Sinergi Menkeu dan Menteri ESDM Dinilai Krusial Redam Gejolak Global

Sinergi Menkeu dan Menteri ESDM Dinilai Krusial Redam Gejolak Global

Perekonomian Indonesia saat ini menghadapi tekanan ganda.

(Republika) 22/04/26 18:28 199540

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tekanan ekonomi dari dalam dan luar negeri dinilai kian menguji stabilitas perekonomian nasional. DPR menyoroti peran koordinasi kebijakan energi dan fiskal dalam meredam gejolak yang terjadi.

Anggota Komisi XI DPR RI Erik Hermawan menilai kolaborasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Erik mengatakan, perekonomian Indonesia saat ini menghadapi tekanan ganda dari sisi internal dan eksternal. “Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengerti bagaimana menangani krisis ini sehingga publik dan ekosistem ekonomi kita tidak bergejolak,” kata Erik dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, tekanan internal mencakup inefisiensi anggaran hingga lemahnya implementasi kebijakan di kementerian dan lembaga. Sementara tekanan eksternal dipicu konflik Timur Tengah yang berdampak pada lonjakan harga energi global.

Menurut Erik, koordinasi kedua kementerian sejauh ini turut menjaga stabilitas, termasuk menahan kenaikan harga BBM subsidi. “Janji menteri ESDM bahwa BBM subsidi hingga akhir tahun tidak mengalami kenaikan, sudah menenangkan rakyat di bawah,” ujar Erik.

Erik juga menyoroti tekanan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp17.189 per dolar AS. “Nilai tukar bukan sekedar angka melainkan indikator kepercayaan pasar terhadap daya tahan ekonomi nasional,” kata Erik.

Ia menilai pelemahan rupiah dalam setahun terakhir mencerminkan meningkatnya risiko fiskal, terutama akibat beban utang luar negeri dan kenaikan biaya impor energi. Selain itu, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah juga menunjukkan meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar.

“Kecepatan penurunan pada tahun 2026 menunjukkan tingkat kecemasan pasar yang jauh lebih tinggi. Gejolak pasar ini diperburuk oleh faktor internal, yaitu rendahnya kemampuan menterjemahkan visi misi presiden di tingkat operasional oleh para menteri seperti dalam menavigasi kebijakan fiskal yang kontradiktif,” katanya.

Erik menilai efisiensi menjadi kunci dalam menghadapi tekanan tersebut. Namun ia mengingatkan kebijakan fiskal perlu lebih konsisten agar tidak menambah beban masyarakat.

“Agresi pemungutan pajak tanpa dibarengi dengan efisiensi struktural menciptakan paradoks kebijakan yang berbahaya: pemerintah menuntut lebih banyak dari rakyat di tengah menurunnya kualitas pelayanan dan eksekusi krisis,” ujar Erik.

#ekonomi-indonesia #rupiah #ihsg #kebijakan-fiskal #menteri-esdm #menteri-keuangan #tekanan-global #inflasi #pasar-keuangan #dpr-ri

https://ekonomi.republika.co.id/berita/tdw7vq416/sinergi-menkeu-dan-menteri-esdm-dinilai-krusial-redam-gejolak-global