Bisnis.com, BALIKPAPAN — Realisasi investasi Kalimantan Timur pada kuartal III/2025 mencapai Rp26,95 triliun, atau naik 16,17% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltim Fahmi Prima Laksana menyatakan angka tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp23,46 triliun dari 8.801 proyek dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar US$218,18 juta atau setara Rp3,49 triliun dari 1.023 proyek.
"Jika dikumulatifkan realisasi investasi dari bulan Januari—September tahun 2025 sebesar Rp 70,43 Triliun atau 88,20% dari target realisasi investasi pada tahun 2025," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (20/1/2026).
Tak pelak, capaian tersebut membuktikan daya tarik investasi Kalimantan Timur tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global.
Secara spasial, Kota Balikpapan menjelma sebagai magnet investasi PMDN dengan kontribusi Rp9,54 triliun atau 40,66% dari total realisasi.
Posisi kedua ditempati Kabupaten Kutai Timur dengan nilai Rp5,59 triliun (23,84%), sementara Kutai Kartanegara menyumbang Rp2,27 triliun (9,69%).
Sementara itu, realisasi PMA tersebar di seluruh kabupaten/kota dengan Kutai Timur memimpin lewat investasi senilai US$48,83 juta (Rp781,34 miliar) dari 82 proyek.
Kutai Kartanegara dan Balikpapan masing-masing mencatatkan US$46,85 juta dan US$ 45,43 juta.
Berdasarkan sektor usaha, industri kimia dan farmasi mencuri perhatian dengan realisasi investasi PMDN tertinggi mencapai Rp7,16 triliun (30,53%).
Sektor pertambangan menyusul dengan kontribusi Rp 5,72 triliun (24,39%), diikuti jasa lainnya sebesar Rp 2,75 triliun (11,75%).
Pada segmen PMA, pertambangan justru mendominasi dengan investasi US$ 58,63 juta (Rp938,18 miliar) atau 26,88% dari keseluruhan.
Perdagangan dan reparasi berkontribusi US$ 32,26 juta (14,79%), sedangkan tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan mencatat US$ 31,36 juta (14,38%).
Dari perspektif asal negara, terjadi pergeseran menarik dalam komposisi investor asing.
Mauritius tampil di posisi teratas lewat realisasi investasi sebesar US$45,60 juta (20,90%) dari tiga proyek.
Singapura, yang selama ini mendominasi, berada di posisi kedua dengan US$ 45,39 juta (20,81%) dengan 332 proyek, disusul Prancis senilai US$ 29,50 juta (13,52%).
Fahmi mengungkapkan bahwa total 31 negara telah menanamkan modal di Kalimantan Timur pada periode Juli hingga September 2025.
Penyerapan Tenaga Kerja Meningkat
Di sisi ketenagakerjaan, investasi kuartal III/2025 menyerap 19.200 pekerja, yang terdiri dari 15.573 tenaga kerja Indonesia melalui PMDN dan 3.627 pekerja (3.567 TKI dan 60 TKA) lewat PMA.
Kabupaten Kutai Timur memimpin penyerapan tenaga kerja PMDN dengan 7.739 orang, disusul Berau (1.751 orang) dan Kota Balikpapan (1.713 orang).
Adapun untuk PMA, Kabupaten Kutai Kartanegara menyerap tenaga kerja terbanyak dengan 1.381 pekerja Indonesia, diikuti Kutai Timur (685 orang) dan Berau (560 orang).
Kemudian, Fahmi menyebutkan sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan 9.032 orang atau 58,08% dari total PMDN.
Sektor pertambangan mengikuti dengan 1.926 pekerja (12,38%), sedangkan perdagangan dan reparasi menyerap 1.758 orang (11,30%).
Menurutnya, capaian kumulatif Januari sampai dengan September mencapai 88,20% menjadikan Kaltim optimistis melampaui target investasi tahun 2025.
Fahmi mengungkapkan total proyek yang berjalan hingga September mencapai 34.529 paket dengan total penyerapan 62.846 tenaga kerja.
Di tingkat nasional, Kaltim menempati peringkat ketiga untuk realisasi PMDN setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta, namun turun ke posisi ke-16 untuk PMA.
Adapun, dia menuturkan secara keseluruhan Benua Etam berada di peringkat keenam nasional dengan total investasi Rp70,43 triliun.