Bisnis.com, JAKARTA — Ambisi raksasa teknologi Meta dalam memacu pengembangan model kecerdasan buatan (AI) terbentur tembok besar ketersediaan energi. Perusahaan induk Facebook ini pun menempuh jalur ekstrem dengan 'menyedot' cahaya matahari pakai konstelasi satelit.
Dilansir dari TechCrunch, Senin (27/4/2026) Meta menandatangani kesepakatan reservasi kapasitas perdana dengan startup Overview Energy. Kerja sama ambisius ini memproyeksikan pengerahan 1.000 satelit guna menembakkan cahaya inframerah ke ladang panel surya di bumi, khusus untuk memasok listrik ke pusat data Meta pada malam hari.
Langkah ini mencerminkan problematika akut industri teknologi global: ledakan kebutuhan komputasi AI tidak sebanding dengan kesiapan infrastruktur energi hijau di permukaan bumi.
Pada 2024 saja, pusat data Meta telah mengonsumsi lebih dari 18.000 gigawatt-jam listrik, jumlah yang setara dengan kebutuhan energi tahunan bagi 1,7 juta rumah di Amerika Serikat.
Masalah utama penggunaan energi surya untuk pusat data adalah sifatnya yang intermiten atau tidak stabil. Fasilitas produksi harus beralih ke investasi baterai penyimpanan yang mahal atau kembali bergantung pada bahan bakar fosil saat matahari terbenam.
Meta, yang telah berkomitmen membangun 30 gigawatt sumber energi terbarukan, menghadapi tantangan teknis dalam menjaga operasional pusat data tetap "hijau" selama 24 jam penuh.
Overview Energy menawarkan solusi yang selama ini dianggap sebagai sains fiksi. Perusahaan asal Virginia, AS tersebut mengembangkan wahana antariksa yang mampu mengumpulkan energi matahari di ruang hampa, mengubahnya menjadi cahaya inframerah, lalu memancarkannya ke infrastruktur panel surya yang sudah ada di bumi.
CEO Overview Energy Marc Berte menjelaskan teknologi ini menggunakan spektrum inframerah lebar guna menghindari risiko keselamatan dan regulasi yang biasanya menghambat transmisi melalui laser berkekuatan tinggi atau gelombang mikro. Cahaya ini dirancang sedemikian rupa sehingga aman bagi mata manusia, namun cukup kuat untuk diubah menjadi listrik oleh ladang panel surya berskala ratusan megawatt.
Dalam kontrak yang diumumkan, Meta memesan kapasitas hingga 1 gigawatt daya dari armada luar angkasa tersebut. Kedua pihak bahkan memperkenalkan satuan metrik baru dalam kontrak ini, yaitu megawatt photon, jumlah cahaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu megawatt listrik.
Pengerahan konstelasi satelit ini dijadwalkan mulai meluncur ke orbit geosinkron pada 2030. Di orbit tinggi tersebut, satelit akan tetap diam di atas satu titik geografis bumi. Pada tahap awal, cakupan wilayah transmisi mencakup Pantai Barat Amerika Serikat hingga Eropa Barat. Saat bumi berputar dan ladang surya memasuki waktu malam, satelit Overview akan "menambal" pasokan listrik dengan tambahan cahaya dari langit.
Berte melihat peluang besar dalam penggabungan antara pembangkitan dan transmisi energi lintas batas. Fleksibilitas untuk menyalurkan tenaga ke ladang surya mana pun di seluruh dunia menjadi nilai tawar yang krusial bagi pemain teknologi besar.
“Ada perbedaan besar antara berada di satu pasar energi tertentu, dibandingkan dengan berada di seluruh pasar energi secara global,” ujar Berte.
Namun, keberhasilan proyek ini masih bergantung pada skalabilitas teknologi di masa depan. Overview berencana melakukan uji coba transmisi daya pertama dari orbit rendah bumi pada Januari 2028. Jika berhasil, Meta tidak hanya mengamankan operasional AI mereka, tetapi juga berpotensi mengubah lanskap pasar energi global secara fundamental melalui kedaulatan listrik berbasis antariksa.