Bisnis.com, JAKARTA — Penggunaan air conditioner (AC) kerap dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, seperti memperburuk kondisi jantung, hingga menyebabkan tubuh menjadi lebih rentan sakit. Namun, risiko tersebut dapat dihindari jika cara, durasi pemakaian, dan perawatannya diatur dengan tepat.
Spesialis Jantung Intervensi dari Hermina Depok dr. Bobby Arfhan Anwar menerangkan, AC pada dasarnya aman digunakan selama selaras dengan kebutuhan fisiologis tubuh. Menurutnya, pendingin ruangan ini justru dapat membantu meregulasi suhu tubuh agar tetap optimal, terutama saat aktivitas harian dilakukan di dalam ruangan.
Misal olahraga berat, sebaiknya menggunakan AC agar bisa mengatur suhu yang sejuk untuk tubuh. Bobby menyebut, ketika sedang olahraga dan suhu ruangan panas, jantung bekerja lebih keras. “Karena itu kita sering merasa pusing atau pandangan terasa gelap saat berolahraga di kondisi ruangan yang panas,” ujar Bobby dalam keterangannya, dikutip Bisnis, Senin (26/1/2026).
Saat ini, sejumlah AC memiliki fitur yang dapat menjaga suhu ruangan tetap optimal. Salah satunya sleep mode yang ekerja dengan naikkan suhu AC secara bertahap selama delapan jam sebelum akhirnya mati secara otomatis.
Dengan mekanisme ini, suhu ruangan tidak menjadi terlalu dingin saat tubuh beristirahat, sehingga membantu mengurangi risiko masuk angin maupun munculnya reaksi alergi akibat paparan udara dingin berlebih.
Sementara itu, Bobby menyarankan agar AC tidak digunakan seharian penuh tanpa jeda. Penggunaan AC dalam durasi yang terlalu lama, terutama di ruangan tertutup, dapat menyebabkan udara menjadi terlalu kering dan suhu terlalu dingin. Kondisi ini berisiko memicu kulit kering hingga reaksi alergi.
Kemudian, ketika menggunakan AC, penting untuk mencukupi asupan cairan guna menjaga kelembapan kulit dan tubuh. Sirkulasi udara alami juga tetap perlu dimaksimalkan dengan membuka jendela atau ventilasi ketika AC dimatikan, agar kualitas udara di dalam ruangan tetap terjaga.
Di sisi lain, AC justru dapat dimanfaatkan untuk membantu mengontrol kelembapan udara saat kondisi ruangan terlalu lembap, misalnya saat musim hujan. Manfaatkan fitur dry mode yang berfungsi menyerap kelembapan berlebih di dalam ruangan, sehingga membantu menciptakan udara yang lebih nyaman dan sehat.
Aspek lain yang kerap luput dari perhatian adalah kebersihan AC. Filter yang jarang dibersihkan berpotensi menjadi sarang debu dan jamur, yang dapat memicu gangguan pernapasan maupun alergi.
Perawatan rutin menjadi syarat utama agar udara yang dihasilkan AC tetap bersih dan aman dihirup. Selain itu, Bobby menekankan pentingnya menjaga ruangan ber-AC bebas dari asap rokok.
Dia menilai, dampak asap rokok tidak langsung hilang meski bau sudah tak tercium. Partikel asap rokok katanya bisa menempel di AC dan furnitur selama tiga minggu. “Ini bisa berdampak pada perokok tangan ketiga, seperti anak-anak kita. Ini yang bisa menyebabkan pneumonia pada balita,” jelas Bobby.