Impor Minyak Rusia Berlanjut, Bahlil Sebut Kontrak Sudah Rampung

Impor Minyak Rusia Berlanjut, Bahlil Sebut Kontrak Sudah Rampung

Indonesia melanjutkan impor minyak dari Rusia setelah kontrak rampung, bagian dari kesepakatan G2G antara Presiden Prabowo dan Putin untuk memperkuat cadangan energi.

(Bisnis.Com) 25/06/26 18:47 259913

Bisnis.com,JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan perkembangan rencana impor minyak mentah dari Rusia.

Dia menuturkan, Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2026 yang mengatur pengadaan bahan bakar minyak (BBM). Beleid itu memberikan kewenangan kepada badan usaha dan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) untuk melakukan impor.

Bahlil mengatakan, proses teknis pengadaan saat ini terus berjalan setelah kontrak diselesaikan oleh Lemigas.

“Saya coba cek secara teknis ya, tapi yang saya tahu adalah kontrak sudah dilakukan. Dilakukan oleh Lemigas, BLU daripada Kementerian ESDM,” kata Bahlil ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Namun, Bahlil belum merinci waktu kedatangan perdana minyak mentah tersebut ke Indonesia. Adapun, sebelumnya pemerintah menargetkan bakal mengimpor minyak mentah sebanyak 150 juta barel minyak mentah dari Negeri Beruang Merah.

Bahlil menuturkan, volume impor masih berpotensi bertambah seiring perkembangan kerja sama kedua negara.

“Volumenya dia itu bisa berkembang lebih banyak lagi ke depan, tapi kontraknya sudah,” katanya.

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa kerja sama impor minyak dari Rusia merupakan bagian dari kesepakatan government to government (G2G) yang telah dibangun antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dia juga mengaku telah melakukan komunikasi langsung dengan Menteri Energi Rusia guna memastikan kelanjutan implementasi kerja sama tersebut.

“Kita kan sudah ada deal antara G2G dengan Presiden Putin dan Presiden Prabowo. Dan saya kan sudah juga melakukan komunikasi dengan Menteri ESDM Rusia,” ucapnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan, impor minyak dari Rusia masih terus berjalan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional dan memperbesar cadangan minyak dalam negeri.

Anggia mengatakan, dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk melakukan diversifikasi sumber impor minyak.

"Arahan Presiden jelas untuk memperkuat cadangan minyak kita. Salah satunya impor dari Rusia, ini masih akan tetap berjalan dan tetap berproses," ujar Dwi dalam keterangan pers di Gedung Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Rabu (17/6/2026).

Selain Rusia, pemerintah juga terus mencari sumber pasokan minyak dari negara lain di luar kawasan Timur Tengah yang sedang dilanda konflik.

"Diversifikasi impor sudah dilakukan. Kita ambil juga dari Afrika seperti Nigeria dan Angola, serta dari Amerika," katanya

#impor-minyak #minyak-rusia #bahlil-lahadalia #kontrak-minyak #impor-minyak-mentah #presiden-prabowo #keputusan-presiden #pengadaan-bbm #lemigas #kerja-sama-g2g #vladimir-putin #ketahanan-energi #cadan

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260625/44/1983315/impor-minyak-rusia-berlanjut-bahlil-sebut-kontrak-sudah-rampung