
St. Petersburg: Peta ekonomi global disebut tengah mengalami perubahan besar. Jika sebelumnya pertumbuhan ekonomi dunia didominasi negara-negara maju, kini pusat pertumbuhan mulai bergeser ke negara berkembang yang tergabung dalam kelompok BRICS.
Hal itu dibeberkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam sesi pleno
St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026 ia menilai negara-negara BRICS semakin memainkan peran penting dalam membentuk arah ekonomi dunia di tengah transisi menuju sistem global yang lebih multipolar.
Putin menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia saat ini tidak lagi terpusat pada negara-negara Barat, melainkan mulai menyebar ke berbagai kawasan baru, terutama negara-negara di belahan bumi selatan.
“Struktur pertumbuhan bergeser mendukung pusat-pusat pembangunan baru dan negara-negara di belahan bumi selatan,” kata Vladimir Putin, St. Petersburg, Jumat, 5 Juni 2026.
Dunia bergerak ke sistem multipolar
Menurut Putin, perubahan yang terjadi saat ini bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi semata. Transformasi global juga ditandai dengan munculnya kelas menengah baru, pertumbuhan industri domestik, kemajuan sains dan teknologi, perkembangan sektor keuangan, hingga perluasan pasar di berbagai negara berkembang. Dengan begitu, ia menilai kondisi tersebut menciptakan distribusi pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
“Saya ingin mengatakan, dalam hal ini, bahwa dunia menjadi lebih adil, lebih merata, karena pertumbuhan ekonomi meluas ke semakin banyak negara, memberikan peluang baru bagi miliaran orang yang dulunya berada di pinggiran ekonomi global,” ucapnya.
BRICS jadi aktor pertumbuhan dunia
Putin mengungkapkan, dalam lima tahun terakhir, hampir setengah pertumbuhan ekonomi global berasal dari negara-negara BRICS. Berdasarkan data yang ia sampaikan, sekitar 49 persen pertumbuhan ekonomi dunia berasal dari BRICS, sementara kontribusi negara-negara G7 hanya sekitar 18 persen.
"Pada tahun 2020-2025, ekonomi global tumbuh rata-rata 4,1 persen per tahun, 2 persen di antaranya berasal dari BRICS, dan hanya 0,8 persen dari G7," sebutnya.
Selain menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi dunia, BRICS juga disebut telah melampaui G7 dari sisi kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB).
“Saat ini, pangsa BRICS dan PDB dunia berdasarkan paritas daya beli mencapai 40 persen, sedangkan pangsa G7 kurang dari 29 persen, jadi BRICS telah melampaui G7, dan itu terjadi pada tahun 2020,” tuturnya.
IMF dan Bank Dunia ramal BRICS tumbuh lebih cepat
Putin juga merujuk pada proyeksi sejumlah lembaga internasional, seperti IMF dan Bank Dunia yang menyatakan BRICS akan terus mencatat pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia.
“Pertumbuhan ekonomi global paling banter hanya 1,1 persen per tahun, sedangkan negara-negara BRICS akan tumbuh lebih dari 4 persen," ujarnya.
(ANN)