Bisnis.com, SUKAMARA — PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) secara agresif menjalankan strategi dekarbonisasi melalui pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi energi baru terbarukan (EBT) di Pulau Kalimantan.
Langkah tersebut diwujudkan oleh entitas anak perseroan di Kalimantan Tengah melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dan lewat peresmian fasilitas produksi biokokas di Kalimantan Barat.
Salah satu anak usaha TAPG yakni PT Sukses Karya Mandiri (SKM) di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, telah mengoperasikan PLTBg berbasis limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) sejak 2023.
Dalam kunjungan Bisnis ke lokasi PLTBg, Rabu (10/12/2025), tangki biodigester yang berfungsi memproses material limbah organik dalam kondisi tanpa oksigen (anaerobik) ini berdiri megah di lahan seluas sekitar 60 hektare.
Di dalam tangki raksasa itulah, limbah cair sawit yang mencapai ratusan ton per hari diubah menjadi energi listrik. Fasilitas tersebut kemudian memasok kebutuhan listrik untuk kernel crushing plant(KCP) dan perumahan karyawan.
“Sekarang ini kami sudah menjalankan dan menghasilkan listrik itu di 2 megawatt, di mana untuk operasional KCP dan sebagiannya digunakan di domestik untuk perumahan dan lain-lain,” ucap Asisten Process Sukses Karya Mandiri, M. Raihan Saina Lubis, saat ditemui di lokasi PLTBg.
Sementara itu, Mill Manager Sukses Karya Mandiri Roganda Sitorus menjelaskan gas metana dihasilkan di biodigister melalui kerja bakteri, lalu disaring menggunakan scrubber untuk menghilangkan hidrogen sulfida sebelum dimanfaatkan sebagai bahan bakar gas engine pembangkit listrik.
Selain mencukupi operasional pabrik KCP berkapasitas 250 ton per hari, pengoperasian PLTBg juga memangkas konsumsi solar yang sebelumnya mencapai 50 liter per jam kini sepenuhnya tergantikan oleh gas kelolaan pabrik.
“Sudah tidak menggunakan solar lagi untuk operasional pabrik. Gas yang kami kelola mampu menghasilkan energi hingga 1.300 kW per jam,” kata Roganda.
Dari sisi dekarbonisasi, PLTBg yang dikelola KCM turut menekan potensi pelepasan sekitar 73.000 ton karbon ekuivalen per tahun. Hal ini secara langsung mendukung target carbon neutral company TAPG pada 2036.
FASILITAS BIOKOKAS
Selain PLTBg, emiten sawit milik TP Rachmat ini juga memperluas jejak energi terbarukan melalui peresmian fasilitas produksi biokokas yang dijalankan PT ATP Bio Indonesia, perusahaan joint venture (JV) antara TAPG dan Aisin Takaoka Co., Ltd. di Ambawang, Kalimantan Barat, pada Selasa (9/12/2025).
Berdasarkan catatan Bisnis, Manajemen TAPG menjelaskan bahwa biokokas berbasis cangkang sawit merupakan terobosan dari hasil riset dan pengembangan oleh Aisin Takaoka, sekaligus menjadi yang pertama di dunia.
Pengembangan biokokas tersebut merupakan teknologi baru dengan tujuan sebagai alternatif bahan bakar industri pengecoran baja (foundry) yang selama ini sangat bergantung pada batu bara kokas atau coking coal.
President Aisin Takaoka, Makoto Okuda, menjelaskan hasil pengembangan biokokas berbasis cangkang sawit dapat menggantikan sepenuhnya penggunaan batu bara kokas dalam industri tanpa mengurangi kualitas pembakaran.
Adapun pengembangan ini juga dilakukan untuk mengurangi emisi karbon dalam proses pengecoran baja yang kerap menjadi tantangan utama industri.
“Bersama Triputra Agro Persada, kami memiliki filosofi yang sama untuk mengembangkan energi hijau dalam mewujudkan karbon netral,” ujar Okuda.
Secara kinerja, TAPG tercatat membukukan laba bersih sebesar Rp2,68 triliun sepanjang periode Januari – September 2025. Capaian tersebut melonjak 65,67% year on year (YoY) dibandingkan Rp1,61 triliun pada kuartal III/2024.
Selain bottom line, pendapatan perseroan juga naik 31,48% YoY menjadi Rp8,2 triliun. Pendapatan ini bersumber dari produk kelapa sawit dan turunannya yang mencapai Rp8,19 triliun atau berkontribusi 99,87% dari total pendapatan.
Di sisi produksi, TAPG mencatat produksi tandan buah segar (TBS) inti sebanyak 2,27 juta ton dan TBS plasma 279.221 ton sepanjang kuartal III/2025. Adapun total TBS yang diproses oleh perseroan mencapai 3,04 juta ton.
Dari situ, produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) meningkat 10% YoY menjadi 708.029 ton sepanjang Januari-September 2025. Perseroan juga mencatat rata-rata harga jual (ASP) CPO tumbuh 10% secara tahunan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.