Bisnis.com, JAKARTA – PT Samator Indo Gas Tbk. (AGII) mengalokasikancapital expenditure(capex) senilai Rp350 miliar pada 2026. Anggaran capex itu diakui lebih rendah dibandingkan belanja modal pada 2024 maupun 2025.
Wakil Direktur Utama Samator Indo Gas Sigit Purwanto menerangkan bahwa alokasicapex2026 akan jauh berada di bawah realisasi belanja modal perseroan pada periode tahun buku 2024 dan 2025.
“Capex tersebut untukinvestmentreguler terkait fasilitas pemasaran seperti tangki, ISO tank, penambahan fasilitas filling station di lokasi eksisting, serta perawatanrutin,” katanya dalam paparan publik, Rabu (10/12/2025).
Nantinya,capextersebut akan diambil dari kas internal dan fasilitassyndicated loanyang telah digenggam oleh AGII. Sigit menegaskan bahwa pihaknya belum memiliki rencana untuk mengambil fasilitas pinjaman baru atau penerbitan surat utang dalam waktu dekat ini.
Dibandingkan realisasicapexperseroan pada 2024 dan 2025, proyeksi anggaran belanja perseroan mencerminkan penurunan sekitar 50%year-on-year(YoY). Namun, tidak ada penjelasan lebih lanjut dari manajemen mengenai target tersebut.
Dalam periode sembilan bulan pertama 2025, AGII telah menyerap belanja modal senilai Rp330,2 miliar. Posisi itu menandakan realisasi yang menyusut 27% dibandingkan realisasicapexpada periode yang sama 2024 senilai Rp452,5 miliar.
“Hal ini didorong oleh penyelesaian pembangunan beberapa pabrik perseroan seperti pabrik di Batang, Sofifi, hingga Batam,” kata manajemen.
Adapun sepanjang periode 2024–2025, AGII telah melakukan sejumlah ekspansi dengan membangun sejumlah pabrik baru. Beberapa pabrik tersebut berlokasi di Batang, pabrik hidrogen Batam, pabrik asetilen di Sofifi, pabrikliquefactiondi Batam, dan teranyar pabrik nitrogen Batam.
Manajemen berharap kehadiran pabrik baru di Batam bakal mampu mendorong fleksibilitas AGII dalam memberikan pelayanan terhadap permintaan pasar yang berkembang di Batam dan sekitarnya.
“Kami optimis bahwa hal ini merupakan sebuah dampak positif bagi pendapatan perusahaan di tahun 2026,” kata manajemen.
Sementara itu, sepanjang 9 bulan 2025, AGII membukukan pendapatan Rp2,21 triliun atau naik 3,99% YoY dari Rp2,12 triliun pada periode yang sama 2024. Kenaikan pendapatan ditopang pertumbuhan pada beberapa segmen usaha.
Pendapatan dari produk gas mencapai Rp2,40 triliun, meningkat 3,35% YoY. Adapun pendapatan jasa dan peralatan tercatat Rp202,51 miliar, naik 3,66% YoY.
Namun, AGII membukukan beban penjualan yang naik menjadi Rp439,19 miliar pada periode ini. Selain itu, beban lainnya juga tercatat senilai Rp4,54 miliar serta beban umum dan administrasi tercatat senilai Rp260,71 miliar.
Dengan kondisi tersebut, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp60,60 miliar, turun dari Rp80,97 miliar pada periode Januari–September 2024.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.