Prabowo Pertimbangkan Alokasi Laba BUMN untuk Dana Riset, Ini Skemanya

Prabowo Pertimbangkan Alokasi Laba BUMN untuk Dana Riset, Ini Skemanya

Prabowo usulkan alokasi laba BUMN untuk riset, dukung transformasi ekonomi, dan restrukturisasi BUMN untuk efisiensi dan transparansi.

(Bisnis.Com) 28/06/26 15:43 261912

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto membuka peluang pengalokasian sebagian laba badan usaha milik negara (BUMN) untuk mendanai kegiatan riset dan inovasi nasional. Usulan tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ekosistem sains dan teknologi guna mendukung transformasi ekonomi.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu (28/6/2026).

Menurut Prabowo, usulan agar setiap BUMN menyisihkan sebagian keuntungan untuk pembiayaan riset merupakan gagasan yang baik. Namun, realisasinya sangat bergantung pada kondisi keuangan perusahaan pelat merah.

"Tadi juga usul sektor industri, biaya riset, diusulkan agar tiap BUMN mengalokasikan sebagian laba mereka untuk riset dan inovasi. Ini usul yang bagus," ujar Prabowo.

Presiden mengakui selama ini tidak seluruh BUMN mencatatkan kinerja keuangan yang sehat. Namun, ia menyebut kondisi tersebut mulai membaik seiring upaya pembenahan yang dilakukan pemerintah.

"Masalahnya BUMN ini ada labanya nggak? Sekarang mulai ada. Terima kasih, satu tahun ini sudah mulai ada laba," katanya.

Prabowo mengatakan pemerintah saat ini tengah melakukan penataan besar-besaran terhadap perusahaan negara guna meningkatkan efisiensi dan memperbaiki tata kelola. Menurutnya, pembenahan tersebut diperlukan agar BUMN dapat lebih optimal berkontribusi terhadap pembangunan nasional, termasuk dalam pendanaan riset.

"BUMN-BUMN ini sedang kami bersihkan, sedang kami tertibkan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengungkapkan bahwa dari lebih dari 1.000 BUMN yang sebelumnya ada, pemerintah telah menutup lebih dari 200 perusahaan. Ke depan, jumlah BUMN ditargetkan dipangkas hingga tersisa sekitar 250 perusahaan.

"Dari seribu lebih BUMN sekarang kami sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kami akan bikin tinggal 250," kata Prabowo.

Menurut dia, jumlah BUMN yang terlalu banyak selama ini menyebabkan tingginya biaya operasional, terutama untuk membiayai struktur direksi dan komisaris.

"Bayangkan lebih dari 750 kami tutup, 750 dirut, 750 direksi kali empat atau kali lima, 750 komisaris kali sepuluh. Overhead-nya seperti apa, gajinya seperti apa. Ini uang rakyat semua," ujarnya.

Prabowo menilai banyak perusahaan negara selama ini hanya menghabiskan anggaran untuk biaya operasional tanpa menghasilkan keuntungan yang memadai.

"Perusahaan tidak untung hanya bayar overhead," katanya.

Karena itu, pemerintah menargetkan proses restrukturisasi BUMN dapat diselesaikan pada tahun ini sehingga dalam dua tahun mendatang perusahaan pelat merah dapat beroperasi lebih efisien, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.

"Saya minta dalam tahun ini harus selesai. Jadi dalam dua tahun kita akan bikin BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan, lebih bekerja untuk rakyat," ujar Prabowo.

#prabowo-subianto #bumn #laba-bumn #riset-nasional #inovasi #pendanaan-riset #restrukturisasi-bumn #efisiensi-bumn #tata-kelola-bumn #perusahaan-pelat-merah #konvensi-sains-teknologi-dan-industri-2026 #n-a

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260628/9/1983874/prabowo-pertimbangkan-alokasi-laba-bumn-untuk-dana-riset-ini-skemanya