Bisnis.com, JAKARTA— Maxim Indonesia menegaskan tidak mengedepankan monetisasi agresif dalam menjalankan bisnisnya, melainkan mengandalkan efisiensi operasional untuk saat hadir di kota-kota berkembang.
Development Director Maxim Indonesia Dirhamsyah mengatakan perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi, dan keberlanjutan, tanpa menjadikan monetisasi sebagai fokus utama inovasi.
“Maxim juga mendukung ekonomi digital dengan menciptakan peluang bagi mitra pengemudi untuk memperoleh penghasilan tambahan,” kata Dirhamsyah kepada Bisnis, Jumat (17/4/2026).
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Maxim terus menyediakan layanan transportasi online yang dapat diakses oleh masyarakat luas, baik di kota besar maupun daerah kecil.
Selain itu, Maxim secara aktif mengembangkan layanan pengantaran, termasuk makanan, barang, dan dokumen. Langkah ini tidak hanya memperluas peluang pendapatan bagi pengemudi, tetapi juga menghadirkan solusi logistik yang praktis bagi pengguna serta pelaku usaha kecil.
Maxim juga berupaya mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan menyediakan saluran digital yang mudah diakses bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau pelanggan melalui layanan pengantaran, sehingga dapat meningkatkan penjualan dan berkontribusi pada perekonomian daerah.
Di sisi layanan, Maxim terus meningkatkan kualitas aplikasi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna. Layanan yang ditawarkan dirancang memberikan manfaat bagi seluruh pihak dalam ekosistem, baik melalui pendapatan langsung maupun kontribusi terhadap aktivitas ekonomi.
Dirhamsyah menegaskan inovasi tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan pendapatan platform, melainkan sebagai alat untuk memperkuat ekosistem. Sejak hadir di Indonesia pada 2018, Maxim berfokus memastikan setiap fitur baru memberikan manfaat nyata bagi pengemudi maupun pengguna.
“Prioritas utama kami adalah keamanan dan keselamatan,” kata Dirhamsyah.
Untuk mendukung hal tersebut, perusahaan mengembangkan berbagai fitur seperti verifikasi pengemudi, tombol SOS, SIP Call, fitur berbagi perjalanan dengan keluarga atau orang terdekat, pemantauan perjalanan selama 24 jam, serta respons cepat terhadap laporan pengguna.
Dia menjelaskan fitur-fitur ini tidak menghasilkan pendapatan langsung bagi platform, tetapi memberikan nilai penting dengan menjadikan perjalanan lebih aman dan andal.
“Selain itu, kami mengembangkan metode pembayaran non-tunai untuk membuat transaksi lebih cepat, transparan, dan praktis,” kata Dirhamsyah.
Menurutnya, langkah ini mampu mengurangi hambatan bagi pengguna serta mempermudah pencairan pendapatan pengemudi, sehingga meningkatkan efisiensi sistem secara keseluruhan tanpa menambah monetisasi bagi perusahaan.
Maxim juga menghadirkan fitur yang secara langsung membantu pengemudi meningkatkan pendapatan, seperti sistem distribusi order yang cerdas dan adil, akun prioritas bagi pengemudi dengan rekam jejak baik, serta peningkatan akurasi navigasi dan kejelasan informasi perjalanan.
Dirhamsyah menegaskan fitur-fitur tersebut tidak dirancang untuk meningkatkan komisi Maxim, melainkan untuk meningkatkan produktivitas pengemudi sebagai fondasi ekosistem yang berkelanjutan.
Dia juga menyoroti berbagai inisiatif non-komersial, seperti program loyalitas, bonus pengemudi, dukungan sosial bagi pengemudi kurang mampu, penyandang disabilitas dan panti asuhan, kegiatan lingkungan, serta aksi sosial seperti donor darah. Program-program ini tidak memberikan keuntungan langsung bagi platform, tetapi memperkuat kepercayaan dan hubungan jangka panjang dalam komunitas.
“Oleh karena itu, kami secara sadar memisahkan fitur yang menciptakan nilai dari mekanisme monetisasi,” katanya.
Dirhamsyah menyebut monetisasi dipandang sebagai cara untuk menjaga stabilitas operasional layanan, termasuk mendukung dua aplikasi, layanan dukungan teknis 24/7, perlindungan data, serta kemitraan asuransi, bukan sebagai tujuan utama inovasi.
“Tugas utama kami adalah menjadikan layanan ini aman, nyaman, dan bermanfaat bagi semua pihak pengguna, pengemudi, dan masyarakat secara keseluruhan,” ungkapnya.
Dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis, Maxim menerapkan sejumlah strategi, antara lain mempertahankan tarif yang kompetitif dan terjangkau bagi pengguna, menyediakan skema insentif serta program penghargaan bagi mitra pengemudi, memperluas jangkauan layanan hingga ke kota-kota berkembang, serta terus meningkatkan kualitas teknologi dan fitur aplikasi.
“Selain itu, Maxim juga berupaya menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat agar tetap adaptif terhadap dinamika pasar,” ungkapnya.
Di sisi lain, Maxim juga terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam isu keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan mitra pengemudi, seperti melalui kemitraan dengan BPJS Ketenagakerjaan, Jasa Raharja, Kepolisian, serta organisasi terkait lainnya.