Bisnis.com, JAKARTA — Gangguan kesehatan mental dapat mempengaruhi emosi, pola pikir, dan hubungan sosial seseorang, salah satunya pada Borderline Personality Disorder (BPD) yang ditandai dengan ketidakstabilan emosi dan relasi interpersonal.
BPD termasuk kondisi kesehatan mental yang mempengaruhi cara seseorang mengelola emosi, memandang diri sendiri, dan membangun hubungan dengan orang lain. Kondisi ini membuat emosi menjadi sangat intens, berubah cepat, dan sering sulit dikendalikan.
Dalam kehidupan sehari-hari, BPD dapat berdampak pada hubungan sosial, pekerjaan, hingga cara seseorang mengambil keputusan. Banyak penderita juga mengalami ketakutan berlebihan akan ditinggalkan serta kesulitan menjaga hubungan yang stabil.
Direktur Developmental Psychopathology Lab, Carla Sharp, menjelaskan bahwa BPD merupakan bagian dari gangguan kepribadian yang berkaitan erat dengan kemampuan seseorang dalam mengatur emosi dan relasi sosial.
“Orang dengan BPD mengalami periode emosi yang sangat intens dan sering kali sulit dikendalikan setelah adanya pemicu. Kondisi ini dapat mempengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri dan mengganggu hubungan,” ujar dikutip dari American Psychology Association, Rabu (22/4/2026).
Dia menambahkan bahwa dalam perkembangan ilmu psikologi modern, BPD tidak lagi dipahami sebagai kategori yang kaku, melainkan berada dalam spektrum kemampuan pengaturan diri seseorang. Pendekatan ini melihat kondisi kepribadian sebagai dimensi, bukan sekadar label.
Perubahan pendekatan tersebut juga muncul karena banyak kasus BPD yang tumpang tindih dengan gangguan lain seperti depresi dan kecemasan. Hal ini membuat diagnosis dan penanganan perlu dilakukan secara lebih menyeluruh.
BPD ditandai dengan pola hubungan yang tidak stabil, impulsivitas, serta citra diri yang negatif. Penderita juga sering mengalami perubahan emosi yang cepat dan ekstrem.
Kondisi ini dapat terlihat dari berbagai tanda yang muncul dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam cara seseorang berhubungan dengan orang lain dan mengelola emosinya.
Berikut gejala yang muncul pada BPD:
- Ketakutan berlebihan akan ditinggalkan
- Hubungan interpersonal yang tidak stabil
- Emosi yang berubah cepat dan intens
- Perilaku impulsif tanpa mempertimbangkan risiko
Selain itu, BPD dapat mempengaruhi cara seseorang melihat dirinya sendiri dan orang lain. Dalam beberapa kondisi, penderita bisa melakukan tindakan impulsif seperti menyakiti diri sendiri atau mengambil keputusan berisiko tanpa mempertimbangkan akibatnya.
Carla Sharp menegaskan bahwa kondisi ini dapat ditangani dengan terapi yang tepat sehingga penderita BPD dapat belajar mengelola emosi dan menjalani hidup yang lebih stabil.
“Orang dengan BPD mengalami periode emosi yang sangat intens dan sering kali sulit dikendalikan setelah adanya pemicu. Kondisi ini dapat memengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri dan mengganggu hubungan,” ujarnya.