Bisnis.com, JAKARTA— Unit bisnis on-demand PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, yakni Gojek, mencatat peningkatan kinerja sepanjang 2025.Sepanjang 2025, pendapatan bersih layanan on-demand Gojek meningkat 16% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp12,6 triliun dari Rp10,88 triliun pada 2024.
“Peningkatan didukung oleh optimalisasi product mix,pendapatan iklan yang lebih tinggi, dan pengeluaran insentif yang disiplin,” tulis GoTo dalam keterangan pada Rabu (11/3/2026).
Sejalan dengan itu, EBITDA yang disesuaikan juga menunjukkan pertumbuhan. Untuk periode setahun penuh 2025, EBITDA yang disesuaikan tercatat meningkat 105% YoY menjadi Rp1,4 triliun dibandingkan Rp679 miliar pada 2024.
Dari sisi operasional, nilai transaksi bruto atau gross transaction value (GTV) layanan on-demand Gojek tercatat tumbuh. Secara tahunan, GTV layanan tersebut naik 8% YoY menjadi Rp66,5 triliun pada 2025 dari Rp61,9 triliun pada 2024.
Perusahaan menyebut pertumbuhan tersebut didorong oleh strategi berbasis produk yang berfokus pada kebutuhan pengguna dari segmen affluent maupun mass market.
Selain itu, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) disebut turut berperan dalam mendorong pertumbuhan bisnis. Teknologi tersebut digunakan untuk meningkatkan kemampuan pencarian dan rekomendasi, memperluas visibilitas pencarian, meningkatkan konversi konsumen, serta mendorong peningkatan nilai belanja per transaksi.
Dari sisi operasional, perusahaan juga menyatakan kesejahteraan mitra pengemudi tetap menjadi prioritas dalam ekosistem Gojek. Sebanyak 400.000 mitra pengemudi yang memenuhi syarat disebut menerima Bonus Hari Raya (BHR) menjelang Lebaran 2026.
Secara rinci, segmen Mobility mencatat pertumbuhan GTV sebesar 2% YoY menjadi Rp6,5 triliun pada kuartal IV/2025. Sepanjang 2025, GTV Mobility meningkat 7% YoY menjadi Rp24,7 triliun.
Pendapatan bersih dari segmen Mobility meningkat 15% YoY menjadi Rp858 miliar pada kuartal IV/2025. Untuk periode setahun penuh, pendapatan bersih segmen ini naik 15% YoY menjadi Rp3,13 triliun.
Sementara itu, EBITDA yang disesuaikan dari segmen Mobility meningkat 22% YoY menjadi Rp275 miliar pada kuartal IV/2025 dan naik 18% YoY menjadi Rp870 miliar sepanjang 2025.
Adapun segmen Delivery mencatat GTV sebesar Rp11,2 triliun pada kuartal IV/2025 atau tumbuh 5% YoY. Sepanjang 2025, GTV Delivery meningkat 8% YoY menjadi Rp41,8 triliun.
Pendapatan bersih Delivery tercatat meningkat 8% YoY menjadi Rp2,54 triliun pada kuartal IV/2025. Secara tahunan, pendapatan bersih segmen ini naik 16% YoY menjadi Rp9,46 triliun.
Di sisi profitabilitas, EBITDA yang disesuaikan dari segmen Delivery meningkat 123% YoY menjadi Rp183 miliar pada kuartal IV/2025. Untuk periode setahun penuh, EBITDA Delivery melonjak 383% YoY menjadi Rp691 miliar.