Ketua Umum Asbanda Agus H. Widodo: Ini Saatnya BPD Perkuat Fondasi Bisnis

Ketua Umum Asbanda Agus H. Widodo: Ini Saatnya BPD Perkuat Fondasi Bisnis

Ketua Asbanda, Agus H. Widodo, menekankan pentingnya BPD memperkuat fondasi bisnis di tengah tekanan eksternal, dengan fokus pada kualitas aset, efisiensi, dan peran ekonomi daerah.

(Bisnis.Com) 23/04/26 15:31 200612

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Agus H. Widodo menyoroti ketahanan industri perbankan nasional di tengah tekanan eksternal global, termasuk pelemahan rupiah dan kenaikan harga energi. Bagaimana kondisinya?

Bagaimana pandangan Asbanda terhadap kondisi industri perbankan saat ini?

Secara umum, industri perbankan nasional masih berada dalam kondisi yang resilient dan well-capitalized, meskipun saat ini menghadapi tekanan eksternal yang meningkat. Pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga energi global, serta dinamika geopolitik global mendorong peningkatan volatilitas pasar dan berpotensi menekan perekonomian domestik melalui inflasi, penurunan daya beli, dan kenaikan biaya produksi dunia usaha.

Namun demikian, penting untuk ditegaskan bahwa fundamental perbankan tetap kuat (permodalan, likuiditas, dan kualitas aset relatif terjaga), sistem keuangan masih berada dalam kondisi stabil, dan fungsi intermediasi tetap berjalan dengan baik. Kondisi saat ini lebih tepat dilihat sebagai phase of recalibration, di mana industri perbankan tidak lagi agresif ekspansi, tetapi bergeser pada penguatan kualitas, manajemen risiko, dan efisiensi. Dalam perspektif Asbanda, ini bukan sekadar tekanan, tetapi juga momentum untuk memperkuat daya tahan industri, mempercepat transformasi, dan meningkatkan disiplin dalam pengelolaan risiko.

Bagaimana tantangan pelemahan rupiah terhadap Bank Pembangunan Daerah (BPD)?

Secara langsung, dampak pelemahan rupiah terhadap BPD relatif terkendali, mengingat eksposur valuta asing BPD terbatas dan model bisnis BPD lebih berorientasi pada ekonomi domestik dan daerah. Namun demikian, tantangan utama justru berasal dari dampak tidak langsung (second-round effect), antara lain kenaikan harga energi yang akan berdampak meningkatkan biaya operasional dunia usaha, tekanan inflasi yang berpotensi menurunkan daya beli masyarakat, serta margin usaha pelaku ekonomi daerah semakin tertekan.

Dalam kondisi ini, risiko yang perlu diantisipasi adalah penurunan kemampuan bayar debitur, khususnya sektor-sektor sensitif terhadap biaya energi, potensi peningkatan credit risk dan tekanan kualitas aset, serta perlambatan permintaan kredit di beberapa sektor. Namun di sisi lain, BPD memiliki keunggulan struktural berupa kedekatan dengan ekosistem ekonomi daerah, pemahaman yang lebih granular terhadap karakteristik debitur, serta akses langsung terhadap dinamika fiskal daerah. Keunggulan ini memungkinkan BPD untuk melakukan early warning detection, pendekatan mitigasi yang lebih cepat dan tepat sasaran, serta menjaga kualitas intermediasi secara lebih adaptif.

Apa imbauan dan arah kebijakan Asbanda kepada seluruh BPD?

Dalam menghadapi kondisi saat ini, Asbanda mendorong seluruh BPD untuk menjalankan strategi yang balanced, disciplined, dan forward-looking, dengan fokus pada tiga pilar utama. Pertama, strengthening asset quality melalui memperketat monitoring portofolio kredit, terutama sektor yang terdampak inflasi dan kenaikan biaya energi, menguatkan early warning system dan risk-based portfolio management, serta mengedepankan prinsip selective growth over aggressive expansion.

Kedua, liquidity & efficiency discipline dengan menjaga likuiditas secara prudent di tengah potensi volatilitas dana, meningkatkan efisiensi operasional untuk menjaga profitabilitas, serta mengoptimalkan struktur pendanaan yang lebih stabil dan berbiaya rendah. Ketiga, sustaining regional economic role dengan tetap menjalankan fungsi intermediasi secara produktif, memprioritaskan pembiayaan pada sektor-sektor yang resilient terhadap tekanan inflasi dan memiliki multiplier effect tinggi terhadap ekonomi daerah, serta memperkuat peran sebagai financial backbone pembangunan daerah.

Di saat yang sama, kondisi ini harus dimanfaatkan sebagai momentum transformasi, khususnya dalam digitalisasi layanan, peningkatan kapabilitas risk management, serta penguatan governance.

Apa pesan penutup bagi BPD dalam menghadapi dinamika ekonomi saat ini?

Pada akhirnya, kunci bagi BPD bukan hanya kemampuan untuk bertahan dalam jangka pendek, tetapi bagaimana membangun fondasi yang lebih kuat, adaptif, dan kompetitif untuk jangka panjang, sehingga tetap relevan sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

#bpd #asbanda #agus-h-widodo #industri-perbankan #ketahanan-perbankan #pelemahan-rupiah #harga-energi #risiko-kredit #kualitas-aset #manajemen-risiko #transformasi-digital #ekonomi-daerah #intermedias

https://finansial.bisnis.com/read/20260423/90/1968847/ketua-umum-asbanda-agus-h-widodo-ini-saatnya-bpd-perkuat-fondasi-bisnis