Usulan Impor Beras Industri di 2026 Ditolak, Zulhas Beberkan Alasannya
Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan alasan pemerintah menolak usulan industri untuk impor beras pada 2026.
(Bisnis.Com) 16/12/25 17:31 74792
Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah belum merestui usulan impor beras industri pada 2026 lantaran produksi dalam negeri dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan nasional.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menilai tidak ada urgensi untuk mengimpor beras industri di tengah melimpahnya pasokan beras nasional.
“Berasnya banyak, masa impor,” kata Zulhas singkat saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Tatang Yuliono mengatakan kebutuhan beras industri masih dapat dipenuhi dari dalam negeri. Alhasil, usulan impor dari pelaku industri belum disetujui demi menjaga swasembada beras.
“Terutama untuk usulan untuk beras untuk kebutuhan industri, karena kita sanggup memenuhi, sehingga usulan yang dari teman-teman di perindustrian, sementara kita tidak berikan dulu, kita semuanya bisa swasembada,” ujar Tatang.
Tatang menuturkan, volume usulan impor beras industri yang diajukan sebanyak 380.952 ton. “Kemudian kami tidak berikan untuk importasinya, kita akan penuhi dari dalam negeri. Mungkin itu saja ya satu hal terkait dengan beras,” tambahnya.
Sebelumnya, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indonesia masih mengimpor beras dengan nilai mencapai US$178,5 juta atau sekitar Rp2,97 triliun (asumsi kurs Rp16.652 per dolar AS) sepanjang Januari—Oktober 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan importasi beras tersebut mayoritas berasal dari Myanmar, Thailand, dan India.
“Sepanjang Januari—Oktober 2025, impor beras sebesar 364,3 ribu ton dengan nilai US$178,5 juta, dan negara asal utama impor beras ini adalah Januari—Oktober 2025, ini dari Myanmar, Thailand, dan India,” kata Pudji dalam Rilis BPS, Senin (1/12/2025).
Pada Oktober 2025, BPS mencatat impor beras mencapai 40.700 ton dengan nilai US$19,1 juta atau sekitar Rp318,05 miliar.
Menurut catatan BPS, potensi produksi beras dalam negeri akan mencapai 34,79 juta ton sepanjang Januari—Desember 2025, yang utamanya ditopang subround I (Januari–April 2025) dengan peningkatan 26,54%.
“Potensi produksi beras sepanjang Januari—Desember 2025 diperkirakan akan mencapai 34,79 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 4,17 juta ton atau 13,60% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024,” kata Pudji dalam Rilis BPS, Senin (1/12/2025).
Peningkatan ini juga sejalan dengan potensi luas panen padi sepanjang Januari—Desember 2025 yang diperkirakan akan mencapai 11,36 juta hektare. BPS memperkirakan, luas panen padi naik 1,31 juta hektare atau 13,03% dibandingkan dengan periode yang sama 2024.
“Peningkatan potensi luas panen Januari—Desember 2025 ini utamanya disumbang oleh peningkatan luas panen pada subround I, yaitu Januari—April 2025 yang meningkat sebesar 25,82%,” ujarnya.
Namun, angka potensi ini masih dapat berubah tergantung pada kondisi pertanaman padi sepanjang November 2025–Januari 2026, mulai dari serangan hama, banjir, kekeringan, maupun pelaksanaan panen yang dilakukan oleh para petani.
#beras-industri #impor-beras #produksi-beras #swasembada-beras #pasokan-beras #kebutuhan-beras #impor-beras-2026 #produksi-dalam-negeri #beras-nasional #impor-beras-indonesia #impor-beras-thailand #imp