Garut Dorong PLTP Darajat Perluas Dampak Ekonomi Warga
Pemerintah Garut ingin manfaat panas bumi dari PLTP Darajat lebih terasa bagi warga lokal dengan meningkatkan ekonomi, pendidikan, dan penyerapan tenaga kerja.
(Bisnis.Com) 21/05/26 09:00 227232
Bisnis.com, GARUT — Star Energy Geothermal melalui pengelolaan energi panas bumi di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Darajat, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, dinilai tidak lagi sekadar berperan sebagai pemasok listrik nasional.
Pemerintah Kabupaten Garut mulai mendorong agar keberadaan industri panas bumi tersebut memberi dampak lebih luas terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan potensi panas bumi Garut merupakan sumber daya strategis yang perlu dimanfaatkan secara optimal, bukan hanya untuk kebutuhan energi, tetapi juga untuk penguatan ekonomi masyarakat lokal.
“Garut memiliki potensi yang sangat unik. Tidak semua daerah punya sumber daya panas bumi seperti ini. Karena itu, wajar kalau pemanfaatannya juga harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” kata Syakur, dikutip Kamis (21/5/2026).
Syakur mengatakan belum lama ini dirinya meninjau langsung operasional pembangkit sekaligus membahas sejumlah peluang kerja sama antara pemerintah daerah dan perusahaan.
Ia menyebut PLTP Darajat saat ini berkontribusi sekitar 272 megawatt (MW) terhadap sistem kelistrikan nasional. Kapasitas tersebut setara dengan kebutuhan listrik sekitar 225.000 rumah tangga dan menjadi bagian penting dalam jaringan Jawa-Bali.
Namun, Pemkab Garut menilai kontribusi industri panas bumi ke depan perlu diperluas, tidak hanya pada sektor energi, tetapi juga terhadap pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasional.
Beberapa isu yang dibahas meliputi konservasi lingkungan, pemanfaatan dana bagi hasil, penguatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
“Kami ingin ada sinkronisasi supaya program-program yang dijalankan lebih fokus pada persoalan yang memang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujar Syakur.
Salah satu perhatian utama pemerintah daerah, lanjut Syakur, adalah penyerapan tenaga kerja lokal di industri panas bumi. Menurutnya, masih terdapat keluhan masyarakat terkait keterlibatan warga sekitar dalam sektor tersebut.
Karena itu, Pemkab Garut mendorong peningkatan kapasitas SDM lokal agar sesuai dengan kebutuhan industri energi panas bumi.
“Kita ingin bekerja sama untuk menyiapkan warga lokal supaya memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri. Jadi tidak ada lagi keluhan terkait penyerapan tenaga kerja,” katanya.
Selain ketenagakerjaan, pemerintah daerah juga meminta program CSR perusahaan lebih diarahkan pada sektor pendidikan dan pengembangan keterampilan masyarakat.
Syakur mengakui perusahaan selama ini telah menjalankan sejumlah program sosial, termasuk pembangunan fasilitas pendidikan dan kegiatan community development. Namun, efektivitas program tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan agar lebih tepat sasaran.
“Selama ini kontribusinya sudah ada, baik dari sisi bisnis maupun CSR. Tinggal bagaimana kita sinkronkan agar dampaknya lebih terasa,” ujarnya.
Pemerintah daerah dan perusahaan juga membahas potensi pemanfaatan dana bagi hasil untuk mendukung pengendalian inflasi daerah, penguatan sektor pertanian melalui irigasi, hingga pelayanan kesehatan masyarakat.
Di sisi lain, Syakur menyebut masih terdapat peluang peningkatan kapasitas produksi listrik di kawasan panas bumi Darajat melalui optimalisasi internal pembangkit.
Ia menjelaskan beberapa unit pembangkit sebelumnya telah mengalami peningkatan kapasitas produksi, termasuk dari 110 MW menjadi 121 MW serta tambahan sekitar 7 MW dari unit lainnya.
“Artinya masih ada potensi. Mereka sedang melakukan optimalisasi internal. Kalau untuk ekspansi lebih besar tentu tergantung kebijakan bisnis dan kebutuhan pasar,” katanya.
Kolaborasi Energi Garut
Sementara itu, Kepala Teknik Panas Bumi/Head of Department (HOD) Star Energy Geothermal (SEG) Darajat Arief Budiman menyambut positif perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Garut terhadap pengembangan energi panas bumi di kawasan Darajat.
Menurutnya, sinergi antara perusahaan dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan operasional sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.
Arief mengatakan selama ini SEG Darajat terus membangun komunikasi dengan berbagai unsur pemerintah, mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan dan desa di sekitar wilayah kerja panas bumi.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan. Mudah-mudahan kolaborasi ini terus terjaga dan semakin kuat sehingga kami dapat terus berkontribusi bagi Kabupaten Garut maupun Indonesia,” ujar Arief.
Ia menambahkan pengelolaan panas bumi tidak hanya berorientasi pada penyediaan energi listrik, tetapi juga diarahkan untuk memberi dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas.
Karena itu, perusahaan membuka ruang kerja sama dengan pemerintah daerah dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, hingga pengembangan potensi lokal di sekitar kawasan operasional.
Menurut Arief, keberadaan energi panas bumi di Garut memiliki potensi strategis karena mampu menjadi sumber energi bersih sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
#panas-bumi #garut #pltp-darajat #energi-panas-bumi #star-energy-geothermal #ekonomi-lokal #kesejahteraan-masyarakat #tenaga-kerja-lokal #program-csr #pengembangan-sdm #kontribusi-sosial #potensi-energ