Bisnis.com, JAKARTA - Menjelang konser tunggalnya bertajuk Retrospektif: The Concert, Afgan mengenang kembali momen ketika dia mulai jatuh cinta pada musik. Dia mengaku kecintaannya pada musik tumbuh lewat lagu-lagu Chrisye yang pertama kali didengarkannya ketika masih anak-anak.
Bagi Afgan, karya-karya Chrisye menjadi salah satu alasan yang mendorongnya untuk mengenal musik lebih jauh. Dari Chrisye, dirinya juga belajar bahwa musik tidak sekadar hiburan semata, tetapi juga medium untuk menyampaikan rasa dan cerita. Pengaruh itu, menurutnya, masih membentuk cara pandangnya terhadap musik hingga sekarang.
Saat masih anak-anak, katanya, lagu Chrisye pertama yang didengarkan dan langsung suka ialah Kala Cinta Menggoda. Sejak momen itu, dia mulai mengagumi karya-karya sang musisi yang dikenal dengan julukan Si Lilin-Lilin Kecil. Menurutnya, lagu-lagunya selalu berhasil menciptakan 'magic' tersendiri bagi para pendengarnya.
"Lagu itu benar-benar punya magic buat saya. Saya masih ingat melihat video klipnya di TV waktu masih SD. Dari situ saya bilang ke diri sendiri, kalau suatu hari saya jadi penyanyi, saya ingin punya musik yang bisa membuat orang merasakan hal yang sama," katanya.
Memasuki masa remaja, Afgan mulai lebih sering mendalami karya-karya Chrisye. Dari situ, dia menyadari banyak lagu Chrisye, baik dalam versi rekaman maupun penampilan konser, mendapat sentuhan aransemen dari Erwin Gutawa.
Ketertarikannya kemudian berkembang hingga membuatnya ikut mengeksplorasi karya-karya Erwin. Afgan pun merasa menemukan kecocokan selera musik dari dua sosok legenda musik Indonesia tersebut.
"Karena lagu-lagu Chrisye banyak diaransemen Om Erwin, akhirnya saya juga jatuh cinta dengan karya-karya beliau. Alasan ini pula, saat pertama kali membuat konser besar tahun 2015, nama pertama yang muncul di kepala saya untuk komposer adalah Om Erwin," imbuhnya.
Sebelas tahun setelah konser pertamanya, Afgan kembali bekerja sama dengan Erwin Gutawa dalam konser Retrospektif: The Concert. Melalui kolaborasi ini, lagu-lagu balada milik Afgan akan dihadirkan dengan nuansa yang lebih megah lewat sentuhan aransemen orkestra.
Sementara itu, komposer Erwin Gutawa memandang musik memang selalu menjadi bahasa seni yang memiliki mata rantai kreativitas unik. Menurutnya, kekaguman seorang musisi terhadap musisi lain akan terus melahirkan inspirasi baru, sehingga proses regenerasi dalam dunia musik dapat terus berlangsung.
Erwin juga menyebut Afgan memiliki kemiripan dengan Chrisye, terutama dari segi basis penggemarnya yang datang dari berbagai kalangan usia. Menurutnya, Afgan memiliki potensi yang sangat besar dan diyakini masih akan terus berkembang di industri musik.
"Kemudian, lagu-lagu keduanya juga sama-sama mengiringi perjalanan hidup banyak orang Indonesia, baik laki-laki maupun perempuan," tutur Erwin.
Sebagai informasi, konser tunggal bertajuk Retrospektif: The Concert dijadwalkan berlangsung di Jakarta Convention Center pada 18 Juli 2026.