Bisnis.com, JAKARTA — Jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan ke Arab Saudi pada Rabu (22/4/2026), menjadi momen yang telah lama dinantikan para calon haji dan keluarganya. Oleh karena itu, keberangkatan harus dipersiapkan dengan baik, salah satunya dengan memenuhi daftar barang yang harus dibawa jemaah haji ke Arab Saudi.
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sekaligus Wakil Ketua II Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Budi Agung Nugroho menyampaikan bahwa total jemaah haji Indonesia tahun ini mencapai 221.000 orang. Seluruh jemaah tersebut akan diberangkatkan secara bertahap dalam kurun waktu April hingga Mei 2026.
Merujuk pada jadwal penerbangan haji 1447 H/2026 M yang dirilis Kemenhaj, para jemaah dari 12 embarkasi mulai memasuki asrama haji di daerah masing-masing sejak Selasa (21/4/2026). Embarkasi tersebut tersebar di berbagai wilayah, yakni Medan, Batam, Palembang, Banten, Jakarta-Pondok Gede, Jakarta-Bekasi, Kertajati, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Lombok, dan Makassar.
Dengan dimulainya proses keberangkatan ini, berbagai persiapan teknis dan personal pun menjadi hal penting yang harus dipersiapkan oleh jemaah. Selain kesiapan fisik dan mental, aspek logistik seperti barang bawaan juga sering menjadi hal yang tidak kalah penting.
Tak sedikit jemaah yang masih merasa bingung dalam menentukan barang apa saja yang perlu dibawa. Akibatnya, banyak yang justru membawa perlengkapan berlebihan, padahal kapasitas koper terbatas dan mobilitas selama ibadah cukup tinggi.
Oleh karena itu, jemaah perlu tahu daftar barang esensial agar perjalanan ibadah tetap nyaman dan efisien. Dengan membawa perlengkapan yang tepat, jemaah dapat lebih fokus menjalankan rangkaian ibadah tanpa terbebani urusan logistik yang tidak perlu.
Berikut barang-barang yang harus disiapkan untuk oleh jemaah haji dibawa melansir akun Instagram @kemenhaj.ri.
Daftar Barang yang Harus Dibawa Jemaah Haji:
Tas Kecil
Tas kecil menjadi salah satu perlengkapan yang wajib dibawa jemaah selama beraktivitas di Tanah Suci. Dengan tas berukuran kecil, jemaah tidak perlu repot membawa tas besar yang berat dan kurang praktis. Di dalamnya, jemaah bisa menyimpan barang-barang penting seperti paspor, obat-obatan pribadi, makanan ringan, hingga perlengkapan esensial lainnya. Tas kecil juga memudahkan akses, sehingga jemaah tidak perlu membongkar koper hanya untuk mencari barang yang dibutuhkan.
Tas Kresek atau Totebag
Selain tas kecil, tas kresek, atau totebag juga tak kalah penting sebagai perlengkapan cadangan. Barang ini berguna untuk menyimpan kebutuhan tambahan atau barang mendadak yang perlu dibawa. Sifatnya yang fleksibel membuat tas ini mudah dilipat dan diselipkan di dalam koper atau tas utama. Selain itu, tas kresek atau totebag bisa dimanfaatkan untuk menyimpan alas kaki, botol pelembab, atau barang lain agar tetap terpisah dan lebih rapi.
Alas Kaki
Alas kaki menjadi perlengkapan yang tidak boleh diabaikan, mengingat jemaah akan banyak berjalan kaki selama menjalankan ibadah. Pastikan memilih alas kaki yang nyaman, tidak licin, dan sesuai ukuran kaki agar tidak menimbulkan lecet. Kemenhaj juga menganjurkan penggunaan alas kaki dengan tali belakang agar tidak mudah lepas saat digunakan di area yang padat.
Tempat Minum dan Semprotan Air
Membawa tempat minum dan semprotan air sangat penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi di tengah cuaca panas Arab Saudi. Pastikan botol selalu terisi air agar jemaah bisa minum kapan saja dibutuhkan. Apabila jemaah berada di sekitar Masjidil Haram, jemaah dapat mengisi tempat minum dengan air zamzam di dispenser zamzam maupun keran-keran yang bertuliskan air zamzam.
Semprotan air dapat digunakan untuk menyegarkan wajah atau tubuh, sehingga membantu mengurangi rasa gerah selama beraktivitas.
Masker
Penggunaan masker menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan selama berada di keramaian. Jemaah akan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara, sehingga risiko penularan penyakit tetap ada. Oleh karena itu, disarankan untuk selalu memakai masker dan menggantinya secara berkala, idealnya setiap 4 hingga 6 jam, agar tetap higienis dan efektif.
Kacamata
Kondisi lingkungan di Tanah Suci yang berdebu membuat kacamata menjadi perlengkapan yang cukup penting. Kacamata dapat melindungi mata dari debu sekaligus paparan sinar matahari yang terik. Sebaiknya pilih kacamata yang memiliki perlindungan UV agar mata tetap nyaman dan aman selama beraktivitas di luar ruangan.
Payung
Payung juga menjadi barang yang sebaiknya tidak dilupakan. Selain untuk berjaga-jaga saat hujan, payung sangat berguna untuk melindungi diri dari panas matahari yang cukup menyengat. Pilih payung lipat agar lebih praktis dibawa ke mana-mana tanpa memakan banyak tempat di tas.
Barang Kecil yang Bermanfaat saat Haji:
Emergency Urin Bag
Ini bisa menjadi solusi praktis saat jemaah kesulitan menemukan toilet, terutama di perjalanan atau di area yang sangat padat. Meski jarang digunakan, tetapi barang ini penting untuk antisipasi dalam kondisi darurat.
Electrolit Powder
Elektrolit perlu disiapkan untuk menjaga stamina tubuh. Cuaca panas dan aktivitas fisik yang cukup tinggi membuat tubuh rentan dehidrasi. Dengan mengonsumsi minuman elektrolit, cairan tubuh dapat tergantikan lebih cepat sehingga jemaah tetap bugar selama beribadah.
GPS Tracker Mini
Untuk menjaga keamanan, jemaah juga bisa membawa GPS tracker mini. Alat ini berguna untuk memantau lokasi, terutama bagi jemaah lanjut usia atau mereka yang berisiko terpisah dari rombongan. Dengan alat ini, proses pencarian bisa dilakukan lebih cepat dan akurat.
Cooling Stater Kit
Cooling starter kit dapat membantu mengurangi rasa panas di tengah suhu ekstrem. Biasanya terdiri dari handuk dingin, semprotan, atau perlengkapan lain yang memberikan efek sejuk, sehingga jemaah bisa tetap nyaman saat beraktivitas di luar ruangan.
Protecting Jelly
Produk ini dapat digunakan untuk mencegah lecet akibat gesekan, terutama di area kaki atau lipatan tubuh yang sering terpapar gesekan saat berjalan jauh. Dengan perlindungan yang tepat, jemaah dapat mengurangi risiko iritasi dan tetap fokus menjalankan ibadah. (Putri Astrian Surahman)