Bisnis.com, JAKARTA — PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) menilai momentum Piala Dunia 2026 belum akan memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perseroan pada tahun ini.
Group Head Corporate Communication & Sustainability XLSMART Reza Mirza belum melihat momentum Piala Dunia sebagai katalis utama pertumbuhan kinerja.
Menurut Reza, ajang olahraga terbesar di dunia tersebut memang berpotensi meningkatkan aktivitas digital pelanggan, terutama untuk mengakses berbagai konten dan layanan media digital.
Namun, lanjutnya, sebagian besar pertandingan disiarkan melalui televisi dan berlangsung pada dini hari waktu Indonesia sehingga dampaknya terhadap penggunaan layanan telekomunikasi dinilai terbatas.
"Kami belum melihat adanya kontribusi material yang secara khusus dapat dikaitkan dengan momentum tersebut terhadap kinerja perusahaan," ujarnya kepada Bisnis, Senin (8/6/2026).
Di tengah proses integrasi pascamerger, operator telekomunikasi hasil penggabungan XL Axiata dan Smartfren tersebut justru mengandalkan pertumbuhan konsumsi data, perbaikan kualitas pelanggan, serta kenaikan pendapatan rata-rata per pengguna atau average revenue per user (ARPU) sebagai mesin pertumbuhan utama.
Optimisme tersebut muncul setelah perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan pada kuartal I/2026 yang berada di atas rata-rata industri telekomunikasi nasional.
Sejauh ini, belum dapat menyampaikan proyeksi kinerja kuartal II/2026 karena periode pelaporan masih berjalan. Namun, manajemen menargetkan pertumbuhan pendapatan sepanjang tahun ini setidaknya sejalan dengan industri.
"Untuk 2026 kami memproyeksikan pertumbuhan pendapatan yang sejalan dengan pertumbuhan industri, dengan pertumbuhan EBITDA sekitar dua kali lebih cepat dibandingkan pertumbuhan revenue," imbuhnya.
Menurut Reza, prospek pertumbuhan perusahaan akan ditopang oleh lanskap kompetisi industri yang semakin sehat, peningkatan kualitas pelanggan, pertumbuhan konsumsi data, serta perbaikan ARPU yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, XLSMART saat ini lebih berfokus meningkatkan pengalaman pelanggan melalui penguatan kualitas jaringan dibandingkan mengejar pertumbuhan pelanggan secara agresif.
Perseroan menjalankan sejumlah program modernisasi jaringan, integrasi infrastruktur pascamerger, serta memperluas layanan XL Ultra 5G+ yang saat ini telah tersedia di puluhan kota.
"Kami melihat tren trafik data yang terus bertumbuh dan kualitas basis pelanggan yang semakin baik, yang menjadi fondasi positif bagi pertumbuhan ARPU ke depan," kata Reza.
Di sisi lain, proses integrasi pascamerger masih menjadi pekerjaan besar bagi perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.
Reza mengatakan tantangan utama industri telekomunikasi saat ini adalah menjaga kualitas layanan di tengah lonjakan trafik data yang terus meningkat.
Selain itu, industri juga membutuhkan ketersediaan spektrum frekuensi yang memadai untuk memperluas kapasitas jaringan sekaligus mempercepat pemanfaatan teknologi 5G.
Menurutnya, operator telekomunikasi juga harus menjaga keseimbangan antara kebutuhan investasi jaringan yang besar, efisiensi operasional, dan keberlanjutan pertumbuhan bisnis jangka panjang.