Bisnis.com, MEDAN – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/ Debarkasi Medan melaporkan telah 4 (empat) jemaah haji asal Sumatra Utara wafat di Tanah Suci selama musim haji 2026.
Terakhir, jemaah haji dari Desa Sipirok Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara berusia 59 tahun yang wafat di Mekah pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 14.15 Waktu Arab Saudi (WAS).
Ketua PPIH Embarkasi/ Debarkasi Medan Zulkifli Sitorus mengatakan seluruh jemaah haji asal Sumut yang wafat adalah lansia dengan penyebab bermacam-macam.
“Seluruhnya lansia. Paling tua wafat di usia 69 tahun. Paling muda di usia 59 tahun. Penyebabnya berbeda-beda, ada gagal jantung, hingga komplikasi,” ujar Zulkifli, Selasa (9/6/2026).
Disampaikan Zulkifli, jemaah haji Embarkasi Medan dilaporkan meninggal dunia pertama kali pada tanggal 10 Mei 2026 atas nama Kasiani Sigito Tarmidi dengan usia 69 tahun.
Jemaah berjenis kelamin perempuan tersebut merupakan rombongan kloter 8 asal Kota Medan yang meninggal dunia di RS King Abdul Aziz Mekah akibat gangguan jantung (cardiogenic shock).
Lalu, jemaah kloter 6 atas nama Isron Baitul dari Mandailing Natal, dilaporkan meninggal dunia di RS Saudi National Makkah pada 27 Mei 2026 di usia 68 tahun akibat komplikasi.
Sementara Nadhirah Sirajuddin Ismail yang berusia 66 tahun asal Langkat dari kloter 2, dikabarkan meninggal dunia di Markaz 14 Mina pada 29 Mei 2026 akibat gagal jantung saat menjalani rangkaian ibadah haji.
Adapun Nurliana Mara Iman, jemaah asal Padang Lawas Utara dari kloter 9 wafat pada Kamis (4/6/2026). Jemaah berusia 59 tahun ini dikabarkan mengalami henti jantung pada Senin (1/6/2026) setelah menunaikan tawaf ifadah di kawasan Masjidil Haram. Meski sempat dirawat intensif di Jiwar Care Health Hospital Makkah, kondisi Nurliana terus menurun hingga menghembuskan napas terakhirnya pada 4 Juni 2026 sekitar pukul 14.15 Waktu Arab Saudi (WAS).
Zulkifli mengatakan seluruh jamaah yang wafat dimakamkan di Tanah Suci. PPIH Embarkasi/ Debarkasi Medan akan disebutnya membantu pengurusan hak-hak bagi ahli waris, termasuk manfaat asuransi yang nilainya setara biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang disetor jemaah, atau sekitar Rp46 juta di tahun 2026.
"Kami juga menyampaikan belasungkawa dan duka cita mendalam kepada keluarga jemaah yang wafat. Insyaallah almarhum/ almarhumah husnul khotimah, tidak semua orang diberi kesempatan untuk meninggal dunia di tempat dan waktu yang mulia," tandasnya.
Adapun hingga Selasa (9/6/2026), tercatat telah 2.506 jemaah haji Debarkasi Medan dari 7 (tujuh) kloter yang kembali ke kediaman masing-masing. Dengan demikian, masih ada 10 kloter lagi dari Debarkasi Medan yang akan kembali ke tanah air seiring berakhirnya musim haji 2026.
Kloter ke-17 atau kloter pamungkas Debarkasi Medan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang pada tanggal 21 Juni mendatang. (240)