Bisnis.com,JAKARTA — Meta Platforms melalui platform Facebook meluncurkan program baru bertajukCreator Fast Track, yang ditujukan untuk menarik kreator dari platform lain seperti Instagram, TikTok dan YouTube.
Dikutip dari laman resmi Meta, Jumat (20/3/2026) program ini menawarkan penghasilan dikisaran US$1.000–US$3.000 per bulan jika para kreator memiliki pengikut followers 100.000 hingga 1 juta di platform-platform tersebut.
Program tersebut juga dirancang untuk membantu kreator yang telah memiliki basis pengikut di platform lain agar lebih mudah membangun audiens di Facebook.
Meta menyebut banyak kreator merasa kesulitan saat memulai dari nol di platform baru, sehingga Creator Fast Track hadir untuk menyederhanakan proses tersebut.
Melalui program ini, kreator akan mendapatkan dorongan distribusi untuk konten Reels yang memenuhi syarat, sehingga berpotensi menjangkau lebih banyak pengguna. Selain itu, Meta juga memberikan jaminan penghasilan selama tiga bulan bagi kreator yang aktif mengunggah konten.
Besaran insentif yang ditawarkan bervariasi. Kreator dengan minimal 100.000 pengikut di Instagram, TikTok, atau YouTube berpeluang memperoleh hingga US$1.000 per bulan atau sekitar Rp16,9 juta.
Sementara itu, kreator dengan lebih dari satu juta pengikut di salah satu platform tersebut bisa mendapatkan hingga US$3.000 per bulan atau setara sekitar Rp50 juta.
Tak hanya insentif jangka pendek, peserta program juga mendapat akses ke sistem monetisasi konten Facebook. Dengan demikian, kreator tetap bisa menghasilkan pendapatan dari konten mereka setelah program berakhir, selama konten tersebut memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Langkah ini merupakan bagian dari investasi berkelanjutan Meta dalam ekonomi kreator. Sepanjang 2025, Facebook tercatat telah menyalurkan hampir US$3 miliar kepada kreator melalui berbagai program monetisasi, meningkat sekitar 35% dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi.
Pendapatan kreator di Facebook tidak hanya berasal dari video pendek. Program monetisasi mencakup berbagai format konten, mulai dari Reels, Stories, hingga foto dan unggahan teks. Data menunjukkan sekitar 60% pembayaran kepada kreator berasal dari Reels, sementara sisanya berasal dari format lain.
Dengan beragam opsi monetisasi tersebut, peluang terbuka lebih luas bagi kreator dengan berbagai latar belakang, termasuk mereka yang tidak memiliki sumber daya produksi besar. Bahkan, jumlah kreator yang mampu menghasilkan lebih dari US$10.000 per tahun di Facebook meningkat lebih dari 30% secara tahunan.
Untuk meningkatkan transparansi dan membantu kreator mengoptimalkan pendapatan, Facebook juga memperkenalkan sejumlah metrik baru. Di antaranya adalahtampilan berkualitasyang berpotensi menghasilkan uang,tingkat penghasilanper 1.000 tayangan, serta rinciantampilan tidak memenuhi syaratbeserta alasannya.
Meski program monetisasi ini bersifat undangan, kreator tetap dapat mengajukan minat melalui fitur Dasbor Profesional di aplikasi Facebook.
Di sisi lain, langkah Meta ini menuai beragam tanggapan. Berdasarkan laporan BBC, beberapa pihak menilai strategi tersebut belum tentu efektif dalam memindahkan audiens.
Jordan Schwarzenberger, manajer kreator Sidemen, menilai bahwa kreator pada dasarnya akan tetap mengikuti audiens mereka di platform utama.
Dia menyebut, meskipun mengapresiasi inovasi Meta, pendekatan ini bisa dipandang sebagai upaya agresif untuk bersaing di tengah ketatnya perebutan perhatian pengguna di industri media sosial.
“Saya suka Facebook dan saya suka Meta dan apa yang mereka lakukan, tetapi ini terasa seperti langkah putus asa,” kata Schwarzenberger dalam laporan BBC.