Bisnis.com, JAKARTA - Grab Holdings Ltd. dikabarkan resmi mengakuisisi operasional Foodpanda di Taiwan dari Delivery Hero SE dengan nilai transaksi mencapai US$600 juta atau senilai Rp10,19 triliun dengan asumsi kurs per Senin (23/3/2026) Rp16.996 per dolar Amerika Serikat.
Diberitakan Bisnis sebelumnya, langkah ini menjadi ekspansi pertama Grab ke bisnis pengantaran makanan di luar pasar inti Asia Tenggara. Melansir Bloomberg, Grab menyebut akuisisi berbasis tunai ini akan memperluas jangkauan layanan mereka ke 21 kota di Taiwan.
Transaksi tersebut ditargetkan rampung pada paruh kedua tahun ini, dengan catatan masih menunggu persetujuan regulator setempat.
Foodpanda merupakan perusahaan delivery makanan berbasis aplikasi yang didirikan di Jerman pada tahun 2012.
Foodpanda sejatinya merupakan sebuah aplikasi yang menawarkan jasa bagi para customer untuk memesan dan mengantarkan makanan sama halnya dengan GoFood, GrabFood, dan sebagainya yang kita kenal.
Foodpanda saat ini tersebar di berbagai negara pada kawasan Asia dan Eropa dalam menawarkan jasa pesan dan antar makanan.
Foodpanda secara resmi diluncurkan di Singapura pada tahun 2014 sekaligus memiliki kantor pusat di tempat yang sama.
Foodpanda juga merupakan anak perusahaan dari Delivery Hero yang berkembang pesat di kawasan Asia terutama Asia Tenggara.
Baru-baru ini, perusahaan super-app asal Malaysia, yakni Grab mencoba mengakuisisi salah satu cabang usaha mereka di Taiwan yakni Foodpanda milik Delivery Hero.
Grab dikabarkan akan membayar secara cash sebesar US$600 juta untuk mengakuisisi bisnis pengiriman Foodpanda milik Delivery Hero.
Grab mengambil langkah tersebut guna mendapat pijakan yang cukup besar di luar wilayah Asia Tenggara.
Foodpanda di Taiwan menghasilkan sekitar US$1,8 miliar dalam penghasilan kotor di tahun 2025, sehingga membuat Grab melihat peluang menguntungkan berdasarkan EBITDA yang disesuaikan sebelum alokasi biaya grup Delivery Hero.
Profil Founder Foodpanda dan Delivery Hero
Foodpanda didirikan bersama pada tahun 2012 di Berlin, Jerman oleh Ralf Wenzel dan Benjamin Bauer, di bawah naungan Rocket Internet.
Ralf Wenzel adalah CEO global dan salah satu pendiri Foodpanda atau Hellofood. Dia memiliki gelar di bidang ilmu komputer dari Universitas Berlin. Sebelum menjadi CEO Foodpanda, ia bekerja di Skrill Holding sebagai Chief Operating Officer Grup. Sebelumnya dia menjabat sebagai Wakil Presiden Senior Penjualan dan Pengembangan Bisnis di Jamba/Jamster.
Benjamin Bauer adalah Chief Marketing Officer dan salah satu pendiri Foodpanda. Dia memegang gelar Master of Science dari WHU dan gelar Bachelor of Science dari Universitas Maastricht di bidang Administrasi Bisnis. Sebelumnya, dia pernah bekerja untuk perusahaan modal ventura di San Francisco dan Munich.
Kepemilikan Foodpanda berubah 100 persen pada tahun 2016 ketika Delivery Hero mengakuisisi saham Rocket Internet secara penuh.
Setelah IPO Delivery Hero di tahun 2017 pada bursa saham Frankfurt, Foodpanda secara tidak langsung berada di bawah naungan perusahaan tersebut.
Foodpanda di bawah Delivery Hero diawasi langsung oleh Dewan Eksekutif, sekaligus Dewan Pengawas, dan CEO, Niklas Ostberg.
Niklas Ostberg merupakan pendiri dari perusahaan Delivery Hero yang saat ini merupakan pemilik penuh dari Foodpanda.
Niklas Ostberg adalah salah satu pengusaha dari Swedia dan menetap di Zurich, Jerman. Sebelum usaha Delivery Hero-nya berkembang, Ostberg sempat bergabung dengan komunitas startup di Jerman, hingga kini menjadi salah satu pengusaha di bidang teknologi yang berhasil di negara tersebut.