Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia menjalin kerja sama dalam industri semikonduktor dengan menggandeng dua perusahaan asal Amerika Serikat (AS), yaitu Essence Global Group dan Tynergy Technology Corporation USA, melalui proyek PSN Wiraraja GESEIP di Galang, Batam.
Proyek strategis ini memiliki nilai investasi awal sebesar US$4,9 miliar atau sekitar Rp82,8 triliun. Berikut profil kedua perusahaan tersebut.
Essence Global Group
Essence Global Group adalah perusahaan teknologi asal AS yang fokus pada pengembangan solusi inovatif dan berkelanjutan. Perusahaan ini memiliki portofolio teknologi canggih di berbagai sektor, termasuk energi, komputasi, dan material.
Fokus bisnis dan teknologi unggulannya mencakup Essence Power System (EPS), yaitu sistem energi hidrogen plasmonik yang ramah lingkungan, mandiri, dan bebas emisi.
Advanced Sodium-Ion Storage, baterai sodium-ion yang lebih aman dan berkelanjutan dibanding litium; serta Hydrogen-on-Demand (HoD), sistem produksi hidrogen di lokasi untuk mendukung energi mandiri pada infrastruktur edge computing.
Selain itu, perusahaan juga mengembangkan prosesor fotonik AI, bangunan ultra-berkelanjutan, nanoteknologi, dan material komposit.
Pimpinan utama Essence Global Group terdiri dari Ketua Bersama, Presiden & CTO Dr. Chester A. Coleman, Ketua Bersama & CEO Mark G. Hollo, Kepala Keuangan Paul R. Burke, Pejabat Teknologi Senior Karl S. Young, dan Pejabat Humas Eksekutif Tanya Unkovich.
Dalam proyek PSN Wiraraja GESEIP, Essence Global Group fokus pada pemurnian polysilicon untuk industri semikonduktor dan sel surya melalui PT Essence Global Indonesia, sekaligus mendukung pembangunan fasilitas manufaktur dan riset teknologi mutakhir.
Perusahaan ini juga telah mencatat pencapaian dalam pengembangan sistem energi hidrogen dan penyimpanan sodium-ion berskala industri.
Tynergy Technology
Tynergy Technology Corporation adalah perusahaan teknologi energi berkelanjutan asal AS yang menitikberatkan pada manufaktur semikonduktor, energi bersih, dan ketahanan rantai pasok. Perusahaan ini memiliki pengalaman dalam inovasi energi bersih dan manufaktur material kritis.
Fokus bisnisnya mencakup pengembangan baterai sodium-ion dan flywheel magnetik untuk penyimpanan energi, pemrosesan silika menjadi wafer dan ingot semikonduktor, serta inovasi pertambangan nikel dan neodymium untuk mendukung rantai pasok industri.
Pimpinan utama Tynergy terdiri dari CEO & Pendiri Yan, Presiden Sunder Energy Eric, Pendiri & Pakar Teknologi Energi Dr. Coleman, dan Pejabat M&A Energi Alternatif dan Real Estat Walter.
Tynergy bekerja sama dengan Wiraraja Group dan Mirah Group untuk membangun fasilitas manufaktur di Batam, serta membentuk PT Energy Tech Indonesia guna membangun fasilitas penyimpanan energi berbasis sodium-ion berkapasitas 150 MW.
Proyek ini juga menjalin kerja sama lintas negara dengan Solanna Akimel 7 Technopark di Arizona, AS, untuk memperlancar transfer teknologi semikonduktor dan sel surya. Tynergy telah mencatat sejumlah pencapaian penting, termasuk pengembangan fasilitas energi berkelanjutan dan rantai pasok semikonduktor global. (Nur Amalina)