Bisnis.com, JAKARTA — Microsoft menunjuk Daniel Shapero sebagai Chief Executive Officer (CEO) baru LinkedIn, menggantikan Ryan Roslansky. Penunjukan ini dilakukan saat platform jejaring profesional tersebut mencatatkan pendapatan kuartalan sebesar US$5 miliar atau sekitar Rp86,5 triliun untuk pertama kalinya.
Ryan Roslansky kini mengemban tanggung jawab lebih besar sebagai Executive Vice President (EVP) yang mengawasi LinkedIn sekaligus Microsoft Office. Penyesuaian struktur ini dirancang untuk mensinergikan LinkedIn dengan lini produk Microsoft 365, termasuk Outlook dan Word.
Roslansky mengatakan integrasi ini merupakan bagian dari strategi "agentic web" perusahaan. Menurutnya, Microsoft berupaya menempatkan LinkedIn dan Office sebagai pusat dari transformasi karier yang didorong oleh teknologi AI generatif.
"Tahun lalu ketika Satya Nadella meminta saya memimpin LinkedIn dan Microsoft Office, saya tahu apa yang dia pertaruhkan: AI akan mengubah cara orang bekerja dan berkembang dalam karier mereka lebih cepat daripada yang diperkirakan kebanyakan orang," kata Roslansky dilansir dari The Tech Buzz, Kamis, (23/4/2026).
Di bawah kepemimpinan Roslansky sejak Juni 2020, pendapatan LinkedIn melonjak hampir tiga kali lipat dengan proyeksi pendapatan tahunan kini mencapai lebih dari Rp346 triliun . Platform ini sekarang menaungi lebih dari 1,3 miliar anggota dan 70 juta perusahaan di seluruh dunia.
Struktur kepemimpinan baru ini juga menempatkan Mohak Shroff sebagai President of Platforms and Digital Work. Shroff ditugaskan mengelola strategi teknologi jangka panjang di lintas ekosistem LinkedIn dan Microsoft.
Manajemen Microsoft menilai Daniel Shapero sebagai sosok yang tepat karena memiliki rekam jejak mendalam sejak bergabung pada 2008. Shapero telah memegang berbagai posisi strategis di bidang produk, rekayasa teknologi, hingga operasi bisnis.
Daniel Shapero mengatakan akan memulai masa jabatannya dengan fokus pada pembelajaran dan mendengarkan kebutuhan pengguna. Dia merupakan karyawan ke-300 LinkedIn yang telah menyaksikan pertumbuhan platform tersebut sejak sebelum diakuisisi Microsoft.
Sebagai informasi, Microsoft resmi mengakuisisi LinkedIn pada 2016 silam dengan nilai transaksi mencapai Rp453,26 triliun. Akuisisi ini menjadi pilar utama dalam strategi layanan enterprise milik raksasa teknologi asal Redmond tersebut.
Fokus LinkedIn ke depan adalah menyematkan kapabilitas AI pada fitur rekrutmen, rekomendasi konten, hingga jalur pembelajaran mandiri. Inovasi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi profesional dalam menavigasi pasar kerja yang kian kompetitif.
Melalui kepemimpinan baru ini, Microsoft berambisi memperkuat posisi LinkedIn sebagai platform utama dalam pemetaan bakat dan pengembangan keterampilan global. Operasional harian LinkedIn kini sepenuhnya berada di bawah kendali Shapero.
Profil Shapero
Shapero bukanlah orang baru di LinkedIn. Ia sering dijuluki sebagai "karyawan ke-300-an" karena telah bergabung sejak tahun 2008. Selama hampir dua dekade, dia telah memimpin hampir semua fungsi bisnis utama, mulai dari Sales, Marketing, hingga Product Management. Ia adalah sosok kunci di balik kesuksesan solusi rekrutmen (Talent Solutions) dan langganan premium yang menjadi mesin uang utama LinkedIn.
Lelaki lulusan dari Harvard Business School pada 2004 ini, menempuh studi di Johns Hopkins University dengan fokus pada Applied Mathematics (Matematika Terapan), lulus tahun 2000. Latar belakang matematika ini sering disebut sebagai alasan mengapa ia sangat kuat dalam pengambilan keputusan berbasis data.
Dia mengawali karier profesionalnya sebagai konsultan manajemen di firma bergengsi ini, tempat ia mengasah kemampuan strategi bisnis. Selain di LinkedIn, dia juga tercatat pernah menjadi penasihat (advisor) untuk perusahaan teknologi ternama lainnya, termasuk Dropbox.