Sensus Ekonomi 2026, BPS Padang Sasar UMKM dan Bisnis Digital
BPS Padang akan menggelar Sensus Ekonomi 2026, fokus pada UMKM dan bisnis digital, dengan metode door-to-door untuk data akurat. Partisipasi warga penting.
(Bisnis.Com) 23/04/26 12:45 200348
Bisnis.com, PADANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang, Sumatra Barat, menyampaikan pada pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) yang akan dimulai pada Mei 2026 mendatang akan menyasar pada sektor UMKM dan bisnis digital.
Kepala BPS Kota Padang, Dessi Febriyanti mengatakan SE 2026 ini dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali dan bertujuan untuk memotret struktur ekonomi secara menyeluruh, termasuk mencakup sektor pertanian yang kini menjadi bagian dari pendataan dasar nasional.
“Berbeda dengan periode sebelumnya, SE 2026 ini akan memberikan perhatian besar pada pelaku UMKM dan bisnis online yang dikelola dari rumah,” katanya saat menyosialisasikan SE 2026 lingkungan Pemko Padang, Kamis (22/4/2026).
Dia menjelaskan dalam melakukan pendataan akan dilakukan dengan metode door to door atau kunjungan langsung ke rumah warga untuk memastikan aktivitas ekonomi digital yang tidak terlihat secara fisik tetap terdata dengan akurat.
"Hal ini penting dilakukan, mengingat data SE 2016 menunjukkan bahwa hampir 97% struktur ekonomi Indonesia didominasi oleh usaha skala mikro dan menengah," ujarnya.
Pranata Komputer Ahli Madya BPS Kota Padang, Babussalam Citra Rossa menambahkan pada pelaksanaan lapangan dibagi menjadi dua tahap, yakni pendataan untuk usaha skala menengah dan besar pada Mei 2026, disusul pendataan skala rumah tangga dan mikro pada Juni 2026.
Menurutnya nantinya seluruh petugas yang turun ke lapangan dipastikan akan membawa surat tugas resmi dan tanda pengenal guna memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menghindari potensi penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Data yang terkumpul nantinya akan menjadi landasan utama bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi selama sepuluh tahun ke depan, termasuk program bantuan dan pendampingan bagi UMKM,” sebutnya.
Oleh karena itu, BPS mengajak warga Padang untuk memberikan jawaban yang jujur dan lengkap kepada petugas, karena partisipasi aktif masyarakat sangat menentukan keberhasilan perencanaan pembangunan untuk mewujudkan Kota Padang yang lebih maju dan sejahtera.
Sementara itu, Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang mencatat ada 47.692 UMKM yang berada di bawah binaannya per 2024. Pada tahun 2022, jumlah UMKM tercatat sebanyak 39.924.
Adapun omzet total UMKM meningkat tajam, dari Rp746,1 miliar di tahun 2023 menjadi Rp952,1 miliar pada tahun 2024.
Dari sisi legalitas usaha, penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) meningkat dari 2.860 usaha pada tahun sebelumnya menjadi 10.196 usaha di tahun 2024.
Sementara itu, produk bersertifikat halal juga mengalami lonjakan signifikan, dari 168 produk pada 2022 menjadi 1.636 produk pada 2024.
#sensus-ekonomi #bps-padang #umkm-padang #bisnis-digital #ekonomi-digital #se-2026 #usaha-mikro #usaha-menengah #bisnis-online #pendataan-ekonomi #struktur-ekonomi #kebijakan-ekonomi #data-ekonomi #per