Intervensi Pasar SBN demi Rupiah, Purbaya Klaim Aksi Jual Investor Makin Turun
Menteri Keuangan Purbaya klaim tekanan jual SBN turun berkat intervensi buyback, meski capital outflow asing capai Rp20 triliun. Stabilitas rupiah diupayakan.
(Bisnis.Com) 19/05/26 16:21 225098
Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim bahwa tekanan jual di pasar surat berharga negara (SBN) saat ini terbilang kecil dan masih dalam kondisi yang terkendali.
Purbaya mengungkapkan sebelumnya sudah menyiapkan setidaknya Rp2 triliun per hari untuk melakukan aksi buyback alias pembelian kembali SBN di pasar sekunder. Ternyata, sambungnya, realisasi penyerapannya berada jauh di bawah target.
"Kemarin saja saya sudah targetkan serap Rp2 triliun, [tetapi] hanya dapat Rp600 miliar. Artinya, yang jual juga sedikit sebetulnya. Jadi kita memastikan harga bond [obligasi] tetap terkendali itu," ujar Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Adapun, intervensi di pasar obligasi itu tak terlepas dari fakta bahwa masih terjadi arus modal keluar (capital outflow) milik asing dari pasar SBN. Data Kemenkeu menunjukkan, dari awal tahun sampai dengan 24 April 2026, terjadi outflow modal asing sebesar Rp20 triliun dari pasar SBN.
Akibatnya, harga jual SBN turun. Masalahnya, jika harga SBN turun, maka investor asing yang sudah memiliki SBN akan mengalami kerugian modal alias capital loss.
Kondisi tersebut mendorong mereka menjual kepemilikan SBN-nya, yang menyebabkan outflow modal asing dan pada akhirnya berdampak negatif terhadap kurs rupiah.
Oleh sebab itu, Purbaya akan melakukan intervensi seperti buyback SBN. Menurutnya, pemerintah saat ini masih memiliki sejumlah kas menganggur dalam Saldo Anggaran Lebih (SAL), yang bisa dipakai untuk mengeksekusi rencana tersebut.
Dengan permintaan SBN yang kembali meningkat akibat aksi buyback tersebut, diharapkan harga SBN kembali membaik sehingga mencegah keluarnya outflow modal asing lebih lanjut, yang pada gilirannya mendorong stabilitas rupiah.
Bendahara negara mengaku langkah intervensi tersebut tidak dilakukan secara serampangan. Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah sudah mulai mencicil masuk ke pasar sejak pekan lalu, dengan memantau dinamika pasar secara real-time.
"Dari Kamis minggu lalu sedikit, terus kemarin sedikit, sekarang saya lihat lagi seperti apa," tambahnya.
#sbn #pasar-sbn #intervensi-pasar #buyback-sbn #obligasi-negara #capital-outflow #modal-asing #harga-sbn #investor-asing #kurs-rupiah #stabilitas-rupiah #purbaya-yudhi-sadewa #saldo-anggaran-lebih #pas