Purbaya Kantongi Rp33,48 Triliun dari Sukuk Global, Oversubscribed Hampir 2 Kali Lipat

Purbaya Kantongi Rp33,48 Triliun dari Sukuk Global, Oversubscribed Hampir 2 Kali Lipat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berhasil menghimpun Rp33,48 triliun dari Sukuk Global, yang oversubscribed hampir dua kali lipat, mencerminkan kepercayaan investor.

(Bisnis.Com) 21/11/25 12:45 45561

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berhasil menghimpun dana US$2 miliar atau setara Rp33,48 triliun (asumsi kurs JISDOR 20 November 2025: Rp16.742 per dolar AS) dari penerbitan Sukuk Global tenor 5 dan 10 tahun.

Dalam pengumuman hasil lelang, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menjelaskan penerbitan ini menjadi akses internasional ketujuh pemerintah sepanjang 2025.

Penerbitan terdiri dari US$1,1 miliar untuk tenor 5 tahun (SNI1230) dan US$0,9 miliar untuk tenor 10 tahun (SNI1235) dengan kupon yield (imbal hasil) masing-masing 4,50% dan 5,00%. Seluruh seri diterbitkan pada 20 November 2025 dan akan diselesaikan pada 1 Desember 2025 dengan harga 100.

DJPRR menyampaikan bahwa penerbitan kali ini kembali memanfaatkan besarnya minat investor, yang tercermin dari pesanan yang mencapai US$5,8 miliar pada puncaknya. Setelah penetapan Final Pricing Guidance (FPG), permintaan akhir bertahan di atas US$3,9 miliar, atau hampir dua kali lipat dari jumlah yang diterbitkan (oversubscribed).

“Pencapaian ini mencerminkan minat dan kepercayaan yang tinggi dari investor internasional terhadap fundamental ekonomi Indonesia, kredibilitas, dan pengelolaan APBN yang baik oleh Pemerintah,” ujar DJPPR dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (21/11/2025).

Sukuk Global kembali menggunakan struktur akad Wakalah dan memperoleh opini syariah dari DSN-MUI, serta dari komite syariah lembaga internasional seperti Dubai Islamic Bank, J.P. Morgan, Standard Chartered Bank, dan KFH Capital. Instrumen ini diterbitkan melalui Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III (PPSI-III), yang sepenuhnya dimiliki pemerintah.

Setelmen dijadwalkan pada 1 Desember 2025, dan setiap tenor akan tercatat di Singapore Exchange (SGX) dan NASDAQ Dubai. Peringkat untuk kedua seri berada pada level Baa2 (Moody’s), BBB (S&P), dan BBB (Fitch).

Adapun nama-nama bank yang menangani transaksi ini antara lain Dubai Islamic Bank, Goldman Sachs, J.P. Morgan, KFH Capital, serta Standard Chartered Bank sebagai joint lead managers & bookrunners. Sementara BRI Danareksa Sekuritas dan Trimegah Sekuritas menjadi co-managers.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengaku senang dari hasil lelang Sukuk Global ketujuh sepanjang tahun ini. Menurutnya, hasil lelang itu mencerminkan sinyal positif bahwa investor global masih percaya dengan fundamental ekonomi Indonesia.

"Oersubscribe 1,9 kali ini mencerminkan confidence [kepercayaan] dari pasar global terhadap perekonomian Indonesia dan pengelolaan makro ekonomi Indonesia termasuk pengelolaan APBN," ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (20/11/2025).

Sementara secara keseluruhan, Kementerian Keuangan telah merealisasikan penarikan utang senilai Rp570,1 triliun untuk pembiayaan APBN 2025 sepanjang 1 Januari sampai dengan 31 Oktober 2025.

Suahasil menjelaskan bahwa pemerintah menetapkan outlook penarikan utang Rp731,5 triliun sepanjang 2025. Artinya, realisasi penarikan utang sebesar Rp570,1 triliun tersebut setara 77,94% dari total target.

"Pembiayaan APBN 2025 kita lakukan dengan terus menjaga prinsip kehatian, fleksibilitas serta disiplin di dalam melakukan dalam batas yang aman," ujarnya.

#sukuk-global #purbaya-yudhi-sadewa #menteri-keuangan #penerbitan-sukuk #tenor-5-tahun #tenor-10-tahun #kupon-yield #oversubscribed-sukuk #investor-internasional #fundamental-ekonomi-indonesia #akad-wa

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251121/10/1930662/purbaya-kantongi-rp3348-triliun-dari-sukuk-global-oversubscribed-hampir-2-kali-lipat