bisnisnya hingga berhasil mencapai lebih dari 270 miliar Dolar AS dalam penjualan di Shopee secara global. Hal ini semakin menegaskan peran transformatif e-commerce dalam mendorong pertumbuhan bisnis dan menciptakan peluang ekonomi.
Setiap tahunnya, semakin banyak penjual yang bergabung dengan Shopee, dengan jumlah UMKM mengalami peningkatan rata-rata dua kali lipat. Sekitar 80 persen para pelaku bisnis tersebut beroperasi di luar ibu kota, memanfaatkan Shopee untuk menjangkau pembeli baru di pasar domestik hingga ke seluruh wilayah lainnya.
Selain memaksimalkan jangkauan akses yang dihadirkan Shopee, para penjual UMKM juga memperkuat keterampilan digital dan kepercayaan diri melalui berbagai sumber edukasi di Shopee.
Hingga saat ini, lebih dari 7,6 juta penjual UMKM telah berpartisipasi di program Shopee University (Kampus Shopee), dimana program ini telah menghadirkan lebih dari 1.500 modul pembelajaran online, dan mengadakan pelatihan langsung di 318 kota di Asia Tenggara dan Taiwan.
Chief Operating Officer Shopee Terence Pang mengatakan, satu dekade terakhir telah menjadi masa penuh perubahan besar, dimana ekonomi digital telah membuka peluang baru bagi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai wilayah.
"Kami sangat berterima kasih kepada komunitas penjual UMKM kami, termasuk penjual yang mengawali perjalanan online mereka bersama kami sejak sepuluh tahun lalu, dan terus bermitra dengan Shopee seiring dengan perkembangan bisnis mereka untuk mencapai kesuksesan yang lebih besar melalui e-commerce," ujarnya.
Membantu UMKM Menjangkau Pasar Lebih Luas dan Tumbuh secara Online
Seiring dengan berkembangnya lanskap digital, penjual UMKM juga sudah makin beradaptasi dengan menggunakan beragam program dan fitur konten dalam ekosistem Shopee untuk menjangkau pembeli secara lebih efektif di ranah online. Fitur-fitur ini termasuk Shopee Live dan Shopee Video, yang memungkinkan penjual terhubung dengan pembeli melalui cara yang lebih interaktif.
Sejak fitur ini diluncurkan, penjual UMKM telah mengalami rata-rata peningkatan pesanan lebih dari 300 persen di Shopee Live setiap tahunnya, membantu penjual meningkatkan interaksi dengan pembeli dan mendorong pertumbuhan penjualan.
Untuk menjangkau pasar lebih luas, penjual yang tidak memiliki pengalaman dalam hal pemasaran ataupun tim khusus dapat memperluas jangkauan audiens melalui program Shopee Affiliate Marketing Solutions (AMS).
Dengan berkolaborasi bersama konten kreator tepercaya dan KOL (Key Opinion Leaders), penjual UMKM telah meningkatkan visibilitas dan penjualan, dimana AMS telah berkontribusi pada peningkatan pesanan hingga 30 persen. Hal ini semakin membuktikan bagaimana fitur yang sederhana serta mudah diakses dapat mendorong pertumbuhan bisnis yang signifikan.
Bagi penjual yang ingin ekspansi ke pasar global, Shopee juga memiliki program Shopee Export Programme (SEP atau Program Ekspor Shopee) yang dapat membuka perluasan akses lintas negara dengan memungkinkan penjual UMKM untuk mendaftarkan produknya di berbagai negara.
Sejak 2018, lebih dari 2,1 juta penjual UMKM di seluruh Asia Tenggara dan Taiwan telah bergabung dengan SEP untuk memperluas jangkauan mereka secara internasional, menunjukkan bagaimana e-commerce terus menciptakan peluang pertumbuhan bisnis secara regional.
Menghubungkan Pengguna dan Komunitas di Seluruh Wilayah
Selama satu dekade terakhir, Shopee telah menghubungkan jutaan pengguna dengan beragam pilihan produk dan layanan sesuai kebutuhan mereka, dimanapun mereka berada.
Hingga saat ini, pengguna di lebih dari 400 kota di Asia Tenggara dan Taiwan secara rutin berbelanja di aplikasi Shopee, dengan lebih dari 140 miliar produk dibeli oleh pengguna yang tinggal di luar ibu kota. Pertumbuhan ini memperjelas bagaimana e-commerce terus meningkatkan kehidupan sehari-hari pengguna dengan menjembatani tantangan geografis dan mendukung akses yang lebih inklusif terhadap ekonomi digital.
Pertumbuhan ekonomi digital juga telah mendukung terciptanya lapangan pekerjaan lokal dan peluang pendapatan setempat di seluruh wilayah. Lebih dari 97 persen karyawan Shopee adalah talenta lokal, sementara lebih dari 23 juta afiliasi dan kreator telah bergabung dengan program Shopee Affiliate untuk menghasilkan pendapatan tambahan.
Sampai saat ini, rata-rata total pendapatan afiliasi telah tumbuh lebih dari 90% setiap tahunnya, membantu individu di berbagai wilayah berkesempatan untuk mendapatkan sumber pendapatan tambahan yang berkelanjutan.
Peluncuran Serial Dokumenter Terbaru ‘Shopee: Melestarikan Warisan Budaya’
Untuk merayakan ulang tahun yang ke-10, Shopee meluncurkan serial dokumenter regionalnya yang berjudul ‘Shopee: Melestarikan Warisan Budaya’. Serial dokumenter ini mengangkat beberapa cerita dari penjual lokal di seluruh Asia Tenggara dan Taiwan, yang kisahnya mencerminkan bagaimana kewirausahaan dan budaya saling beriringan dalam membentuk masa depan digital yang lebih inklusif dan terhubung.
Melalui tujuh tema utama yaitu semangat, tradisi, transformasi, modernisasi, warisan, komunitas dan pemberdayaan perempuan, serial dokumenter ini menyoroti semangat para penjual dalam membangun bisnis mereka secara online, dan di saat yang sama turut berkontribusi dalam melestarikan nilai budaya melalui produknya.
Dalam beberapa hari ke depan, serial dokumenter ini akan hadir dan bisa ditonton melalui YouTube Shopee, sebagai bentuk apresiasi bagi seluruh pihak dan kemitraan yang telah berjalan dalam satu dekade pertama Shopee, sekaligus menjadi semangat bersama yang akan mewarnai perjalanan Shopee berikutnya.
Tonton video pertama dari ‘Shopee: Melestarikan Warisan Budaya’ di YouTube Shopee Indonesia.
Editor: Anindita Trinoviana
FWD Dorong Lebih Banyak Perempuan untuk Berinovasi
Akses pendanaan bagi startup yang dipimpin perempuan masih menjadi hambatan besar yang menghambat pertumbuhan dan inovasi. [412] url asal
#perempuan #fwd #fwd-insurance #un-women #ekonomi-digital
(Bisnis Tempo - Ekonomi) 10/11/25 23:29
v/34496/
FWD Insurance Indonesia bersama UN Women Indonesia dan Kumpul.id mendorong lebih banyak perempuan agar berani berinovasi dan berdaya saing di era ekonomi digital. Dukungan ini dilakukan melalui program InnovateHer Academy 3.0. Kegiatan ini yang kini memasuki tahun ketiga pelaksanaannya.
"Melalui InnovateHer Academy 3.0, kami ingin mendukung para perempuan pendiri startup agar semakin percaya diri dalam menavigasi tantangan dan menumbuhkan bisnis” kata Presiden Direktur FWD Insurance Indonesia, Desy Widjaya dalam peluncuran ‘InnovateHer Academy 3.0’ pada awal November 2025 di Jakarta.
Program ini menjadi wadah pengembangan kapasitas bagi perempuan wirausaha untuk memperkuat inovasi dan kepemimpinan di dunia bisnis.
Tren dunia startup kini bergeser dari model “unicorn” yang berfokus pada pertumbuhan cepat menuju konsep “zebra” yang menyeimbangkan keuntungan dengan dampak sosial dan keberlanjutan. Pergeseran ini menuntut para pendiri startup, terutama perempuan, untuk lebih adaptif dan inovatif dalam mengembangkan bisnisnya. Tujuannya bukan hanya mencapai kesuksesan finansial, tetapi juga menciptakan nilai positif dan kontribusi berkelanjutan bagi masyarakat.
Melalui InnovateHer Academy 3.0, FWD berupaya memberdayakan para perempuan pendiri startup untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan, strategi bisnis, dan kesiapan investasi. “Kami percaya bahwa perempuan memiliki kekuatan untuk mendorong perubahan positif, baik di dunia bisnis maupun di masyarakat," kata Desy.
Menurut laporan The Funding Gap Report oleh UBS (2023), perempuan kini memegang peran penting dalam dunia bisnis dengan sepertiga pemimpin bisnis mapan. Namun, akses pendanaan bagi startup yang dipimpin perempuan masih menjadi hambatan besar yang menghambat pertumbuhan dan inovasi. “Pendanaan untuk perempuan pendiri bisnis 20 persen lebih kurang dari laki-laki, berarti ada beberapa hal yang menghambat tumbuhnya bisnis," kata Faye Wongso, Founder and Chairperson Kumpul.
Menanggapi hal tersebut, Head of Programmes UN Women Indonesia, Dwi Yuliawati, mengibaratkan ekosistem kewirausahaan perempuan seperti akuarium yang harus dijaga keseimbangannya agar tetap sehat dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa perempuan pendiri startup tidak hanya memerlukan akses pendanaan, tetapi juga dukungan berupa penguatan kapasitas, jejaring, dan pendampingan yang sesuai konteks. “Bukan sekadar kesetaraan, tetapi juga keadilan agar setiap perempuan mendapatkan dukungan sesuai potensinya,” tutur Dwi.
Senada dengan hal itu, Faye menegaskan bahwa menjadi perempuan pendiri startup bukanlah hal mudah karena tantangannya berlapis, mulai dari keterbatasan akses pendanaan hingga membangun kepercayaan diri dalam memimpin tim. Melalui program InnovateHer Academy 3.0, sebanyak 78,5 persen dari 26 peserta perempuan merasakan peningkatan signifikan dalam pengetahuan bisnis dan literasi digital. “Bagi kami, ini bukan sekadar data, melainkan bukti nyata bahwa kolaborasi dapat membuka peluang bagi lebih banyak perempuan untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi ekonomi Indonesia,” ujar Faye.
APRILIAN RODO RIZKY
SPayLater Dukung Pertumbuhan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia
SPayLater menegaskan kembali komitmennya untuk mendorong inklusi keuangan digital dengan memperluas akses terhadap layanan kredit. - Bagian all [551] url asal
#inklusi-keuangan #pembiayaan-digital #ekonomi-digital #inews-id-stories
JAKARTA, iNews.id – SPayLater, layanan pembiayaan digital yang menyediakan solusi keuangan inovatif dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia, hari ini menegaskan kembali komitmennya untuk mendorong inklusi keuangan digital dengan memperluas akses terhadap layanan kredit yang bertanggung jawab, fleksibel, dan ramah pengguna.
Melalui berbagai opsi pembayaran cicilan, inisiatif literasi keuangan, dan promosi menarik, SPayLater terus memberdayakan individu untuk mengelola keuangan mereka dengan lebih baik dan berpartisipasi dengan lebih percaya diri dalam ekonomi digital Indonesia yang sedang berkembang.
Dengan program cicilan fleksibel 0 persen hingga 12 bulan dan promosi yang memberikan nilai tambah di berbagai transaksi online, offline, dan QRIS, SPayLater dirancang untuk membantu pengguna mengelola kebutuhan finansial mereka dengan lebih percaya diri dan terkontrol.
Komitmen ini ditegaskan dalam acara Media Gathering: Mendorong Inklusi Keuangan Digital di Indonesia bersama SPayLater, yang diadakan di Jakarta Selatan pada Kamis (30/10/2025).
Acara tersebut menampilkan Anggie Setia Ariningsih, Direktur SPayLater Indonesia, figur publik ternama dan penyanyi, Lyodra, yang juga menjadi wajah kampanye SPayLater, serta Jonathan Febrian, CMO Zalmore, sebagai salah satu Seller yang menggunakan SPayLater. Bersama-sama, mereka berbagi bagaimana solusi keuangan yang inklusif dapat membantu lebih banyak masyarakat Indonesia membangun kepercayaan diri dan ketahanan finansial.
Direktur SPayLater Indonesia, Anggie Setia Ariningsih mengatakan, SPayLater mendukung masyarakat dalam mengelola keuangan mereka dengan lebih efektif melalui penawaran opsi cicilan fleksibel yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
“Dengan QRIS yang diterima di banyak merchant offline, pengguna kami dapat menikmati kemudahan pembayaran digital sambil tetap mengontrol pengeluaran mereka,” ujarnya.
Selain itu, sebagai panutan bagi generasi muda, Lyodra juga berbagi bagaimana dia menjaga disiplin keuangan dan membuat keputusan pengeluaran yang bijak sambil menjalani gaya hidup yang dinamis dan menuntut.
“Saya selalu berusaha mengikuti budgeting bulanan untuk menjaga pengeluaran tetap terkendali, tapi saya juga ingin memiliki fleksibilitas untuk menikmati hal-hal yang saya sukai,” ucap Lyodra. “SPayLater membantu saya menjaga keseimbangan itu: praktis, mudah digunakan, dan promonya memungkinkan saya mendapatkan nilai lebih dari hal-hal yang memang sudah saya rencanakan untuk dibeli."
Menyadari bahwa inklusi keuangan jangka panjang melampaui sekadar akses, SPayLater juga menempatkan pendidikan dan literasi keuangan sebagai inti dari pendekatannya. Melalui berbagai inisiatif berkelanjutan, SPayLater terus membantu individu dan pelaku usaha kecil memperkuat kebiasaan finansial mereka dan membuat keputusan yang lebih bijak.
Anggie menuturkan, pihaknya percaya bahwa inklusi keuangan yang bermakna berjalan seiring dengan pendidikan.
“Itulah sebabnya kami terus berinvestasi dalam inisiatif seperti Financial Literacy on the Way (FLOW) dengan universitas, Kelas TUNAI untuk komunitas dan UMKM, serta konten digital yang membantu pengguna membuat keputusan finansial yang lebih bijak dalam kehidupan sehari-hari mereka,” tuturnya.
Untuk terus memenuhi kebutuhan pengguna yang terus berkembang, SPayLater terus meluncurkan kampanye yang memberikan nilai lebih dan memungkinkan pengeluaran yang lebih fleksibel.
Promosi SPayLater Beli Gadget yang sedang berlangsung, dari 25 Oktober hingga 14 Desember 2025, menawarkan berbagai keuntungan eksklusif di toko gadget yang berpartisipasi, termasuk cicilan 0 persen hingga 12 bulan, dua bulan cicilan gratis, dan bonus aktivasi Rp500.000 untuk pengguna baru.
Dengan fokus berkelanjutan pada akses, edukasi, dan pemberdayaan finansial, SPayLater berkomitmen untuk membantu individu dan komunitas di seluruh Indonesia berpartisipasi dengan lebih percaya diri dalam ekonomi digital.
Dengan menggabungkan pembiayaan fleksibel dan inisiatif literasi berkelanjutan, SPayLater mendukung pengambilan keputusan finansial yang bijak dan pengelolaan uang yang bertanggung jawab. Upaya berkelanjutan ini berkontribusi pada ekosistem keuangan yang lebih inklusif, tangguh, dan terhubung secara digital yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan ekonomi Indonesia.
Editor: Anindita Trinoviana
GASA Catat Rp 49 T Raib Akibat Penipuan Digital di Indonesia
GASA menilai penipuan digital menjadi ancaman sistemik bagi ekonomi digital Indonesia yang dapat mengikis kepercayaan konsumen. [469] url asal
#penipuan #digital #ekonomi-digital #scam #artificial-intelligence #kejahatan-siber
(Bisnis Tempo - Ekonomi) 31/10/25 18:15
v/23186/
GLOBAL Anti Scam Alliance (GASA) mengungkapkan sekitar Rp 49 triliun raib dalam setahun terakhir di Indonesia akibat penipuan digital. Hal ini disampaikan melalui laporan GASA yang berjudul “State of Scams in Indonesia 2025” yang dipublikasi pada Jumat, 31 Oktober 2025. Melalui hasil laporan ini GASA menyoroti adanya kebutuhan pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan pada ruang digital.
Ketua GASA Indonesia Chapter sekaligus Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo, Reski Damayanti, mengatakan untuk memulihkan dan mengembalikan kepercayaan konsumen, Indonesia perlu memperkuat sistem pencegahan penipuan dengan teknologi canggih. Salah satunya memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang didukung regulasi yang jelas.
Menurut Reski, Indonesia merupakan salah satu populasi pengguna digital siber terbesar di dunia, hal ini menjadikan penipuan siber atau digital sebagai ancaman yang dapat menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat. GASA menilai penipuan digital kini menjadi ancaman sistemik bagi ekonomi digital Indonesia yang dapat mengikis kepercayaan konsumen, mengganggu kesejahteraan masyarakat, dan menghambat laju pertumbuhan ekonomi nasional.
Berdasarkan laporan, GASA menemukan dua dari tiga orang dewasa di Indonesia (sekitar 66 persen) mengalami penipuan dalam setahun terakhir dengan kisaran 55 paparan per orang per tahun. Sebanyak 35 persen responden menjadi korban penipuan dan 14 persen mengalami kerugian finansial akibat penipuan. GASA mencatat total kerugian akibat penipuan digital ini telah mencapai Rp 49 triliun atau setara US$ 3,3 miliar. Jika dirata-ratakan sekitar Rp 1,7 juta per orang dalam 12 bulan terakhir.
Laporan GASA berdasarkan survei yang digelar pada 26 Februari hingga 14 Maret 2025. Ada 1.000 responden yang merupakan orang dewasa berusia 18 tahun ke atas dan tinggal di Indonesia.
GASA juga menyampaikan metode yang paling umum digunakan oleh penipu adalah melalui pesan langsung seperti SMS, panggilan telefon, dan aplikasi pengirim pesan. Sebanyak 34 persen responden berpendapat bahwa lembaga publik, terutama pemerintah, bertanggung jawab dalam melindungi masyarakat dari penipuan digital atau kejahatan siber.
Wakil Ketua GASA Indonesia Chapter sekaligus Country Manager Mastercard Indonesia, Aileen Goh, menambahkan Indonesia saat ini berada di garis terdepan transformasi digital yang membuka peluang baru bagi jutaan masyarakat. Namun hal ini juga berarti adanya ancaman penipuan digital yang meningkat. Hal ini dapat menjadi risiko sistemik yang memengaruhi konsumen, bisnis, dan institusi.
Dalam menghadapi ancaman penipuan digital, GASA Indonesia mendorong pemberdayaan konsumen melalui edukasi berkelanjutan, layanan bantuan nasional, dan dukungan terpadu bagi korban kejahatan siber. "Internet yang lebih aman juga perlu menjadi perhatian melalui langkah pemblokiran penipuan di tingkat jaringan serta peningkatan kemampuan penelusuran transaksi penipuan di berbagai platform dan sistem pembayaran," kata Aileen.
Sementara Direktur GASA APAC, Brian Hanley, menyatakan penipuan tidak hanya mengambil uang, tapi juga kepercayaan orang. Oleh karena itu, semua pihak harus berkolaborasi untuk membangun kembali kepercayaan digital bersama.
“Setiap kasus penipuan di Indonesia memiliki wajah manusia di baliknya. Orang tua yang kehilangan tabungan, mahasiswa yang takut melaporkan kejahatan, atau pelaku UMKM yang tidak bisa bangkit kembali," kata Hanley.
Ekonomi Digital Sumbang Pajak Rp 42,5 Triliun dalam 5 Tahun
Sumber pajak itu antara lain dari pinjol dan kripto. [401] url asal
#ekonomi-digital #pinjol #kripto #pajak #ditjen-pajak
(Bisnis Tempo - Ekonomi) 22/10/25 14:37
v/12277/
DIREKTORAT Jenderal Pajak (DJP) Kementerian keuangan mencatat hingga 30 September 2025, penerimaan pajak dari sektor usaha ekonomi digital mencapai Rp 42,53 triliun.
Pajak digital tersebut berasal dari pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE), pajak kripto, pajak fintech peer to peer lending atau pinjaman online (pinjol), dan pajak dari transaksi pengadaan barang dan jasa melalui sistem informasi pengadaan pemerintah (pajak SIPP).
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Rosmauli memastikan seluruh potensi ekonomi digital itu terakomodasi dalam sistem perpajakan yang adil dan efisien.
“Realisasi sebesar Rp 42,53 triliun jadi bukti bahwa sektor digital kini menjadi penggerak baru penerimaan pajak Indonesia,” ujar Rosmauli lewat keterangan resmi, Rabu, 22 Oktober 2025.
Nilai total setoran pajak dari PMSE sebesar Rp 32,94 triliun. Jumlah tersebut terdiri atas setoran Rp 731,4 miliar pada 2020, Rp 3,9 triliun pada 2021, Rp 5,51 triliun pada 2022, Rp 6,76 triliun pada 2023, Rp 8,44 triliun pada 2024, serta Rp 7,6 triliun hingga 2025.
Sedangkan penerimaan pajak kripto telah terkumpul sebesar Rp 1,71 triliun sampai dengan September 2025. Penerimaan tersebut berasal dari Rp246,45 miliar penerimaan tahun 2022, Rp 220,83 miliar penerimaan tahun 2023, Rp 620,4 miliar penerimaan 2024, dan Rp 621,3 miliar penerimaan 2025. Penerimaan pajak kripto tersebut terdiri dari pajak penghasilan atau PPh 22 sebesar Rp 836,36 miliar dan PPN dalam negeri sebesar Rp 872,62 miliar.
Pajak fintech juga telah menyumbang penerimaan sebesar Rp 4,1 triliun hingga September 2025. Penerimaan dari pajak fintech itu berasal dari Rp 446,39 miliar tahun 2022, Rp 1,11 triliun pada 2023, Rp 1,48 triliun untuk 2024, dan Rp 1,06 triliun di tahun ini.
Pajak fintech tersebut terdiri atas PPh 23 atas bunga pinjaman yang diterima wajib pajak dalam negeri (WPDN) dan bentuk usaha tetap BUT sebesar Rp 1,14 triliun. Serta PPh 26 atas bunga pinjaman yang diterima wajib pajak luar negeri (WPLN) sebesar Rp 724,4 miliar, dan PPN DN atas setoran masa sebesar Rp 2,24 triliun.
Penerimaan dari pajak SIPP mencapai Rp 3,78 triliun. Penerimaan tersebut berasal dari Rp 402,38 miliar penerimaan tahun 2022, lalu Rp 1,12 triliun pada 2023, Rp 1,33 triliun di 2024, dan Rp 931,12 miliar pada tahun ini. Penerimaan pajak SIPP terdiri dari PPh Pasal 22 sebesar Rp 251,14 miliar dan PPN sebesar Rp 3,53 triliun.
Airlangga Klaim Ekonomi Digital Indonesia Tak Takut Hambatan Tarif
Indonesia terus memperkuat ekonomi digital melalui kerja sama local currency transaction (LCT) melalui QRIS. [308] url asal
#ekonomi-digital #airlangga #qris #perang-dagang #kartu-kredit #tarif
(Bisnis Tempo - Ekonomi) 16/10/25 17:46
v/5879/
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim sektor ekonomi digital Indonesia tidak takut terhadap hambatan tarif akibat perang dagang. Airlangga mengatakan potensi nilai sektor ekonomi digital Indonesia saat ini mencapai US$ 150 miliar.
"Kita di sektor digital ini sangat menguasai. Bahkan ekonomi digital kita (nilainya) US$ 150 miliar. Dan ekonomi digital tidak takut terhadap tarif-tarifan,” kata Airlangga dalam acara Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis, 16 Oktober 2025. Dia menyebutkan salah satu indikator perkembangan ekonomi digital adalah bisnis logistik dan pergudangan yang tumbuh 8 persen.
Selain itu, Airlangga mengatakan bahwa Indonesia terus memperkuat ekonomi digital melalui kerja sama local currency transaction (LCT) melalui Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS. Indonesia telah menjalin kerja sama dengan Malaysia, Thailand, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan United Arab Emirates.
Saat ini, kata Airlangga, QRIS telah digunakan oleh 56 juta pengguna. Dia juga mengklaim penggunaan QRIS telah melampaui penggunaan kartu kredit. “Makanya berbagai operator mulai jengah melihat bagaimana kita bisa bergerak cepat,” kata dia.
Pada Agustus lalu, Bank Indonesia telah meluncurkan QRIS lintas negara Indonesia-Jepang. Menurut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, sebanyak 500 ribu turis baik dari Indonesia mapun Jepang tidak perlu lagi menggunakan yen atau rupiah dalam bertransaksi. “Pergi ke mana pun, ke Okachimachi, Donki, Shibuya, ke mana pun, mereka hanya akan membutuhkan handphone untuk menggunakan QRIS,” ucap Perry dalam sambutannya di Jakarta, dikutip dari siaran langsung YouTube Bank Indonesia, Senin, 25 Agustus 2025.
Saat ini, QRIS telah dapat digunakan di Thailand, Malaysia, dan Singapura. Hingga Juni 2025, Bank Indonesia mencatat volume transaksi QRIS antarnegara dengan Thailand mencapai 994.890 transaksi dengan nominal sebesar Rp 437,54 miliar. Kemudian, volume transaksi QRIS Indonesia-Malaysia mencapai 4,31 juta transaksi dengan nominal sebesar Rp 1,15 triliun. Sementara itu, volume transaksi QRIS Singapura-Indonesia mencapai 238.216 transaksi dengan nominal sebesar Rp 77,06 miliar.
#50 tag sepekan
#ihsg (164) #purbaya (113) #investasi (94) #ojk (90) #apbn (88) #danantara (67) #pertumbuhan ekonomi (61) #trump (61) #kemenkeu (58) #pertamina (57) #umkm (53) #bei (52) #pajak (48) #donald trump (47) #esdm (45) #menkeu (44) #himbara (36) #kementerian keuangan (36) #bahlil lahadalia (35) #emas (35) #bapanas (34) #pasar saham (34) #ekonomi indonesia (34) #bumn (32) #menteri keuangan (31) #kemnaker (30) #mbg (29) #djp (28) #btn (27) #imf (27) #ekspor (27) #perang dagang (26) #kementan (26) #bbm (25) #garuda indonesia (24) #pasar modal (24) #utang (24) #bri (23) #bank indonesia (23) #rupslb (23) #hilirisasi (23) #yassierli (22) #magang (22) #kebijakan fiskal (22) #amran sulaiman (22) #ppn (22) #whoosh (21) #bea cukai (21) #bitcoin (20) #komdigi (20)