Palangka Raya (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran mengatakan salah satu prioritas pihaknya dalam pengembangan sektor pariwisata di provinsi setempat adalah dengan mengoptimalkan Taman Nasional Tanjung Puting.
"Keberadaan infrastruktur yang memadai mendukung kenyamanan serta kelancaran kegiatan pariwisata, yang juga berperan penting dalam perekonomian Kalteng," katanya di Palangka Raya, Kamis.
Menurutnya berbagai fasilitas yang ada sudah cukup baik, namun masih memerlukan peningkatan. Oleh karena itu, pihaknya terus berkoordinasi lebih lanjut dengan kementerian yang membawahi Taman Nasional Tanjung Puting.
Pemprov Kalteng berkomitmen mendukung pengembangan kawasan Tanjung Puting. Apalagi taman nasional ini memiliki daya tarik luar biasa terhadap wisatawan mancanegara, sehingga keberadaannya sangat strategis dalam memacu perkembangan pariwisata di Kalimantan Tengah.
Agustiar dan jajaran baru saja meninjau kawasan Taman Nasional Tanjung Puting di Kabupaten Kotawaringin Barat kemarin. Kegiatan ini bagian dari kunjungan kerja gubernur sebagai dukungan nyata terhadap sektor pariwisata.
Sektor pariwisata Kalteng dinilai sangat potensial sebagai salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam beberapa kesempatan mengunjungi Taman Nasional Tanjung Puting, Agustiar menekankan fokus utamanya untuk memastikan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting sebagai destinasi unggulan di Kalimantan Tengah.
Salah satunya yang menjadi perhatian adalah fasilitas pelayanan yang diharapkan memadai bagi wisatawan yang bermalam di kapal agar terus ditingkatkan. Ia minta agar fasilitas tersebut memenuhi standar kenyamanan wisatawan.
Selanjutnya gubernur dan lainnya juga meninjau dermaga penyeberangan dan jalan tembus Desa Sei Badaun menuju Desa Sei Sekonyer termasuk kawasan Taman Nasional Tanjung Puting di Kecamatan Kumai.
Berdasarkan data yang disajikan Balai TN Tanjung Puting pada tahun 2025, tercatat total pengunjung sebanyak 79.920 orang dengan komposisi 78 persen Warga Negara Asing (WNA) dan 22 persen Warga Negara Indonesia (WNI).
Negara asal pengunjung mancanegara terbanyak adalah Spanyol dengan 24.037 orang, disusul Jerman sebanyak 6.361 orang, USA 6.106 orang serta lainnya.
Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) menyatakan, kawasan Taman Nasional Tanjung Puting merupakan kawasan konservasi pertama yang ada di Indonesia untuk melindungi spesies Orang Utan. Selain Orang Utan juga terdapat spesies kunci di antaranya bekantan dan penyu sisik.
Untuk dapat melihat spesies tersebut juga disuguhkan keindahan alam dengan melewati Sungai Sekonyer dan disambut dengan formasi vegetasi Nipah.
Pewarta: Muhammad Arif Hidayat
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026