Bisnis.com, JAKARTA — Entitas anak PT Putra Mandiri Jembar Tbk. (PMJS), PT Dipo Internasional Pahala Otomotif (DIPO), memperoleh fasilitas kredit senilai total Rp5 triliun dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan penerbitan garansi bank terkait proyek PT Agrinas Pangan Nusantara.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), fasilitas tersebut terdiri atas kredit modal kerja sebesar Rp1,8 triliun serta fasilitas penerbitan garansi bank senilai Rp3,2 triliun.
Perseroan menjelaskan fasilitas kredit modal kerja diberikan dalam skema revolving dengan tenor 12 bulan dan bunga sebesar 6,5% per tahun. Adapun fasilitas tersebut akan digunakan untuk tambahan modal kerja serta kebutuhan jaminan pembelian, pembayaran, dan jenis bank garansi lainnya yang berkaitan dengan proyek Agrinas.
“Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk tambahan modal kerja dan untuk keperluan jaminan pembelian, pembayaran, dan jenis garansi bank lainnya yang bankable dan feasible atas kontrak/SPK/PO/invoice dari PT Krama Yudha Tiga Berlian dan PT Dipo Star Finance dalam rangka pengerjaan proyek dari PT Agrinas Pangan Nusantara,” tulis manajemen PMJS dalam keterbukaan informasi, dikutip Minggu (24/5/2026).
DIPO merupakan entitas anak yang dikendalikan langsung oleh PMJS dengan kepemilikan saham sebesar 82,64%. Perusahaan bergerak di bidang dealer resmi kendaraan bermotor dan berkedudukan di Medan.
Dalam transaksi tersebut, PMJS juga akan memberikan corporate guarantee atau jaminan perusahaan atas fasilitas kredit yang diperoleh DIPO. Selain itu, jaminan kredit mencakup tanah dan bangunan, deposito atau giro, persediaan proyek, hingga piutang proyek yang diikat secara fidusia.
Fasilitas garansi bank yang diperoleh DIPO sendiri mengalami penyesuaian plafon dari sebelumnya Rp3,5 triliun menjadi Rp3,2 triliun. Dengan tambahan fasilitas modal kerja Rp1,8 triliun, total fasilitas pembiayaan DIPO dari BNI mencapai Rp5 triliun.
Sebelumnya, DIPO telah mengantongi kontrak jumbo senilai Rp10,8 triliun dari Agrinas Pangan Nusantara untuk pengadaan 20.600 unit truk KopDes Merah Putih. Kontrak tersebut diteken pada April 2026 dan menjadi salah satu proyek terbesar perseroan di lini distribusi kendaraan.
Dalam proyek tersebut, DIPO bertindak sebagai dealer resmi yang ditunjuk PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors untuk menyediakan kendaraan truk beserta layanan purna jual.
Realisasi kontrak dilakukan setelah terpenuhinya sejumlah prasyarat, termasuk penerbitan bank garansi dari BNI dan pembayaran uang muka dari Agrinas kepada DIPO senilai Rp2,84 triliun.
Manajemen PMJS menilai proyek tersebut akan memberikan dampak positif terhadap operasional dan kinerja keuangan perseroan ke depan, seiring besarnya kebutuhan kendaraan untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.