Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan robotik asal China Unitree Robotics, memperlihatkan kemampuan robot buatannya yang mampu berlari dengan kecepatan tinggi, bahkan mendekati performa atlet dunia Usain Bolt.
Dalam video yang dirilis robot humanoid H1 milik Unitree terlihat berlari di lintasan atletik dengan kecepatan hingga sekitar 10 meter per detik. Saat melewati alat pengukur, kecepatannya sempat tercatat 10,1 meter per detik, walaupun perusahaan mengakui kemungkinan adanya sedikit kesalahan pengukuran.
Secara fisik robot ini memiliki panjang kaki dari paha hingga betis sekitar 80 cm dengan berat 62 kilogram, tidak jauh berbeda dari manusia dewasa. Dengan spesifikasi tersebut, performa larinya diklaim sudah mendekati level atlet kelas dunia.
Sebagai perbandingan, pelari legendaris asal Jamaika Usain Bolt mencatat kecepatan rata-rata sekitar 10,44 meter per detik saat memecahkan rekor dunia lari 100 meter dalam waktu 9,58 detik pada 2009. Perusahan tersebut bahkan memperkirakan robot humanoid berpotensi menembus waktu 10 detik untuk 100 meter pada pertengahan 2026.
Tidak hanya Unitree, perkembangan robot lari juga terlihat dari berbagai pihak. Pada ajang World Humanoid Robot Games 2025, robot Tien Kung Ultra berhasil menjuarai lomba lari 100 meter dengan catatan waktu 21,50 detik, mengungguli robot H1. Robot yang sama juga mencatat sejarah dengan menyelesaikan setengah maraton humanoid pertama di dunia dalam waktu sekitar 2 jam 40 menit.
Sementara itu, perusahaan lain seperti MirrorMe juga memperkenalkan robot humanoid bernama Bolt pada Februari 2026. Robot setinggi 175 cm dan berbobot 75 kg ini diklaim mampu mencapai kecepatan hingga 10 meter per detik.
Dikutip dari Interesting Engineering Kamis (16/4/2026), sebelumnya pada Maret 2024, versi pengembangan H1 yaitu H1 V3.0 Evolution, bahkan berhasil mencetak rekor sebagai robot humanoid ukuran penuh tercepat versi Guinness World Records. Robot ini mampu berjalan dengan kecepatan 3,3 meter per detik, mengungguli rekor sebelumnya milik robot Atlas dari Boston Dynamics.
Kemampuan tinggi H1 didukung oleh teknologi motor dan sistem penggerak canggih, serta sensor modern seperti kamera kedalaman dan LiDAR 3D yang membantunya membaca lingkungan sekitar. Desain mekanisnya juga memungkinkan gerakan yang stabil dan fleksibel, bahkan saat menerima gangguan saat berjalan.
Menariknya, dalam beberapa demonstrasi, robot ini tetap mampu menjaga keseimbangan meski didorong atau ditendang, lalu kembali stabil dengan cepat.
Ke depan, perkembangan ini diperkirakan akan semakin pesat. Bahkan, dalam ajang lomba setengah maraton robot humanoid berikutnya yang akan digelar April mendatang di Beijing, puluhan tim disebut akan ikut serta menguji kemampuan robot mereka. (Nur Amalina)